Sukatani Band minta maaf ke Polri setelah menciptakan kontroversi dengan lagu 'Bayar Bayar Bayar'. Simak kisah lengkapnya!
Band punk asal Purbalingga, Sukatani, tengah mengalami badai kontroversi setelah lagu mereka berjudul 'Bayar Bayar Bayar' yang mengkritik oknum polisi menjadi viral. Tindakan mereka ini langsung jadi sorotan publik dan memicu reaksi dari pihak kepolisian. Tak ingin berlarut-larut, Sukatani pun segera melakukan langkah tak terduga dengan menarik lagu tersebut dan mengajukan permohonan maaf secara resmi kepada Kapolri. Dalam video yang mereka unggah, tampak ketulusan para personel saat menyampaikan rasa penyesalan mereka. Siapa sangka, kritik kreatif yang mereka angkat justru membawa dampak besar bagi karir mereka!
Tak hanya menarik peredaran lagu, grup ini juga mendapatkan dukungan dari komunitas musik, terutama dari Aksi Jogja Memanggil yang menyatakan solidaritas mereka terhadap Sukatani. Dalam sebuah pernyataan, mereka menyebutkan bahwa band ini seharusnya tidak disalahkan sepenuhnya dan menjadi korban dari situasi yang tidak adil. Mereka percaya bahwa musik adalah sarana untuk menyuarakan pendapat, dan Sukatani berhak untuk mengekspresikan ketidakpuasan mereka. Kontroversi ini benar-benar memicu percakapan hangat di kalangan anak muda yang menyukainya.
Di tengah situasi ini, muncul kabar menghebohkan lainnya, yakni penghilangan dua personel Sukatani di Banyuwangi. Berita ini bahkan membuat para penggemar dan netizen khawatir. Namun, pelan namun pasti, tim Sukatani mengonfirmasi bahwa semua personel dalam keadaan aman dan sedang melakukan refleksi setelah semua kegaduhan ini. Momen tersebut semakin mengundang simpati dari penggemar dan publik. Ini menandakan bahwa musik kadang dianggap lebih dari sekadar hiburan - ia bisa menghubungkan orang dan menciptakan empati.
Di dunia musik yang penuh dengan liku-liku, perjalanan Sukatani menjadi pelajaran berharga bahwa menyampaikan pesan melalui lagu bisa menimbulkan dampak luar biasa, baik positif maupun negatif. Meskipun begini, mereka masih bisa bangkit dan belajar dari pengalaman ini. Ternyata, ada banyak cara untuk menciptakan dampak tanpa harus melampaui batas. Yang terpenting, kenyataannya adalah Sukatani tidak sendirian; banyak artis lain juga pernah berada dalam posisi serupa. Dalam era sosial media, setiap lirik dan tindakan sebuah band bisa berisiko viral, tetapi dengan bimbingan dan dukungan yang tepat, mereka bisa tumbuh dan berkembang.
Dan siapa sangka, biarpun minta maaf, mereka tetap menjadi perbincangan hangat! Dengan kontroversi ini, mungkin Sukatani bisa melahirkan lagu baru yang lebih kuat dan berisi—tentunya dengan cara yang lebih aman. Mari kita tunggu saja apa berikutnya dari mereka!
Perseonel Sukatani meminta maaf atas muatan lirik dalam salah satu lagu dalam album Gelap Gempita yang mengandung kritikan terhadap polisi.
Aksi Jogja Memanggil menyatakan solidaritas dan dukungannya terhadap band punk Sukatani yang viral karena lagu mengkritik polisi berjudul 'Bayar Bayar ...
Band Sukatani menarik lagu Bayar, Bayar, Bayar dan meminta maaf ke Polri setelah kritik terhadap oknum polisi. Ini fakta selengkapnya.
Band Sukatani telah meminta maaf ke Polri dan tarik lagu “Bayar Bayar Bayar” yang viral. Mereka meminta unggahan terkait lagunya dihapus dari media so.
Sukatani, band bergenre punk asal Purbalingga, Jawa Tengah, resmi menarik salah satu lagu mereka yang berjudul Bayar Bayar Bayar, serta meminta maaf secara ...
Band beraliran punk, Sukatani menjadi sorotan viral setelah membuat video permintaan maaf kepada karena lagunya yang berjudul 'Bayar Bayar Bayar'.
Setelah sempat beredar kabar dua personel Sukatani 'menghilang' di Banyuwangi, kru band punk new wave ini memastikan bahwa mereka dalam kondisi aman.
Inilah profil dari musisi beraliran punk, Sukatani Band yang tengah menjadi sorotan viral karena lagu Bayar Bayar Bayar.
Lagu 'Bayar Bayar Bayar' yang buat personel band Sukatani minta maaf kepada Kapolri sebetulnya diciptakan untuk oknum polisi yang melanggar peraturan.
Inilah profil Band Sukatani. Band punk indie yang menjadi sorotan usai mengunggah video permintaan maaf di instagram miliknya @sukatani.band.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebut masalah terkait lagu band Sukatani yang berjudul 'Bayar, Bayar, Bayar' sudah diluruskan...
Berikut lagu Bayar Bayar Bayar milik band Sukatani yang membuat video permintaan maaf, liriknya berisi sindiran pada oknum polisi yang langgar aturan.
Beauties, band Sukatani asal Purbalingga mendadak sampaikan permohonan maafnya, usai lagu 'Bayar Bayar Bayar' viral. Apakah ini bukti #IndonesiaGelap?
Band asal Purbalingga, Sukatani mendadak viral setelah mengunggah permintaan maafnya kepada Kapolri pada hari Kamis (20/02). Hal ini berkaitan dengan lagu ...
Mengenal Twister Angel, vokalis band punk Sukatani yang dikenal dengan penampilannya yang unik.
Usai ramai perbincangan di media sosial soal band Sukatani yang klarifikasi dan minta maaf terhadap pihak kepolisian atas lagu Bayar Bayar B.
Band Sukatani viral di media sosial karena menyampaikan permintaan maaf ke Polri terkait lagu 'Bayar Bayar Bayar'. Polri menegaskan tidak antikritik.
Warganet sempat dibuat heboh soal kabar grup band Sukatani di Banyuwangi 'hilang' usai menyanyikan lagu yang dianggap menyindir aparat kepolisian.
Polda Jateng memberi penjelasan terkait klarifikasi yang dilakukan penyidik kepada personel Band Sukatani usai viral menyanyikan lagu 'Bayar Bayar Bayar'.
Permintaan maaf Sukatani dan penarikan lagu Bayar Bayar Bayar atau Bayar Polisi memicu dukungan dari warganet yang menggaungkan dukungan untuk band asal ...
Sukatani, band punk asal Purbalingga, mendadak jadi sorotan publik usai mengunggah video permintaan maaf di media sosial.
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengeklaim sangat menghargai keberadaan komunitas seniman, termasuk mereka yang memberi ...
Polda Jawa Tengah mengakui sempat melakukan klarifikasi terhadap Band Sukatani terkait lagu berjudul 'Bayar Bayar Bayar'.
Band Sukatani mencopot lagu Bayar Bayar Bayar setelah ditengarai diintimidasi dan tekanan di perjalanan dari Bali ke Banyuwangi.