Inilah momen seru ketika Kasi Bimas Islam memimpin doa Musrenbang di Kepulauan Seribu! Yuk, simak bagaimana harapan-harapan warga disuarakan!
Pulau Panggang, Jakarta - Dalam gelaran Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) yang diadakan di Kepulauan Seribu, suasana penuh khidmat menyelimuti acara ketika Kepala Seksi (Kasi) Bimas Islam, Achmad Mastur, mengambil peran penting untuk memimpin doa. Momen ini menjadi tanda bahwa setiap rencana yang disusun tidak hanya sekadar angka dan data, tetapi juga dilandasi oleh doa dan harapan dari setiap individu yang tinggal di pulau-pulau nan indah ini.
Achmad Mastur membuka doa dengan harapan agar Musrenbang kali ini dapat melahirkan ide-ide inovatif yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kepulauan Seribu. Sebanyak puluhan peserta hadir dalam acara ini, mulai dari perwakilan setiap pulau hingga tokoh masyarakat setempat. "Kita percaya, dengan doa bersama, rencana pembangunan yang kita buat bisa lebih berkah dan berdampak positif," ujar Mastur usai memimpin doa dengan penuh semangat.
Musrenbang di Kepulauan Seribu juga menjadi tempat bagi warga untuk menyuarakan aspirasi dan harapan mereka secara langsung. Dalam sesi diskusi, banyak ide cemerlang muncul, mulai dari pengembangan pariwisata yang berkelanjutan hingga peningkatan infrastruktur dasar. Dengan semangat gotong royong yang tinggi, warga berkomitmen untuk bersama-sama menjadikan Kepulauan Seribu lebih baik. "Kami ingin anak cucu kami bisa merasakan manfaat dari pembangunan ini suatu hari nanti," tambah salah satu perwakilan warga.
Acara yang berlangsung dengan suasana akrab ini diakhiri dengan pertukaran ide serta kesepakatan bersama untuk melanjutkan aspirasi yang telah dirumuskan. Di akhir acara, Massek mengingatkan bahwa ini bukan hanya soal perencanaan, tetapi juga komitmen semua pihak untuk mewujudkan semua harapan. Rencana itu pun hanya akan berhasil jika didukung oleh mau berdoa dan bekerja dari semua pihak yang terlibat.
Menariknya, Kepulauan Seribu merupakan satu-satunya kabupaten di Indonesia yang sepenuhnya terdiri dari pulau-pulau kecil. Terdapat 110 pulau di wilayah ini, namun hanya 35 yang berpenghuni. Dengan populasi yang terbilang kecil, setiap ide dan harapan dari warga memiliki dampak yang besar terhadap pembangunan. Selain itu, keberadaan Kepulauan Seribu yang dekat dengan ibu kota Jakarta membuatnya menjadi lokasi pariwisata yang menarik, namun tetap perlu perhatian serius dalam pengelolaannya untuk menjaga keindahan dan kelestariannya.
Berdoa dan bersinergi adalah kunci dalam mencapai tujuan bersama. Sebagaimana yang dicontohkan dalam Musrenbang ini, harapan-harapan rakyat dapat menjadi nyata apabila didukung dengan tindakan nyata. Apakah kamu salah satu yang ingin ikut berperan dalam menjaga keindahan dan perkembangan Kepulauan Seribu? Ayo, suara kita akan menjadi bagian dari sejarah!
Pulau Panggang, Jakarta (Humas Kepulauan Seribu) -- Kepala Seksi (Kasi) Bimas Islam Kantor Kemenag Kabupaten Kepulauan Seribu, Achmad Mastur hadir dalam ...
Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (13/2/2025) dan diikuti oleh Lurah Argomulyo beserta jajaran, Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal), LPMKal, ketua Linmas, ...
Sleman โ Pemerintah Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Cangkringan melangsungkan doa bersama dan tabur bunga di makam-makam para mantan lurah yang telah ...
KBRN, Gorontalo - Tradisi doa arwah atau Aruwa tetap menjadi bagian penting dalam budaya masyarakat Gorontalo saat menyambut bulan suci Ramadan. Ri.
Kulon Progo (MUSERA) โ Sesuai jadwal, ASPD akan serentak dilaksanakan oleh Dinas Dikpora DIY pada tanggal 19 โ 21 Mei 2025. Tetapi Sebelum terlaksananya ...
KBRN, Gorontalo - Tradisi doa arwah atau Aruwa tetap menjadi bagian penting dalam budaya masyarakat Gorontalo saat menyambut bulan suci Ramadan. Ri.