Ketua Musk, Trump, dan USAID sedang berdebat di panggung politik, siapa yang akan menang?
Baru-baru ini, dunia politik Amerika Serikat kembali dihebohkan dengan penunjukan Menteri Luar Negeri Marco Rubio sebagai penjabat direktur Badan Pembangunan Internasional AS (USAID). Di tengah situasi ini, Elon Musk tidak tinggal diam. Ia mengklaim bahwa USAID adalah "organisasi kriminal" dan berpendapat bahwa sudah saatnya lembaga tersebut ditutup. Dukungan Trump yang menyebut USAID dijalankan oleh "orang-orang gila yang radikal" hanya menambah kompleksitas situasi ini.
Sebagai latar belakang, USAID aktif dalam berbagai program pembangunan sosial dan ekonomi di lebih dari 130 negara. Namun, pemikiran Trump yang ingin menggabungkan USAID dengan Departemen Luar Negeri dan memotong anggaran menjadi agenda yang kontroversial. Pelbagai tuduhan terhadap USAID tentang proyek-proyek militernya juga semakin memperkeruh suasana, semakin menambah porsi drama politik antara Musk, Trump, dan USAID.
Tidak berhenti di situ, dua pejabat keamanan tinggi di USAID juga dikenakan cuti setelah menolak akses pegawai DOGE, lembaga baru yang dipimpin oleh Musk. Hal ini menciptakan dialog yang lebih menggelikan antara para pemimpin dan menunjukkan sejauh mana ketegangan terjadi. Apakah USAID akan terpengaruh oleh semua perubahan ini? Masyarakat internasional menunggu dengan penasaran sambil ngemil popcorn.
Satu hal yang pasti, gegap gempita ini hanya menambah warna dalam kisah politik di AS. Dengan semua kontroversi dan perdebatan, masih ada harapan bahwa USAID dapat bertahan dan terus berkontribusi pada pembangunan global. Menurut beberapa berita terbaru, USAID telah membantu memberikan bantuan hampir $20 miliar untuk penyelamatan bencana dan program kesehatan selama 2021! Memang, drama ini bukan hanya hiburan semata; ada realitas krusial yang terlibat.
Begitu banyak aktor dalam drama ini, dari Trump hingga Musk, semua seolah ingin mengambil peran utama. Namun, satu yang pasti, siapapun yang menang, masyarakat dunia berharap untuk melihat perubahan positif dari drama nerdy yang satu ini!
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio membenarkan bahwa dirinya telah ditunjuk sebagai โpenjabat direkturโ Badan Pembangunan Internasional AS (United States ...
WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana menutup Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat ...
Dua pejabat keamanan tinggi di Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) dikenakan cuti administratif setelah menolak memberikan akses kepada ...
Trump menyebut USAID dikelola oleh "orang-orang gila yang radikal", sedang Musk menyebut badan tersebut sebagai "organisasi kriminal".
Elon Musk mengatakan bahwa USAID adalah organisasi kriminal setelah petugas keamanan lembaga itu menolak akses bagi pegawai DOGE.
Pemerintahan Trump berencana menggabungkan Badan Pembangunan Internasional AS USAID dengan Departemen Luar Negeri disertai pemangkasan dana dan tenaga ...
Letnan Jenderal Igor Kirillov, kepala Pasukan Pertahanan Radiologi, Kimia, dan Biologi Angkatan Bersenjata Rusia, sebelumnya telah mengungkap program ...
WASHINGTON DC, KOMPAS.com โ Elon Musk, taipan teknologi yang kini memimpin upaya efisiensi pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, ...
Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (US Agency of International Development/USAID) rencananya bakal ditutup. Hal ini terjadi setelah Presiden ...
Ini setelah miliarder Elon Musk sekaligus kepala Departemen Efisiensi Pemerintah Amerika Serikat (DOGE) yang baru didirikan, mengklaim bahwa Presiden Donald ...
WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana untuk menutup Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat ...
Presiden Donald Trump menyebut Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat, USAID, dijalankan oleh orang-orang gila radikal.
Taipan perusahaan teknologi Amerika Serikat Elon Musk menyebut Presiden Donald Trump meminta agar lembaga USAID segera ditutup.
Badan bantuan internasional AS atau USAID terancam dilebur di bawah kebijakan "America First" Donald Trump.
Elon Musk menyebut USAID sebagai organisasi kriminal, Trump pertimbangkan penutupan. Apa dampaknya? Simak di sini.
Kantor pusat Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) di Washington, Senin (3/2), resmi ditutup setelah kepala Departemen Efisiensi ...
Presiden Trump berencana menutup USAID dan menggabungkannya dengan Departemen Luar Negeri. Elon Musk terlibat dalam proses ini.
Pada 2023, USAID memiliki proyek di sekitar 130 negara, dengan Ukraina, Ethiopia, dan Yordania sebagai penerima bantuan terbesar.
Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Donald Trump telah menggabungkan Badan Bantuan Internasional AS (USAID) ke dalam Kementerian Luar Negeri Amerika ...
Badan untuk Pembangunan Internasional Amerika Serikat atau United States Agency for International Development (USAID) resmi ditutup. Penutupan USAID diumumkan ...
USAID mendanai vaksinasi, smart city IKN, pengelolaan sampah, dan air bersih di RI. Jika ditutup, proyek ini bisa terhenti, mengancam kesehatan dan ...
Berita lainnya yang banyak dibaca di kanal Global Kompas.com adalah terkait bom di Moskwa menewaskan pembelot Ukraina yang pro-Rusia, diduga itu adalah ...
USAID didirikan pada 1961 oleh Presiden John F. Kennedy dari Partai Demokrat untuk melawan pengaruh Soviet saat Perang Dingin.
Presiden AS Donald Trump akan membubarkan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) yang sudah 64 tahun berdiri.
Jakarta - Presiden AS Donald Trump berencana menutup United States Agency for International Development (USAID), lembaga yang dikenal selama ini membantu ...
Dampak dari rencana ditutupnya USAID, staf di AS dan seluruh dunia harus cuti administratif atau cuti sementara.
TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat atau USAID resmi ditutup oleh pemerintah Donald Trump. Semua stafnya akan kembali ke ...
KBRN, Washington: Pemerintahan Trump mengumumkan penarikan hampir seluruh pegawai USAID (Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat) dari se.
Ini merupakan buntut dari kebijakan Presiden AS Donald Trump yang ingin menghentikan semua bantuan asing, termasuk yang disalurkan via USAID.