Duel sengit antara DeepSeek dan ChatGPT, siapa yang akan memimpin era kecerdasan buatan? Temukan jawabannya di sini!
Dunia kecerdasan buatan (AI) kini semakin menarik dengan hadirnya fitur terbaru dari OpenAI yang dihadirkan melalui platform ChatGPT. Fitur yang dikenal sebagai "Deep Research" ini dirancang untuk membantu penggunanya dalam melakukan penelusuran dan riset yang lebih mendalam. Dengan kemampuan ini, ChatGPT tidak lagi sekadar chatbot biasa, tetapi bisa menjadi alat bantu penelitian yang canggih. Bagi para peneliti dan pelajar, inovasi ini tentunya sangat membantu, terutama dalam mencari dan menganalisis data yang kompleks!
Namun, tak hanya ChatGPT yang bersinar. DeepSeek, sebuah model AI baru dari China, memasuki panggung kecerdasan buatan dengan kecanggihan yang cukup mengesankan. Menurut berbagai uji coba yang dilakukan, DeepSeek menunjukkan performa yang lebih mengesankan dibandingkan dengan ChatGPT dalam banyak hal. Meskipun ada kritik yang menyebut DeepSeek hanya melakukan "copy-paste" dari teknologi OpenAI, banyak yang percaya bahwa kehadirannya adalah tantangan serius bagi dominasi AI dari Amerika Serikat.
Melihat persaingan yang tidak biasa antara DeepSeek dan ChatGPT, beberapa analis bahkan menganggap bahwa ini adalah peluang emas bagi negara-negara seperti Indonesia untuk mengembangkan ekosistem digitalnya. Dengan keberhasilan DeepSeek, industri AI di Indonesia bisa terinspirasi untuk bangkit dan menciptakan teknologi yang dapat bersaing di tingkat global. Siapa tahu, mungkin Indonesia bisa melahirkan generasi AI-nya sendiri yang tidak kalah hebat!
Di tengah persaingan yang ketat ini, banyak negara, termasuk India, juga mulai melirik pengembangan model AI lokal. Pemerintah India berambisi untuk meluncurkan model yang lebih murah dan sesuai kebutuhan masyarakat setempat. Ini menandakan bahwa perang AI tidak hanya melibatkan Amerika dan China, tetapi seluruh dunia berupaya untuk mendapatkan posisi di peta teknologi.
Sebagai informasi tambahan, fitur "Deep Research" dari ChatGPT tidak hanya akan membantu individu dalam riset, tetapi juga bisa digunakan oleh institusi pendidikan untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa. Di sisi lain, DeepSeek, yang dianggap lebih efisien dalam pemrosesan data, menunjukkan bahwa kecepatan dan akurasi adalah kunci dalam dunia AI yang semakin kompetitif.
OpenAI mengumumkan fitur baru dalam platform chatbot AI mereka, ChatGPT, yang dirancang untuk membantu pengguna melakukan riset mendalam dan kompleks.
Berikut perbandingan DeepSeek dan ChatGPT setelah Tempo melakukan pengujian dengan menggunakan perintah yang sama untuk kedua chatbot.
Setelah merilis GPT versi o3 mini, OpenAI akhirnya memperkenalkan fitur terbaru bernama "Deep Research" untuk ChatGPT. Fitur ini memungkinkan chatbot untuk.
Perusahaan teknologi asal China, DeepSeek, dituding telah meniru model AI milik OpenAI, ChatGPT, setelah kemunculannya yang menggemparkan pasar Wall S...
Fitur baru OpenAI memungkinkan agen AI melakukan riset lebih mendalam dan hingga langkah-langkah yang digunakan selama proses penelitian.
DeepSeek menjadi sorotan publik karena memiliki kecanggihan kecerdasan buatan (AI) yang melebihi ChatGPT. Lalu, apa saja kemampuan DeepSeek dibanding ...
Keberhasilan DeepSeek ini membuka peluang bagi Indonesia untuk juga dapat mengembangkan ekosistem digital, khususnya AI.
Pemerintah India sedang mempersiapkan peluncuran model kecerdasan buatan (AI) buatan dalam negeri yang diklaim lebih murah dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Setelah Gemini, OpenAI kini meluncurkan fitur Deep Research untuk aplikasi Kecerdasan Buatan (AI) ChatGPT. Fitur ini dirancang untuk melakukan penelitian ...
Para analis memandang terobosan model AI asali China ini sebagai bukti bahwa inovasi AI tidak selalu memerlukan investasi modal besar-besaran, yang menandakan ...
Jakarta, CNBC Indonesia - Teknologi kecerdasan buatan atau AI milik China, Deepseek kini menjadi ancaman serius bagi teknologi Amerika Serikat.
KECERDASAN BUATAN DARI CHINA - DeepSeek, model AI revolusioner buatan China, memberikan angin segar sekaligus tantangan baru yang serius dalam industri ini.
ChatGPT makin canggih! OpenAI luncurkan fitur riset mendalam. Jawab pertanyaan kompleks dalam 10 menit! Akses eksklusif untuk pengguna Pro.
OpenAI baru-baru ini meluncurkan fitur baru bernama “Deep Research” untuk chatbot AI mereka ChatGPT. Fitur tersebut merupakan agen AI yang bakal membantu.
Bos OpenAI, Sam Altman mengatakan perusahaannya berada di sisi yang salah karena kurang memprioritaskan model open-source seperti DeepSeek. Halaman all.
DeepSeek adalah perusahaan pengembang AI yang didirikan pada 2023 di Hangzhou, China. Perusahaan ini didirikan oleh Liang Wenfeng, seorang mantan pemimpin salah ...
Bos OpenAI, Sam Altman mengatakan perusahaannya berada di sisi yang salah karena kurang memprioritaskan model open-source seperti DeepSeek. Halaman all.
OpenAI baru saja meluncurkan Deep Research di ChatGPT, agen baru yang melakukan riset di internet untuk tugas-tugas kompleks.
Raksasa teknologi Korea Selatan Kakao Corp. pada Selasa mengumumkan kemitraan dengan OpenAI untuk menggunakan ChatGPT pada layanan kecerdasan buatan (AI) .