Pelantikan Trump sebagai Presiden AS membawa banyak kejutan! Dari relokasi Gaza sampai keluar dari WHO, apa selanjutnya?
Pelantikan Donald J. Trump sebagai Presiden ke-47 Amerika Serikat berlangsung di Gedung Capitol, Washington DC, dan dihadiri oleh para konglomerat terkemuka dunia, dengan kekayaan yang mencapai Rp 200.000 triliun. Momen ini menjadi sejarah baru bagi AS dan dunia, tetapi banyak tindakan Trump yang langsung mencuri perhatian setelah resminya pelantikan tersebut. Salah satunya, Trump menimbulkan banyak tanya ketika dia tidak meletakkan tangan di atas Alkitab saat mengucapkan sumpah jabatan, sesuatu yang biasanya dilakukan oleh presiden-presiden sebelumnya.
Tak lama setelah dilantik, Trump menunjukkan bahwa era keemasan Amerika yang dia janjikan mungkin memiliki beberapa langkah kontroversial. Dia segera mengumumkan darurat energi nasional yang berdampak bukan hanya di AS, tetapi juga di Indonesia. Dengan kebijakan ini, diharapkan ada dampak positif dalam pengelolaan energi yang lebih baik, tetapi tantangan besar menanti, termasuk dampak perubahan iklim yang tidak bisa diabaikan. Dalam konteks ini, Ketua BKSAP DPR, Mardani Ali Sera, menegaskan bahwa relokasi warga Gaza bukanlah urusan Trump, menandakan bahwa isu-isu internasional harus diperlakukan lebih hati-hati, meskipun ada tekanan dari pihak-pihak tertentu.
Setelah pelantikan, Trump langsung beraksi dengan menarik AS keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Keputusan ini membawa angin segar bagi pihak yang tidak setuju dengan kebijakan WHO tetapi menimbulkan banyak pro dan kontra di masyarakat. Sementara itu, Trump juga mengklaim bahwa Panama telah melanggar perjanjian terkait Terusan Panama, yang bisa membuat ketegangan baru dalam hubungan internasional. Dalam pidato perdananya, ini jelas menunjukkan bahwa tidak ada waktu untuk bersantai dan dia bertekad untuk menunjukkan keberanian dalam kebijakan luar negeri.
Dua fakta menarik yang patut dicatat: pertama, ketidakmampuan Trump untuk mengikuti tradisi meletakkan tangan di Alkitab tidak hanya menciptakan spekulasi publik tetapi juga menggambarkan sikapnya yang selalu ingin berbeda dari yang lain. Kedua, menarik diri dari WHO dapat melemahkan kemampuan internasional AS dalam menangani pandemi global, padahal kenyataannya dunia sedang menghadapi tantangan besar ini. Dengan langkah-langkah awal yang diambil Trump, masa depan kepemimpinannya tampak penuh tantangan, intrik, dan kejutan yang dijamin akan mengubah peta politik dunia!
Para konglomerat terkaya di dunia menghadiri pelantikan Donald J. Trump sebagai Presiden ke-47 Amerika Serikat (AS).
Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump resmi dilantik sebagai Presiden AS. Pelantikan Trump digelar di dalam Gedung Capitol AS, Washington DC.
"Yang pertama tentu bukan urusan Trump, memindahkan orang Gaza, enak aja. Itu terserah penduduk Gaza-nya," kata Ketua BKSAP DPR, Mardani Ali Sera.
Jakarta, CNBC Indonesia - Donald Trump, Presiden Amerika Serikat (AS) mengumumkan darurat energi nasional setelah resmi dilantik.
Dalam momen pelantikan itu, Trump tak menaruh tangan di atas kitab suci ketika mengucapkan sumpah jabatan seperti yang dilakukan presiden-presiden sebelumnya.
Saat pengambilan sumpah, Trump tidak terlihat meletakkan tangan kirinya di salah satu Alkitab yang dibawa ke upacara pengambilan sumpah jabatan.
Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk menarik Washington keluar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) beberapa jam setelah dilantik.
Presiden AS Donald Trump memberikan pidato perdana usai dilantik. Dia sempat menyinggung negara Panama yang melanggar sejumlah perjanjian soal Terusan ...
Tak lama setelah dilantik jadi Presiden ke-47 Amerika Serikat, Donald Trump langsung mengambil sejumlah langkah mengejutkan.
Langkah Trump menarik AS dari keanggotaan di WHO akan melemahkan posisi AS sebagai pemimpin kesehatan global dan mempersulit upaya melawan pandemi.