Kekalahan AS Roma dari Como menyisakan banyak pertanyaan, apa mau jadi tim dadakan? Yuk, simak ulasan seru ini!
Kekalahan AS Roma dari Como 1907 dengan skor 0-2 menyisakan banyak intrik dan penyesalan. Pertandingan yang berlangsung di Stadio Giuseppe Sinigaglia tersebut menjadi panggung dramatis bagi Como, yang saat itu belum meraih kemenangan di Liga Italia selama beberapa pertandingan. Gol-gol yang dicetak oleh Alessandro Gabrielloni di masa injury time menambah catatan buruk bagi AS Roma dan pelatih mereka, Claudio Ranieri. Kekecewaan tersebut semakin terasa setelah mereka kembali berhadapan dengan tim yang saat itu berada di zona degradasi, sebelum match day kali ini, Como pun terasa terpuruk.
Ranieri mengungkapkan kekecewaannya usai pertandingan, menilai bahwa timnya bermain tanpa niat untuk meraih kemenangan. Kritiknya ditujukan bukan hanya kepada performa tim, tetapi juga kepada mental pemain yang terlihat redup. Di satu sisi, Como berhasil menemukan kembali kepercayaan diri mereka berkat Junior Lionel Messi yang menjelma dalam diri pemain muda mereka, yang mencetak gol dan tampil menawan. Ini mengingatkan kita pada pepatah: "Satu bintang kecil bisa menerangi malam kelam."
Dengan memberikan perhatian pada penampilan asisten pelatih dan pandangan berbagi pelatih senior, Javier Zanetti yang hadir dalam laga ini, nampak bahwa kekalahan tersebut bukan hanya tanggung jawab Ranieri saja. Zanetti dikabarkan tengah memantau wonderkid Nico Paz, yang menambah komposisi skillful di tim Como pastinya menuju masa depan yang bersinar. Fans AS Roma kembali berhadap-hadapan dengan momen pahit, dan pertanyaan besar pun muncul, akankah Ranieri mempertahankan posisinya di kursi kepelatihan?
Momen pahit AS Roma juga bukan hal baru. Dalam dua laga sebelumnya, mereka sempat meraih kemenangan, namun kembali terjatuh kala melawan Como. Penelusuran sejarah mencatat bahwa tim-tim kejutan sering kali lahir dari kekalahan-kekalahan seperti ini. Jadi, sambil kita bertanya-tanya tentang masa depan AS Roma, mari kita ingat bahwa sesungguhnya, lipatan kejutan di sepakbola takkan hilang. Namun memang demikianlah sepakbola, kadang kamu di atas, kadang kamu di bawah. Dan bagi Como, semoga ini adalah babak baru kemenangan!
**Fakta Menarik**: 1. Como 1907 sebelumnya sudah merasakan serangkaian hasil buruk sebelum meraih kemenangan melawan AS Roma, bahkan mereka terakhir kali meninggalkan lapangan dengan tiga poin lebih dari dua bulan lalu. 2. Junior Messi di Como bernama Nico Paz, seorang talenta muda yang menarik perhatian klub-klub besar di Eropa berkat permainan apiknya, buktinya ia berhasil menjadi pahlawan kemenangan di laga ini!
Como 1907 memutus tren gagal menang di Liga Italia dengan kemenangan dramatis ketika menjamu AS Roma berkat junior Lionel Messi.
AS Roma tumbang dalam lawatannya ke markas Como. Tanpa basa-basi, pelatih Roma Claudio Ranieri melontarkan komentar keras soal performa timnya.
AS Roma asuhan Claudio Ranieri Kembali merasakan awan gelap usai sempat merasakan dua kemenangan beruntun.
Claudio Ranieri berbagi pandangannya tentang kinerja tim dan apa yang menyebabkan Giallorossi kebobolan dua gol telat ke Como dalam kekalahan semalam. Dalam ...
Diam-diam Wakil Presiden Inter Milan, Javier Zanetti muncul di laga Como 1907 melawan AS Roma, Nerazzurri disebut serius pantau wonderkid Nico Paz.
Bertanding di Stadion Giuseppe Sinigaglia, kandang Como, kedua tim saling menyerang sejak babak pertama. Serangan-serangan yang dilakukan AS Roma gagal ...
Alessandro Gabrielloni menjadi pahlawan Como dalam kemenangan dramatis 2-0 atas AS Roma di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Minggu (15/12) atau Senin (16/1...
Jelang AS Roma cs Sampdoria Kamis 19 Desember 2024 pukul 03.00 WIB nanti Claudio Ranieri mempersiapkan tim.
Kalah 2-0 dari tim yang terakhir kali merasakan kesuksesan pada bulan September, tim Roma asuhan Claudio Ranieri yang sedang sakit mencapai titik terendah baru ...
Como 1907 memutus tren gagal menang di Liga Italia dengan tripoin dramatis ketika menjamu AS Roma yang diwarnai gol junior Lionel Messi.
Como 1907 mengakhiri puasa kemenangan di Liga Italia. Anak asuh Fabregas sukses menuai tripoin dramatis saat menjamu AS Roma.
AS Roma menelan kekalahan 0-2 saat bertandang ke tim zona degradasi, Como. Dua gol di masa injury time membungkam I Lupi.
Federico Fazio awalnya bergabung dengan AS Roma sebagai pemain pinjaman dari klub English Premier League (EPL), Tottenham Hotspur, pada musim panas 2016.