Jubir Presiden Adita Irawati bikin heboh dengan istilah 'rakyat jelata', tapi apa sih makna sebenarnya? Yuk, simak kisahnya!
Arti "Rakyat Jelata" menjadi perbincangan hangat di kalangan publik setelah pernyataan Juru Bicara Presiden, Adita Irawati, saat menanggapi kasus yang melibatkan Miftah Maulana. Dia menyebut seorang pedagang es teh sebagai bagian dari "rakyat jelata". Sejak saat itu, banyak yang mempertanyakan apa sebenarnya yang dimaksud dengan istilah ini, apakah sebagai penghormatan atau justru dianggap hina.
Di tengah riuhnya reaksi publik, Adita Irawati memberikan klarifikasi. Dia menjelaskan bahwa memang ada pergeseran makna dari istilah tersebut, sebatas pengertian umum tentang masyarakat lapisan bawah. Namun, perkataannya seolah sensasional dan terkesan merendahkan posisi sang pedagang. Kegaduhan semakin menjadi, ketika masyarakat mulai membahas apakah mungkin di masa lalu rasa hormat terhadap golongan rakyat jelata ini telah hilang, hingga menjadikan istilah ini problematis.
Model komunikasi Adita Irawati dan cara penjelasannya menjadi bahan pembicaraan, sebab dia juga meminta maaf dan berharap semua pihak dapat memahami bahwa ucapannya tidak bermaksud demikian. Dalam mundurnya waktu, seakan-akan kita melihat dua sisi dari sama: satu sisi ada harapan untuk menggugah kesadaran masyarakat tentang harkat dan martabat pedagang kecil, di lain sisi ada risiko ambiguitas dalam penggunaan istilah yang sensitif.
Kisah ini tentu bukan hanya berputar pada satu kalimat saja. Ia menciptakan ruang diskusi publik tentang pengakuan, pengertian, dan penghormatan terhadap semua golongan masyarakat, khususnya rakyat kecil. Kita patut bertanya, apakah tindakan afirmatif memang diperlukan untuk mengangkat derajat rakyat jelata di mata publik? Atau mereka akan terus terpinggirkan dalam arus dan percakapan sosial yang terjadi di negeri ini?
Tahukan kamu? Istilah 'rakyat jelata' sebenarnya sudah ada sejak zaman kolonial, menggambarkan masyarakat yang tidak memiliki akses atau kekuasaan. Mungkin sudah saatnya kita mendefinisikan ulang agar kata itu tidak lagi terkesan negatif, tetapi menjadi nomenklatur kebanggaan! Selain itu, di negara-negara lain seperti Prancis, ada istilah 'sans-culottes' yang memiliki makna sama, namun digunakan untuk menghormati golongan rakyat biasa yang berjuang di masa Revolusi Prancis!
Apa arti sebenarnya dari rakyat jelata? Simak makna, sejarah, dan kontroversi di balik istilah yang menjadi sorotan publik belakangan ini.
Berikut ini makna kata "rakyat jelata" yang viral setelah disebutkan oleh Jubir Presiden Adita Irawati saat menanggapi kasus Miftah Maulana. Kontributor: Dicky ...
Jubir presiden, Adita Irawati sebut pedagang es teh sebagai 'rakyat jelata'. Apakah bermakna hinaan?
Adita menilai ada pergeseran makna pada diksi 'rakyat jelata', tetapi ia meminta maaf dan menyadari perkataannya kurang tepat.
Adita Irawati yang menjabat sebagai Juru Bicara (Jubir) Kantor Komunikasi Kepresidenan mendadak viral setelah menyebut istilah rakyat jelata untuk rakyat ...
Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan Adita Irawati memberikan klarifikasi terkait pernyataan 'rakyat jelata'. Adita meminta maaf atas pernyataannya.
JATIMTIMES - Kata "rakyat jelata" kembali mencuat setelah Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan Adita Irawati menanggapi viralnya kontroversi...
Juru bicara Kantor Komunikasi Presiden Prabowo Subianto, Adita Irawati, sempat membuat gaduh publik. Hal ini terjadi ketika dirinya memberi.
Jubir PCO Adita Irawati mengklaim tidak sengaja ketika menyebut "rakyat jelata" dalam sesi wawancara dengan salah satu media.
Sebutan "rakyat jelata" tersebut Adita ucapkan saat merespons Mantan Utusan Khusus Presiden Miftah Maulana Habiburrahman yang menghina pedagang es teh bernama Sunhaji di Magelang, Jawa Tengah. "Presiden kita, Pak Prabowo Subianto, ini kalau dilihat dari ...