Gus Baha membahas senyum nakal dan ibadah sekaligus! Cek pandangannya tentang apa yang benar-benar seharusnya kita senyumin!
Gus Baha, seorang ulama asal Rembang yang dikenal karena pendekatan dakwahnya yang lembut dan penuh makna, mengungkapkan pandangannya mengenai fenomena senyum di kalangan masyarakat, terutama wanita yang memiliki niat buruk. Dalam ceramahnya, ia menyatakan bahwa senyum sering kali bisa menjadi alat manipulasi, mirip dengan senyum para penipu atau bisnis serupa dalam menjebak orang lain. Namun, ia juga mengajak kita untuk merenungkan kapan senyum itu bisa jadi ibadah. Apakah senyum bisa menjadi bentuk kebaikan? Gus Baha mendorong kita untuk mengingat pentingnya niat di balik senyuman yang kita lemparkan kepada orang lain.
Di sisi lain, Gus Baha juga menekankan bahwa menjaga keutuhan ajaran Islam bukanlah tanggung jawab satu organisasi saja. Dalam pandangannya, semua umat Islam memiliki tanggung jawab untuk mengedukasi diri dan melestarikan ajaran-Nya. Pada salah satu kesempatan, ia juga mengingatkan betapa pentingnya sanad atau rangkaian ilmu dari guru hingga Rasulullah SAW, untuk menghindari cara berpikir yang tidak sesuai dengan prinsip keagamaan. Ini semakin menekankan betapa pentingnya memahami sumber pengetahuan yang kita anut dan menyebarkannya dengan benar.
Artikel ini tidak hanya menarik perhatian karena pencerahan Gus Baha, tetapi juga mengajak kita untuk melihat lebih dalam tentang bagaimana interaksi sosial bisa dipenuhi dengan makna spiritual. Dalam hal ini, ia berbagi beberapa tips untuk menjaga emosi kita ketika dihina. Alih-alih merespons dengan kemarahan, Gus Baha menyarankan agar kita mengembangkan pemahaman yang lebih dalam agar bisa merespons dengan bijak.
Menariknya, di balik humor dan sentilan Gus Baha, terdapat pelajaran berharga tentang kesadaran akan perbuatan kita dan dampaknya terhadap orang lain. Ia kerap menggunakan cara-cara humoris untuk membuat audiensnya merenung lebih dalam, seperti ketika ia berkelakar tentang doa orang yang kesusahan, sehingga membuat kita teringat untuk selalu bersyukur dalam setiap keadaan. Gus Baha bukan hanya seorang ulama, tetapi juga inspirator bagi banyak orang, mengajarkan kita bahwa senyum yang tulus bisa menjadi salah satu kunci untuk menjalin hubungan yang lebih baik dalam masyarakat.
Gus Baha mencontohkan bagaimana senyum sering kali digunakan oleh orang-orang dengan niat buruk, seperti penipu, wanita nakal, atau pelaku bisnis bodong.
Liputan6.com, Jakarta - Dalam ceramahnya, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha, mengingatkan umat Islam untuk selalu menyadari siapa yang sebenarnya ...
Sanad adalah rangkaian kelimuan dari guru yang bersambung hingga Rasulullah SAW. Gus Baha menegaskan bahwa dalam urusan akhirat, seseorang tidak bisa ...
Ulama asal Rembang ini adalah sosok inspiratif yang dikenal sebagai ahli tafsir dan pengasuh pesantren, mengusung pendekatan dakwah yang moderat dan penuh ...
Gus Baha dipuji jauh lebih baik ketimbang Gus Miftah hingga silsilah keluarganya ikut menuai sorotan.
Ulama kharismatik asal Rembang yang akrab dengan panggilan Gus Baha ini membeberkan cara mudah adar tidak lekas marah saat dihina.
“Bagi malaikat itu aneh, orang tidak punya duit kok nggak siap dan nggak kuat, aku biasa, kata malaikat,” kata Gus Baha berkelakar. “Ha..ha…ha…,” ...