Apa yang terjadi dengan saham ADRO? Kenaikan ekspektasi dividen malah berujung kerugian. Temukan kabar lengkapnya!
Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) baru-baru ini menjadi sorotan pelik di pasar saham Indonesia. Bertepatan dengan masa ex date dividen yang jatuh pada 26 November 2024, saham ADRO justru mencatatkan rekor jatuh bebas hingga mencapai batas auto reject bawah (ARB) pada perdagangan Kamis, 28 November 2024. Pada hari itu, sahamnya turun tajam hingga 24,80%, mengundang rasa penasaran dan kebingungan dari investor di pasar. Kabarnya, cum dividen yang bahkan mencapai Rp 41 triliun tidak memberikan dampak positif bagi sahamnya.
Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Maruarar Sirait atau ARA, juga memunculkan berita tentang kerjasama dengan dua emiten tambang, termasuk ADRO, untuk membangun rumah rakyat di Kalimantan. Proyek ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bisnis baru sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat akan perumahan. Namun, di tengah masa-masa sulit bagi para pemegang saham ADRO, berita ini seakan menjadi hiburan di tengah gelombang api sell-off yang mengganggu fokus investor.
Berkaca pada kondisi pasar, investor nampaknya sangat mempengaruhi dinamika saham ADRO dengan antrean jual yang mencengangkan. Di aplikasi Ajaib Sekuritas, total antrean untuk menjual saham ADRO bahkan mencapai 14,4 juta! Hal ini menunjukkan betapa investor bereaksi secara emosional terhadap potensi kerugian yang mereka hadapi setelah ex date dividen. Tentunya situasi ini menimbulkan pertanyaan: Apakah dividen justru menjadi ‘bisa makan’ bagi para investor?
Dengan saham yang terjun bebas, penting bagi investor dan analis untuk melihat lebih dalam tentang prospek ke depan dari ADRO. Timing dan keputusan yang tepat bisa beralih antara kerugian besar atau keuntungan untuk para investor. Apalagi, informasi lebih lanjut mengenai rencana pembangunan rumah rakyat dapat memberikan harapan baru di tengah palung pasang ini.
Menariknya, meskipun mengalami penurunan yang cukup mendalam, kolaborasi ADRO dalam proyek pembangunan rumah rakyat menunjukkan bahwa perusahaan tetap berupaya untuk berkontribusi pada kebutuhan sosial masyarakat. Dengan kegemaran masyarakat tentang edukasi keuangan, kini waktunya kita semua mengenali risiko dan peluang investasi di tengah pergerakan saham yang tidak menentu. Adakah kesempatan untuk bounce back? Hanya waktu yang bisa menjawab!
Jakarta, CNBC Indonesia - Bertepatan masa ex date dividen, saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) pada pembukaan pasar Kamis hari ini (28/11/2024) ...
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman Maruarar Sirait atau ARA, mengaku akan bekerja sama dengan dua emiten tambang, ...
Saham Alamtri (ADRO) malah merah saat cum date di 26 November. ADRO disebut berpotensi merosot.
Saham ADRO ambrol hingga menyentuh batas auto reject bawah (ARB) usai tanggal cum dividen yang jatuh pada 26 November 2024.
Harga saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) ambles ke level Auto Rejection Bawah (ARB) pada perdagangan Kamis (28/11).
Harga saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) anjlok tajam sebesar 24,8 persen hingga menyentuh batas ARB (Auto Reject Bawah).
Merosotnya saham ADRO di level auto reject bawah (ARB) membuat investor antre gila-gilaan untuk menjual. Di aplikasi Ajaib Sekuritas, hingga pukul 12:30 WIB, ...
Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (sebelumnya PT Adaro Energy Indonesia Tbk) alias ADRO jatuh di awal perdagangan Kamis (28/11/2024).
Menteri PKP Maruarar Sirait umumkan groundbreaking program 3 juta rumah pada Desember di Kalimantan. Proyek ini melibatkan perusahaan swasta.
Pada sesi pertama perdagangan, Kamis, 28 November 2024, harga saham ADRO berada di level tertinggi Rp 2.760 dan level terendah Rp 2.760 per saham.
Harga saham Alamtri Resources Indonesia ($ADRO) – dulu dikenal sebagai Adaro Energy Indonesia – turun -24,8% dan menyentuh batas auto reject bawah (ARB) di ...
Market cap ADRO susut Rp 27,99 triliun menjadi hanya Rp 84,89 triliun pada Kamis (28/11) dari posisi Rp 112,88 triliun pada Selasa (26/11).
Saat IHSG hari ini memerah, ada tiga saham terkapar hingga membentur batas Auto Rejection Bawah (ARB), termasuk ADRO.
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup koreksi 0,63% ke posisi 7.00,15 pada perdagangan Kamis hari ini (28/11/2024).
Berita populer dalam 24 jam terakhir, mulai dari saham ADRO jeblok hingga laba bersih Amman Mineral (AMMN) meroket.
JAKARTA, investor.id - Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) - dahulu Adaro Energy Indonesia - anjlok 24,80% mentok auto reject bawah (ARB) ke Rp ...
Stockbit menyebutkan Alamtri (ADRO) baru akan mengumumkan nilai dividen per saham hari ini. Dividen ADRO akan dibayarkan pada 6 Desember.
Saham ADRO amblas 20,65% atau merosot 570 poin ke posisi Rp2.190 per saham pada perdagangan hari ini hingga pukul 09.10 WIB.
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau ambles 1% pasca pembukaan pasar pagi ini, Jumat (29/11/2024).
Koreksi saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) masih berlanjut pada Jumat, 29 November 2024.
JAKARTA, investor.id - PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) akhirnya merilis prospektus penawaran umum oleh pemegang saham (PUPS) untuk saham-saham ...
Penurunan tajam saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (sebelumnya PT Adaro Energy Indonesia Tbk) alias ADRO dalam dua hari terakhirmembuat riuh pelaku ...