PM Israel, Benjamin Netanyahu, resmi menjadi buronan ICC! Yuk, simak reaksi dunia dan dampaknya untuk Israel!
Amnesty International telah mengeluarkan pernyataan mengejutkan: Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kini secara resmi menjadi buronan. Hal ini terjadi setelah International Criminal Court (ICC) menerbitkan surat perintah penangkapan terhadapnya. Surat perintah ini meliputi dugaan kejahatan perang yang terjadi di Gaza, mengundang sorotan tajam dari berbagai belahan dunia. Dalam perkembangan mutakhir, banyak negara kini bersiap untuk menangkap Netanyahu jika ia memasuki wilayah hukum mereka. Apakah ini menandakan akhir karir politik Netanyahu?
Reaksi global terhadap keputusan ICC ini sangat beragam. Amerika Serikat dan Uni Eropa segera merespons dengan pernyataan yang menyatakan keprihatinan mereka mengenai keputusan ini. Banyak negara lain dalam komunitas internasional pun menunjukkan dukungan penuh terhadap ICC, menekankan pentingnya penegakan hukum internasional, terutama di saat konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Namun, Netanyahu sendiri tidak mau diam, ia dengan tegas menuding ICC atas apa yang dianggapnya sebagai tindakan politis yang tidak adil dan bias.
Dalam berbagai laporannya, ICC meyakini bahwa Netanyahu memiliki tanggung jawab dalam beberapa kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang yang terjadi sejak 8 Oktober 2023. Ia bukan satu-satunya yang menjadi buronan; mantan Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, juga mendapatkan nasib serupa. Memang, penerbitan surat perintah menangkap ini bukan hanya sekadar keputusan hukum, tetapi juga menciptakan gejolak politik yang dalam bagi Israel, yang harus bersiap menghadapi konsekuensi diplomatik yang serius.
Malaysia, Brasil, dan Italia adalah beberapa negara yang siap bekerjasama dalam membantu ICC menegakkan hukum ini. Berdasarkan hukum internasional, jika Netanyahu dan Gallant pernah berada di salah satu negara tersebut, mereka harus ditangkap. Momen ini menciptakan ketidakpastian dalam arena politik di Israel, dan dunia mengawasi dengan penuh perhatian.
Menariknya, ICC atau Mahkamah Pidana Internasional, didirikan pada tahun 2002 dan memiliki tujuan untuk mengadili individu atas kejahatan serius seperti genosida dan kejahatan perang. ICC telah membuat sejarah dengan menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap seorang pemimpin negara berkuasa. Apakah ini akan menjadi titik balik dalam hukum internasional, ataukah akan ada usaha diplomasi yang akan mengubah arah keadaan? Hanya waktu yang akan menjawabnya!
Amnesty International menyebut PM Israel Benjamin Netanyahu resmi menjadi seorang buronan setelah ICC menerbitkan surat perintah penangkapan terhadapnya.
ICC resmi mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Benjamin Netanyahu atas dugaan kejahatan perang di Gaza. Keputusan ini memicu reaksi global, ...
Mahkamah Pidana Internasional akhirnya menerbitkan surat penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang pertama diungkap penyidik Mei ...
Pengadilan kriminal internasional (International Criminal Court/ICC) secara resmi mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk PM Israel Benjamin ...
Jika Netanyahu dan mantan menteri pertahanannya Yoav Gallant datang ke Italia, kami harus menangkap mereka berdasarkan hukum internasional, ...
Pengadilan pidana internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk perdana menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
ICC meyakini bahwa Netanyahu bertanggung jawab atas kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang yang dilakukan sejak 8 Oktober 2023 di Palestina.
Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam konferensi pers pada Senin (2/9/2024), menunjukkan peta Israel tanpa Tepi Barat, yang telah diduduki Israel ...
International Criminal Court (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap PM Israel Benjamin Netanyahu dan eks menteri pertahanannya, ...
Benjamin Netanyahu dan Yoav Gallant kini menjadi buronan di 124 negara di dunia setelah ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan.
Sekretaris Jenderal Amnesty International, Agnรจs Callamard menyebut surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk ...
Ia disebut telah melakukan "kejahatan perang" dan "kejahatan kemanusiaan". Surat penangkapan ICC juga dikeluarkan untuk mantan menteri pertahanan Israel, Yoav ...
Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) memerintahkan penangkapan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant atas ...
ICC menyatakan Netanyahu dan Gallant bertanggung jawab atas kejahatan berupa kelaparan sebagai metode perang, pembunuhan, penganiayaan, dan tindakan tidak ...
Benjamin Netanyahu dan Yoav Gallant kini menjadi buronan di 124 negara di dunia setelah ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan. Halaman all.
ICC juga menemukan dasar yang wajar untuk meyakini bahwa Netanyahu dan Gallant masing-masing bertanggung jawab secara pidana sebagai penguasa sipil untuk ...
Jakarta, CNBC Indonesia - Mahkamah Pidana Internasional (ICC) kembali menjadi sorotan. Hal ini terjadi setelah lembaga itu mengeluarkan perintah penangkapan ...
Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada Kamis resmi mengeluarkan surat perintah penangkapan kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan mantan pimpinan ...
Sebelumnya, ICC resmi merilis surat perintah penangkapan terhadap Benjamin Netanyahu dan Yoav Galant, yang dinilai bertanggung jawab atas kejahatan kemanusiaan ...
International Criminal Court/ICC) resmi mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
ICC, pengadilan yang berbasis di Den Haag itu mengumumkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan Gallant pada Kamis (21/11/2024)
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu resmi menjadi buronan Mahkamah Pidana Internasional (ICC), Kamis (21/11/2024).
G7 akan mulai membahas surat perintah penangkapan pejabat otoritas Israel yaitu Benjamin Netanyahu dan Yoav Gallant.