Doktrin nuklir Rusia diubah. Apakah kita siap menghadapi semua ini? Baca selengkapnya!
Presiden Rusia, Vladimir Putin, baru-baru ini menandatangani dekrit yang mengubah doktrin nuklir negaranya. Perubahan ini mengisyaratkan bahwa Rusia sekarang mempertimbangkan kemungkinan untuk menyerang Amerika Serikat menggunakan senjata nuklir. Dengan doktrin baru ini, Putin memperkuat posisinya dalam konteks geopolitik yang semakin rumit, terutama dengan situasi yang terus memanas di Ukraina.
Tak hanya itu, ketegangan antara Rusia dan AS semakin meningkat, dengan AS yang kini mengizinkan Ukraina menggunakan rudal jarak jauh untuk menyerang posisi-target Rusia. Senator AS, Rand Paul, bahkan menyatakan kekhawatirannya tentang langkah Gedung Putih yang tampaknya memfasilitasi peningkatan kemampuan militer Ukraina. Sementara itu, Rusia tampaknya tak tinggal diam. Mereka mulai memproduksi shelter bom tahan radiasi sebagai upaya perlindungan dari potensi serangan yang bisa terjadi.
Perubahan doktrin ini juga tak terlepas dari berlanjutnya konflik yang telah berlarut-larut antara Rusia dan Ukraina. Dalam laporan terbaru, Ukraina dilaporkan mulai menembakkan rudal ATACMS ke arah markas militer Rusia. Tanggapan Rusia cepat dan menyebut bahwa mereka telah menembak jatuh sebagian besar rudal tersebut, meskipun satu di antaranya menyebabkan kebakaran di target. Ketegangan ini menambah lapisan kompleksitas dalam hubungan internasional saat ini, yang tentunya patut menjadi perhatian kita bersama.
Dalam konteks ini, Putin memperingatkan bahwa penggunaan rudal jarak jauh yang dipasok AS untuk Ukraina bisa membuka potensi eskalasi yang lebih jauh. Apakah ini langkah yang bijak atau justru memicu perang yang lebih luas? Siapa pun yang mengikuti berita ini akan merasakan getaran ketegangan yang semakin meningkat.
Menariknya, Rusia bukan hanya bersiap-siap di front militer. Ternyata, air laut Indonesia kini laku keras di pasar internasional, termasuk di Korea dan Rusia. Hal ini menunjukkan betapa kompleksnya perdagangan global dan bagaimana Indonesia bisa memanfaatkan potensi maritimnya. Dan speaking of shelter bom, apakah kamu tahu bahwa beberapa negara lain juga mulai memproduksi shelter serupa? Ternyata, ketahanan diri menjadi fokus banyak negara di tengah ketidakpastian geopolitik yang sedang berlangsung!
Presiden Vladimir Putin meneken dekrit yang memperbarui aturan penggunaan senjata nuklir Rusia dan bisa menyerang Amerika Serikat menggunakan nuklir.
Jakarta, CNBC Indonesia- Indonesia, negara maritim dengan luas laut mencapai 5,8 juta kmยฒ, ternyata tak hanya memanfaatkan laut sebagai jalur perdagangan ...
Senator Amerika Serikat (AS) Rand Paul pada Selasa (19/11) menyebut keputusan Gedung Putih yang diduga membiarkan Ukraina menggunakan rudal jarak jauh yang ...
Tempat perlindungan ini diklaim bisa memberikan perlindungan dari berbagai ancaman buatan manusia dan bencana alam, termasuk radiasi dan gelombang kejut.
Rusia mengklaim telah menembak jatuh enam roket, lima diantaranya tidak mengenai sasaran dan satu sebabkan kebakaran.
Pemerintahan Presiden AS Joe Biden yang akan berakhir ingin mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan ketegangan terkait perang Ukraina, ...
Doktrin lama hanya menyatakan bahwa Rusia dapat menggunakan senjata nuklir ketika negara terancam.
Doktrin ini disahkan beberapa hari setelah Presiden AS Joe Biden memberi izin Ukraina untuk menggunakan senjata yang dipasok Washington untuk menyerang ...
Presiden Rusia Vladimir Putin resmi merevisi doktrin nuklir yang bertujuan untuk menjamin keamanan nasional dari ancaman kekuatan musuh. - Bagian 1.
Doktrin itu menyatakan bahwa serangan konvensional terhadap Rusia oleh negara mana pun dianggap serangan nuklir gabungan.
Ukraina mulai membombardir wilayah perbatasan Rusia dengan menggunakan rudal jarak jauh ATACMS yang dipasok dari AS.
Rusia memulai produksi massal tempat perlindungan/shelter bom yang dapat melindungi dari berbagai ancaman buatan manusia dan bencana alam termasuk radiasi ...
Ukraina menghantam gudang senjata Rusia di perbatasan kedua negara menggunakan rudal buatan Amerika Serikat (AS).
Banyak pihak berspekulasi bahwa keputusan Putin menurunkan ambang batas penggunaan senjata nuklir oleh Rusia merupakan tanggapan terhadap keputusan Biden ...
Pada Juni lalu, Putin dan Kim menandatangani perjanjian kemitraan strategis di Korea Utara. Perjanjian tersebut mengharuskan kedua negara mengerahkan ...
Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli. KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Amerika Serikat tidak akan menyesuaikan sikap nuklirnya meskipun Rusia mengumumkan ...
'Pintu gerbang' perang dunia ketiga (PD 3) sepertinya resmi terbuka. Ukraina mulai menggunakan senjata jarak jauh AS, untuk menyerang masuk ke negara Rusia.
Seorang pejabat senior mengatakan kepada AFP bahwa serangan di wilayah Bryansk, Rusia, pada Selasa pagi dilakukan dengan rudal ATACMS - merujuk pada Sistem ...
Putin menyetujui doktrin terbaru soal serangan nuklir. Amerika Serikat (AS) mengecam dan menyebut itu sebagai retorika tak bertanggung jawab.
Rusia menganggap tembakkan rudal ATACMS buatan Amerika Serikat (AS) yang telah dilakukan oleh Ukraina sebagai fase baru perang melawan Barat.