Siapa sangka Tulsi Gabbard yang dulunya anggota Kongres Partai Demokrat kini menjadi Kepala Badan Intelijen AS? Yuk, intip profil dan fakta menariknya!
Siapa yang tidak kenal Tulsi Gabbard? Wanita kelahiran 12 April 1981 ini bukan hanya dikenal sebagai mantan anggota Kongres dari Partai Demokrat, tapi kini ia juga menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen AS, posisi yang membuat banyak orang terkejut. Dengan latar belakang keturunan India dari ayahnya dan Prancis dari ibunya, Tulsi telah menunjukkan bahwa keberagaman bisa menjadi kekuatan dalam politik. Penunjukannya oleh Presiden AS terpilih Donald Trump untuk mengawasi 18 lembaga intelijen di negara tersebut menjadi kabar yang hangat diperbincangkan di kalangan media dan masyarakat.
Tulsi Gabbard dikenal sebagai sosok yang kontroversial. Setelah pindah ke Partai Republik, dia menjadi sorotan banyak orang, termasuk kritik dari anggota partai lamanya. Debat mengenai posisinya semakin memanas ketika Debbie Wasserman Schultz dari Partai Demokrat menuduhnya sebagai aset Rusia. Meskipun begitu, dukungan dari pihak-pihak tertentu menunjukkan bahwa kariernya tidak akan mudah digoyahkan. Mengawasi badan intelijen tentu bukan tugas ringan, dan Tulsi memiliki keahlian serta pengalaman untuk menghadapinya.
Namun, perjalanan Tulsi bukan tanpa rintangan. Penunjukannya memicu kontroversi yang cukup besar, dengan banyak yang mempertanyakan motivasi Trump dalam memilihnya. Tidak hanya soal politik, tetapi juga soal integritas dan misi yang harus diemban oleh Kepala Badan Intelijen. Tulsi pun harus membuktikan bahwa ia bisa membawa perubahan yang positif di tengah sorotan tajam dari banyak pihak. Masyarakat berharap agar ia tidak hanya menjadi boneka politik, tetapi bisa menjalankan perannya dengan percaya diri dan independen.
Di luar semua kisruh politik, ada beberapa fakta menarik tentang Tulsi Gabbard yang mungkin belum kamu ketahui. Meskipun terjun ke dunia politik, Tulsi adalah seorang militer yang telah bertugas di Angkatan Bersenjata AS. Selain itu, di luar urusan pemerintahan dan intelijen, ia juga seorang penggemar yoga dan pernah memperkenalkan praktik yoga di Monte Carlo. Jadi, siapapun yang berpikir bahwa Tulsi hanya seorang politisi, sepertinya harus berpikir dua kali! Cita-citanya untuk membawa perubahan nampaknya bukan sekadar jargon, melainkan komitmen nyata dari seorang wanita yang berjuang dalam banyak aspek.
Tulsi Gabbard dilahirkan pada 12 April 1981 di Lihue, Hawaii. Ia adalah putri dari seorang ayah keturunan India dan seorang ibu keturunan Prancis.
Presiden AS Terpilih Donald Trump menunjuk Tulsi Gabbard sebagai Kepala Badan Intelijen AS. Dia akan mengawasi 18 lembaga intelijen di negara tersebut.
Jakarta: Tulsi Gabbard adalah mantan anggota Kongres dari Partai Demokrat yang kini bergabung dengan Partai Republik dan telah dipilih oleh Presiden ...
Schultz juga menyebut seluruh kabinet Trump sebagai yang paling ekstrem dan berbahaya dalam sejarah. Tulsi Gabbard, yang ditunjuk Presiden terpilih Amerika ...
Perwakilan Demokrat Florida Debbie Wasserman Schultz Pilihan Trump untuk Presiden terpilih Tulsi Gabbard diumumkan pada hari Jumat Direktur Intelijen ...