Pasukan Korea Utara kini beraksi di medan perang Rusia-Ukraina! Apa dampaknya untuk stabilitas dunia?
Dalam perkembangan mengejutkan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan keprihatinannya setelah muncul laporan mengenai keberadaan pasukan Korea Utara di Rusia. Hal ini terjadi setelah Korea Utara melakukan peluncuran rudal antarbenua yang menunjukkan kekuatan militer mereka. Ketegangan ini semakin meningkat ketika dilaporkan bahwa pasukan Korea Utara tersebut kini terlibat langsung dalam konflik Rusia-Ukraina, menciptakan rasa khawatir di antara negara-negara barat dan sekutunya.
Militer Korea Utara dilaporkan telah dikerahkan untuk melawan Ukraina, yang didukung oleh Amerika Serikat. Sementara itu, intelijen militer Korea Selatan mengungkapkan, Korea Utara terus melakukan uji coba rudal, termasuk peluncuran rudal balistik jarak jauh ke arah laut. Para pejabat militer khawatir bahwa langkah ini adalah sinyal bahwa Kim Jong Un memperkuat senjata nuklirnya dan bersiap untuk meningkatkan ketegangan lebih lanjut di kawasan tersebut. Pepatah kuno mengatakan, "Jangan mengusik singa yang sedang tidur," tapi tampaknya Korea Utara memilih untuk bangkit dan menunjukkan giginya.
Kepala JCS (Joint Chiefs of Staff) Korea Selatan menyebutkan bahwa rudal yang diluncurkan adalah tipe jarak jauh yang berpotensi mengancam negara lain, termasuk Amerika Serikat. Sementara itu, Mayor Jenderal Pat Ryder dari Pentagon juga menyoroti keberadaan ‘sejumlah kecil’ pasukan Korea Utara di wilayah Kursk, Rusia. Hal ini menunjukkan bahwa konflik antara dua negara ini bisa mengarah pada dampak global yang lebih besar.
Dengan kehadiran mereka di medan perang, tak pelak membuat para pemimpin dunia semakin khawatir. Dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB, perwakilan Rusia bahkan membuat argumen bahwa hubungan militer dengan Korea Utara bersifat fair dan tidak berbahaya. Pertanyaannya sekarang, bagaimana dunia akan merespons perkembangan ini? Apakah kita akan melihat lebih banyak aksi militan dari negara-negara lain?
Fakta menarik yang tak kalah mengejutkan: Korea Utara diketahui memiliki salah satu program senjata nuklir terbesar di dunia dan mempercepat pengembangan teknologi rudalnya. Di sisi lain, hubungan antara Rusia dan Korea Utara sudah terjalin sejak lama, tetapi dengan situasi yang memanas, kita semua bertanya-tanya, seberapa jauh kedua negara akan melangkah? Sejarah menunjukkan bahwa perang sering kali dimulai dengan langkah-langkah kecil - seperti menduduki posisi di dalam sebuah permainan catur.
Seiring dengan langkah Korea Utara yang semakin agresif, banyak di antara kita yang mungkin mulai bertanya-tanya, "Apakah dunia seperti yang kita kenal ini akan terus bertahan?" Mari kita saksikan perkembangan berikutnya dengan penuh perhatian, karena sejarah tidak pernah ada habisnya, hanya menunggu untuk dituliskan kembali!
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (30/10) menyatakan keprihatinan yang mendalam atas laporan tentang personel militer Korea Utara yang dikerahkan ...
Korea Utara menembakkan rudal balistik jarak jauh yang diduga ke arah laut di lepas pantai timurnya pada Kamis (31/10).
Manuver rudal rezim Kim Jong-un ini terjadi setelah intelijen militer Korea Selatan melaporkan Korea Utara telah menyelesaikan persiapan untuk uji coba ...
"Rudal balistik tersebut diduga merupakan long-range missile (rudal jarak jauh) yang diluncurkan pada sudut yang tinggi," imbuh kepala JCS tersebut. Militer ...
Pasukan Korea Utara tersebut ditengarai bergabung dengan pasukan Rusia untuk melawan Ukraina yang disokong Amerika Serikat. Beberapa pejabat tinggi militer ...
Mayor Jenderal Pat Ryder, juru bicara Pentagon, pada Selasa (29/10) mengatakan “sejumlah kecil” pasukan Korea Utara kini telah berada di wilayah Kursk, ...
Kim Jong Un genjot kesiapan senjata nuklir Korea Utara setelah kirimkan pasukan untuk dukung Rusia lawan Ukraina. Ini hulu ledak yang dimilikinya.
Kedua pemimpin itu membahas dampak yang ditimbulkan oleh pengerahan pasukan Korea Utara ke medan perang.
Austin mengatakan AS khawatir Rusia mungkin akan menggunakan pasukan Korea Utara dalam pertempuran, meskipun hingga kini belum dipastikan.
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin mengungkapkan bahwa pasukan Korea Utara yang mengenakan seragam Rusia dan ...
Liputan6.com, Seoul - Korea Utara telah menyiagakan peluncur untuk rudal balistik antarbenua (ICBM) dan kemungkinan memutuskan untuk meluncurkannya sekitar ...
Korea Utara pada Kamis (31/10/2024) pagi ini meluncurkan rudal yang dapat terbang hingga waktu cukup lama.
KONTAN.CO.ID - Perwakilan Rusia di Dewan Keamanan PBB, Vasily Nebenzya, mengklaim bahwa hubungan militer negaranya dengan Korea Utara sama sekali tidak ...
Nebenzia menghadapi argumen blak-blakan pada pertemuan Dewan Keamanan PBB dengan Amerika Serikat (AS), Inggris, Korea Selatan, Ukraina dan negara lainnya.
KBRN, Pyongyang: Korea Utara meluncurkan rudal balistik antarbenua untuk pertama kalinya dalam hampir setahu.
Seoul dan Washington telah mengonfirmasi pengerahan pasukan, yang dikhawatirkan akan meningkatkan perang Rusia di Ukraina.
Hwang menekankan bahwa dukungan militer Pyongyang yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Moskow akan mengubah dinamika geopolitik di kedua sisi benua ...
Korea Utara diduga menembakkan rudal balistik antarbenua atau Intercontinental Ballistic Missiles (ICBM) ke perairan lepas pantai timurnya pada Kamis.
Amerika Serikat menilai pengiriman tentara Korea Utara ke perbatasan Ukraina merupakan aksi berbahaya.
Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dan Menteri Pertahanan Korea Selatan Kim Yong-hyun, pada Rabu (30/10), mendesak Korea Utara untuk menarik sekitar 10.000 ...
Pyongyang: Korea Utara (Korut) melakukan uji coba peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) terbaru pada hari Kamis, yang menjadi uji coba pertama dalam ...
Militer Korea Selatan Kamis mengecam peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) terbaru yang dilakukan Korea Utara sebagai provokasi ilegal dan sembrono .
KBRN, Pyongyang: Korea Utara meluncurkan rudal balistik antarbenua untuk pertama kalinya dalam hampir setahu.
Pada Kamis pagi, Korea Utara meluncurkan Rudal Balistik Antarbenua (ICBM) ke arah Laut Jepang, yang juga dikenal sebagai Laut Timur, yang menurut para ...
Pernyataan ini muncul di tengah tuduhan bahwa hingga 10.000 tentara Korea Utara dikirim ke Rusia untuk bertempur melawan pasukan Ukraina, klaim yang langsung ...
Pernyataan ini muncul di tengah tuduhan bahwa hingga 10.000 tentara Korea Utara dikirim ke Rusia untuk bertempur melawan pasukan Ukraina, klaim yang langsung ...
Ukraina bersiap melawan pasukan Korea Utara (Korut) di wilayah Rusia, Kursk, karena masuknya kekuatan nuklir kedua dalam perang Rusia melawan Ukraina ...
Peluncuran tersebut dilakukan hanya beberapa jam setelah pimpinan pertahanan Amerika Serikat dan Korea Selatan mendesak Pyongyang menarik pasukannya dari ...
Kim Jong Un menegaskan peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) bertujuan menunjukkan "kemauan untuk melawan" dari Pyongyang terhadap para musuh.
AS dan sekutu Baratnya menuduh Korea Utara membantu Rusia dan ikut bertempur dalam perang melawan Ukraina.
'Seperti yang telah kami peringatkan berulang kali, lintasan perang di Ukraina yang berbahaya dan meningkat hanya akan menyebabkan penderitaan lebih lanjut ...
WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Robert Wood, menyampaikan bahwa Amerika Serikat ...
KYIV, KOMPAS.com – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengkritik keras respons yang dianggapnya “nol” dari para sekutunya terhadap pengerahan ribuan ...
ID - Militer Korea Utara kembali melakukan uji coba peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) pada hari Kamis (31/10). Kali ini, Pyongyang menguji ICBM ...
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan bahwa sekitar 8.000 tentara Korea Utara telah tiba di Oblast, bersiap untuk mendukung Rusia.
Korea Utara melakukan uji coba peluncuran rudal terbaru dan tercanggih yang dijuluki Hwasong-19 pada Kamis (31/10/2024). Begini kekuatannya.
Sekitar 8.000 tentara Korea Utara (Korut) yang mengenakan seragam militer Rusia diperkirakan akan dikerahkan untuk bertempur melawan pasukan Ukraina.
"Saya punya pertanyaan yang sangat terhormat untuk kolega Rusia saya, apakah Rusia masih bersikukuh bahwa tidak ada pasukan Korea Utara di Rusia?" kata Wood.