Dari BRICS ke dunia! Mata uang digital global baru siap menggantikan dolar. Siapkan diri untuk perubahan besar!
BRICS, aliansi super kuat yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, kini sedang menggodok ide besar yang bisa mengubah peta ekonomi dunia. Dalam sebuah diskusi yang diungkapkan oleh Yuri Ushakov, penasihat presiden Rusia, para anggota BRICS berkomitmen untuk mengembangkan mata uang digital global terpadu. Ini tentunya menjadi sinyal kuat bagi dunia bahwa mereka berniat mengurangi ketergantungan pada dolar AS yang selama ini mendominasi transaksi internasional.
Rencana ini muncul di tengah sorotan dunia yang semakin tajam terhadap kebutuhan sistem pembayaran alternatif. Dalam KTT BRICS ke-16 di Kazan, sebuah kesepakatan dicapai antara pemimpin seperti Vladimir Putin dan Xi Jinping untuk mulai bertransaksi menggunakan mata uang lokal masing-masing, menandakan bahwa pengaruh dolar AS mulai memudar. Hal ini juga didukung dengan peluncuran uang kertas simbolis di KTT tersebut, yang bukan hanya menampilkan bendera negara anggota, tetapi juga mewakili visi baru keuangan global.
Tentu saja, rumor tentang peluncuran mata uang BRICS ini tak terlepas dari skeptisisme, dengan beberapa pihak mengatakan bahwa adalah hoaks belaka. Namun, penyelenggaraan pertemuan puncak ini menunjukkan bahwa BRICS serius dalam upaya dedolarisasi dan menciptakan cadangan mata uang baru. Menariknya, ini bukan hanya tentang menciptakan alternatif, tetapi juga bagaimana BRICS ingin mendefinisikan kembali hubungan ekonomi antar negara anggota dan dunia.
Dengan pengenalan mata uang digital ini, BRICS berisiko membuka era baru dalam kebijakan ekonomi internasional yang lebih adil dan berkelanjutan. Sebuah langkah berani, mengingat banyaknya tantangan teknis dan regulasi yang harus dihadapi. Namun, satu hal pasti: BRICS sedang bersiap untuk mengubah cara kita berpikir tentang uang, dan ini hanya awalan dari sebuah perjalanan besar menuju masa depan keuangan yang lebih inklusif dan berani.
Pada 23 Oktober lalu, Yuri Ushakov, penasihat presiden Rusia, mengonfirmasi adanya diskusi mengenai mata uang bersama BRICS. Ushakov juga menekankan topij ini ...
Pada pertemuan puncak BRICS baru-baru ini, Presiden Rusia Vladimir Putin menyerukan sistem pembayaran internasional alternatif guna mengurangi penggunaan ...
BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) dan anggota lain tengah menjajaki mata uang digital global terpadu yang baru. Halaman all.
RADAR MALANG - BRICS, aliansi ekonomi yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, baru saja meluncurkan mata uang bar.
Salah satu poin komunike bersama dalam KTT ke-16 BRICS di Kazan, Rusia, menyepakati penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral antara negara ...
BRICS bersiap untuk menciptakan mata uang cadangan baru, bagaimana pengaruhnya terhadap dolar AS? Simak berita selengkapnya.
KTT BRICS di Kazan, Rusia meluncurkan uang kertas simbolis memicu arah baru keuangan global. Uang kertas tersebut menampilkan bendera Indonesia dan ...
Tiruan mata uang baru dari aliansi BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) resmi diluncurkan pada KTT BRICS.
Analisis Forex oleh ING Economic and Financial Analysis (Chris Turner) mengenai: Emas Spot Dolar AS, Dolar AS Yuan China, Indeks Dolar AS Berjangka, ...
Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia resmi diakui sebagai negara mitra BRICS. Salah satu upaya BRICS ini adalah mengurangi penggunaan mata uang dolar Amerika ...
BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) dan anggota lain tengah menjajaki mata uang digital global terpadu yang baru.
Mata uang BRICS adalah mata uang yang direncakan bisa menggeser dominasi dolar AS dalam ekonomi global. Namun ini baru sebatas rencana.
Di media sosial beredar foto yang diduga mata uang blok ekonomi BRICS. Menariknya, terdapat bendera Indonesia di salah satu sisi mata uang tersebut.
KONTAN.CO.ID - LONDON. Presiden Rusia Vladimir Putin tersenyum lebar di kota Kazan, Rusia. Kota ini jadi tempat BRICS Summit yang dihadiri Brasil, Rusia, India, ...
Hal ini akan mempermudah negara-negara BRICS dalam menjalankan kegiatan ekspor-impor tanpa harus khawatir dengan fluktuasi nilai tukar dolar, yang selama ini ...