Yandri Susanto tersandung kritik setelah surat undangan haul berkop Kemendes viral! Apa kata Yandri? Yuk simak!
Tension dalam dunia politik Indonesia kembali mencuat ketika Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menjadi sorotan publik akibat penggunaan kop dan stempel resmi kementerian untuk sebuah acara pribadi, yaitu haul untuk ibunya. Mahfud MD, mantan Menko Polhukam, bahkan secara tegas menilai tindakan ini sebagai pelanggaran etika birokrasi. Dalam era di mana transparansi dan etika publik sangat penting, langkah Yandri ini dicermati oleh banyak kalangan dan menimbulkan diskusi yang hangat di media sosial.
Yandri Susanto akhirnya buka suara mengenai viralnya surat undangan tersebut, yang ditujukan kepada kepala desa di wilayah Serang. Dengan tegas, Yandri memastikan bahwa tidak ada nuansa politis dalam acara tersebut dan mengklaim bahwa semua dilakukan semata-mata untuk menghormati ibunya yang telah wafat. Namun, kritikan tetap berdatangan, terutama dari politisi PDIP, Lasarus, yang menegaskan perlunya menteri menjaga suasana politik agar tidak semakin keruh, apalagi menjelang momen-momen penting politik lainnya.
Seiring dengan kritik yang mengalir, banyak netizen yang ikut memberikan komentar. Berbagai meme dan tanggapan lucu serupa topik ini bertebaran di dunia maya, menambah bumbu pada drama politik ini. Yandri yang juga dikenal sebagai Wakil Ketua Umum PAN kemudian merespons kritik tersebut dengan ucapan terima kasih kepada Mahfud MD atas perhatian dan teguran yang diberikan melalui akun X-nya, tanda bahwa dia tetap menghargai masukan meskipun posisi dan jabatannya terguncang oleh situasi ini.
Sementara itu, acara haul yang dimaksud akan berlangsung pada 21 Oktober 2024 di Pondok Pesantren BAI, membawa harapan baru bagi Yandri untuk mengklarifikasi situasi dan memperbaiki citranya di mata publik. Namun, kejadian ini menjadi pelajaran berarti bagi para pejabat publik untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan fasilitas negara dan memastikan tidak ada salah tafsir yang dapat merugikan citra yang telah dibangun. Dalam dunia politik, sekejap kebijakan bisa memicu efek domino yang tak terduga!
Menarik untuk dicatat bahwa surat undangan resmi untuk acara pribadi bukanlah hal yang jarang terjadi di kalangan pejabat Indonesia, walau demikian, langkah Yandri tentu dapat menjadi contoh bagaimana penggunaan sumber daya pemerintah harus dilakukan dengan bijak. Selain itu, perhatian publik terhadap pelanggaran etika dapat menjadi pengingat bahwa di era digital ini, setiap tindakan dapat menjadi sorotan dan viral hanya dalam hitungan menit!
Mahfud MD menilai Yandri Susanto melanggar etika birokrasi karena membuat surat undangan dengan kop dan stempel resmi kementerian untuk acara pribadi.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto buka suara terkait viralnya undangan haul berkop surat Kemendes yang ...
Undangan Haul, Hari Santri, dan Tasyakuran yang menggunakan kop, stempel dan tanda tangan Menteri Desa dan Daerah Tertinggal menuai kritik.
Menteri Desa Yandri Susanto buka suara soal surat undangan haul kepada kepala desa di Serang. Ia mengatakan tak ada muatan politis di acara itu.
Politikus PDIP, Lasarus mengatakan bahwa Yandri yang juga Wakil Ketua Umum PAN tersebut seharusnya menjaga suasana politik dengan baik.
Yandri mengucapkan terimakasih kepada eks Menko Polhukam Mahfud MD yang telah menegurnya lewat akun X (Twitter).
Surat tersebut, yang dikeluarkan pada 21 Oktober 2024, berisikan undangan acara Haul (peringatan hari wafat) ke-2 ibu Yandri Susanto di Pondok Pesantren BAI ...
Wakil Ketua DPR Saan Mustopa meminta agar Mendes-PDT Yandri Susanto berhati-hati, untuk tidak mencampuradukkan acara pribadi dengan kegiatan dinas.
Menteri Desa dan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, ramai diperbincangkan, karena mengundang Kepala Desa menggunakan surat dengan stempel dan kop atau logo ...
"Hendaknya kita pejabat menempatkan diri di posisi yang tidak membuat kontroversi di tengah masyarakat," ujar Lasarus kepada wartawan di Kompleks Parlemen, ...
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, mengakui telah menggunakan kop dan stempel kementerian untuk undangan haul dan syukuran.
Presiden Prabowo Subianto sudah saatnya menunjukkan ketegasan dalam memimpin Kabinet Merah Putih. Di awal pemerintahannya, citra kabinet Prabowo langsung ...
Yandri Susanto menjadi buah bibir setelah beredarnya surat berkop Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal Nomor: 19/UMM.02.03/X/2024.
Istri Yandri Susanto, Ratu Rachmatu Zakiyah, merupakan calon Bupati Serang pada Pilkada Serang 2024 yang berpasangan dengan Najib Hamas.
Menteri Desa Yandri Susanto mengklaim penggalangan undangan tidak untuk kepentingan politik.
Menteri Desa Yandri Susanto menekankan pentingnya upaya pembangunan Indonesia di tingkat desa guna mempercepat terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
Mendes PDT Yandri Susanto menyampaikan terima kasih kepada Mahfud MD yang mengingatkannya soal penggunaan surat berkop menteri untuk acara pribadi.
KedaiPena.Com- Presiden RI Prabowo Subianto harus memberikan peringatan keras kepada Menteri Desa dan Daerah Tertinggal RI Yandri Susanto lantaran.