Dari kongres bahasa di Turki hingga evaluasi menu haji, Indonesia terus berbagi kearifan!
Dalam rangka Kongres Bahasa, Sastra, dan Budaya Internasional ke-18 (DEKAK) yang berlangsung di Ankara, Turki, para wakil dari Perguruan Tinggi Indonesia, termasuk dosen dari Universitas Islam Negeri (UIN), memaparkan kearifan lokal Indonesia yang beragam. Acara ini diadakan pada Kamis, 10 Oktober 2024, dan dihadiri oleh peserta dari berbagai negara, yang sama-sama ingin mengeksplorasi kekayaan budaya dan bahasa. Para dosen tidak hanya membawa catatan akademis, tetapi juga pengalaman langsung dan kedalaman konteks budaya yang mereka miliki. Kearifan lokal ini menjadi jendela untuk memahami keragaman di dunia.
Sementara itu, di sisi lain dunia, Kementerian Agama (Kemenag) Indonesia tengah melakukan evaluasi terhadap menu katering untuk jemaah haji di Arab Saudi. Rapat yang dilakukan oleh Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas bahan baku makanan yang disajikan kepada para haji. Dengan tahun 1445 H/2024 M yang semakin mendekat, penyesuaian menu ini diharapkan dapat meningkatkan kepuasan jemaah dan meninggalkan kesan yang positif selama mereka berada di tanah suci.
Dari dua event penting ini, jelas terlihat bahwa Indonesia tidak hanya sekadar terlibat dalam kegiatan internasional tetapi juga berupaya untuk menjaga tradisi dan nilai kearifan lokal. Dalam kongres bahasa, setiap cerita dan ungkapan mencerminkan kekayaan budaya yang ada, sedangkan dalam evaluasi katering haji, kesiapan dan adaptasi terhadap selera jemaah haji juga sangat penting. Hal ini menjadi representasi besar dari peran Indonesia dalam kancah internasional yang tidak hanya sekadar diplomasi, tetapi juga pertukaran budaya yang menarik.
Menariknya, Indonesia dikenal akan banyaknya suku dan budaya yang kaya, mulai dari Sabang sampai Merauke. Setiap daerah memiliki kisah dan tradisi unik yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat identitas bangsa. Dan ketika kita berbicara tentang jemaah haji, pengalaman mereka di tanah suci sangat berharga dan berkesan, menjadikan pentingnya pelayanan yang berkualitas. Kegiatan evaluasi menu katering ini membuktikan bahwa Indonesia senantiasa berusaha memberikan yang terbaik untuk setiap jemaahnya, menjaga untuk tidak hanya memberi makanan, tetapi juga rasa tak terlupakan!
Kongres Bahasa, Sastra, dan Budaya Internasional ke-18 (DEKAK) 2024 berlangsung hari ini, Kamis (10/10/2024) di Ankara, Turki. Ada lima wakil Perguruan ...
Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag menggelar evaluasi pelayan katering jemaah haji di Arab Saudi 1445 H/2024 M. Rapat mengevaluasi menu ...
CILACAP โ Pemerintah Kabupaten Cilacap melakukan penandatanganan kerja sama dengan PT PLN Indonesia Power UBP Jawa Tengah 2 Adipala terkait ...
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), menyelenggarakan ...
Bogor (Kemenag) --- Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag menggelar evaluasi pelayan katering jemaah haji di Arab Saudi 1445 H/2024 M. Rapat ...