Video guru dan murid di Gorontalo bikin geger! Jejak Puan meminta video syur ini dihapusโapa kata psikolog?
Gorontalo baru-baru ini dihebohkan oleh adanya video tak senonoh yang melibatkan seorang guru dan seorang murid. Video berdurasi 7 menit tersebut menjadi viral dan menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat. Organisasi Jejaring Aktivis Perempuan dan Anak, Jejak Puan, beramai-ramai meminta kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk segera menghapus video tersebut dari platform media sosial. Mereka khawatir dampak negatif dari sebaran video ini dapat mempengaruhi psikologis para siswa dan mencoreng reputasi dunia pendidikan di daerah tersebut.
Dalam pernyataan resmi, pihak Jejak Puan menekankan bahwa meskipun ada klaim consensual atau suka sama suka, tidak ada ruang untuk pembenaran dalam konteks hubungan ini. Seorang psikolog yang diwawancarai menyebutkan bahwa konsep consent dalam hubungan seperti ini tidak dapat diterima karena termasuk dalam praktik 'child grooming'. Artinya, ada kekuatan dan manipulasi yang membuat anak tidak sepenuhnya mampu memberikan persetujuan. Hal ini menambah bobot serius atas permasalahan yang ada dan memperlihatkan adanya dinamisasi antara tenaga pendidik serta murid yang seharusnya mengedepankan profesionalitas.
Setelah video tersebut viral, banyak pihak yang mulai memperhatikan dampak yang ditimbulkan. Salah satu siswi yang ada dalam video, dengan inisial PPT, memberikan pengakuan di media sosial, menjelaskan pengalaman yang dialaminya. Di sisi lain, video ini juga memicu diskusi lebih luas mengenai etika guru di Indonesia, terutama mengenai hubungan intim antara guru dan murid. Bagaimana kita bisa mencegah insiden yang serupa terjadi di masa yang akan datang? Pertanyaan ini menjadi sangat relevan di tengah masyarakat yang semakin peka terhadap isu hak anak dan perlindungan perempuan.
Bukan hanya ratusan komentar skeptis di media sosial, namun juga langkah nyata diambil oleh organisasi yang peduli terhadap perempuan dan anak. Mereka menggalang aksi untuk mendorong pemerintah lebih aktif dalam memberikan pendidikan yang lebih baik mengenai hak anak, serta mengoptimalkan pengawasan terhadap interaksi guru dan murid di sekolah. Di balik semua permasalahan ini, ada satu fakta mencolok: video ini mengingatkan kita bahwa edukasi tentang consent dan hubungan yang sehat harus dimulai sejak dini.
Mungkin terdengar klise, tetapi pelajaran yang diambil dari insiden ini adalah pentingnya komunikasi yang terbuka dan edukasi yang tepat. Di zaman yang semakin modern ini, mengabaikan aspek psiko-sosial dari hubungan antar manusia dapat membawa dampak jangka panjang. Semoga insiden di Gorontalo ini menjadi pelajaran berharga agar tidak terulang kembali, dan bisa menyebarkan pesan yang lebih positif di masa depan!
Sejumlah organisasi yang tergabung dalam Jejaring Aktivis Perempuan dan Anak (Jejak Puan) Provinsi Gorontalo meminta pihak Kementerian Komunikasi dan ...
pemeran video guru dan murid di gorontalo durasi 7 menit viral dikeluarkan dari sekolah, ini kata aktivis perempuan dan anak (jejak puan)
Psikolog menegaskan, hubungan seks guru dan murid di Gorontalo yang viral tak bisa disebut suka sama suka. Consent tidak berlaku dalam 'child grooming'.
Jejaring aktivis perempuan dan anak meminta agar Dinas Kominfo Gorontalo & Pusat untuk menghapus atau melakukan Takedown terhadap video syur guru & Murid.
RADARSEMARANG.ID โ Usai viralnya video tak senonoh yang dilakukan oleh oknum guru dan sisinya viral di media sosial. Siswi yang berinisial PPT ini curhat ...
Atas kasus video syur Guru beristri dan Murid di Gorontalo, mengingatkan pada sebuah pesan Ceramah Buya Yahya dalam hukum Islam soal perselingkuhan, ...
Masih ramai tentang video guru dan murid di Gorontalo, link download masih beredar, komunitas peduli perempuan ambil langkah ini.
Saat ini video syur Guru dan Murid Gorontalo tersebut sudah beredar luas, dan jadi bahan pencarian pengguna medsos (warganet). Ingatkan pesan Ustaz Abdul ...
Terbaru, beredar unggahan yang diduga merupakan postingan dari korban siswi berinisial PPT (16) pemeran video syur berdurasi 7 menit di Gorontalo.