Rupiah kita lagi berjuang, ini dia penyebabnya! Yuk simak alasannya!
Jakarta, HarianBatakpos.com โ Dalam beberapa hari terakhir, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) memang lagi terkenal dengan penurunan yang cukup signifikan. Menurut pengamat mata uang, Rully Arya Wisnubroto, pelemahan ini tidak hanya disebabkan oleh satu faktor, melainkan ada banyak hal yang jadi pemicu dalam permainan pasar ini. Dari faktor teknikal hingga kebijakan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang, semuanya bisa berkontribusi pada nasib mata uang kita. Apakah ini artinya kita harus panik? Tenang saja, yuk kita bahas lebih lanjut!
Pada Selasa sore, rupiah ditutup melemah di angka Rp15.206 per dolar AS, menurun 66 poin atau setara dengan minus 0,44 persen dari perdagangan sebelumnya. Analis mata uang, Lukman Leong, turut memberikan pandangannya bahwa pernyataan "hawkish" yang keluar dari bank sentral AS berkontribusi pada pergerakan ini. Kita bisa bayangkan, ketika negara paman Sam bersuara, dampaknya seperti angin puyuh bagi kita yang ada di tanah air!
Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan adanya deflasi yang terjadi selama lima bulan terakhir, yang seolah-olah mendorong nilai tukar dolar merangkak naik ke level Rp15.195. Deflasi ini, meski merupakan hal yang positif dalam menekan inflasi, ternyata juga membawa dampak buruk bagi nilai tukar rupiah. Jadi, kita dihadapkan pada situasi yang cukup pelik, ya?
Pada akhirnya, rupiah memang saat ini sedang pegang kendali yang ketat dalam perlombaan mata uang. Selain kondisi makroekonomi dan hasil pertumbuhan yang ada, sentimen global termasuk kebijakan dari negara besar seperti Amerika Serikat sangat berperan. Namun demikian, kita patut bersyukur karena kebangkitan industri dalam negeri dan peningkatan ekspor masih memberi harapan untuk mengubah keadaan. Mungkin, kita perlu belajar dari kisah kegigihan rupiah ini, dan menyiapkan strategi agar tidak terhempas dalam badai ekonomi!
Tahukah kamu bahwa perkiraan pergerakan nilai tukar rupiah sering kali menjadi sorotan banyak investor? Mungkin karena potensi imbal hasil yang menarik! Dan meskipun hari-hari ini rupiah sedang bergelut, kita tidak bisa menutup mata bahwa nilai tukar ini juga dipengaruhi oleh kebijakan perdagangan global yang selalu dinamis. Jadi, tetap semangat untuk mengikuti perkembangan selanjutnya!
Jakarta, HarianBatakpos.com โ Pengamat mata uang Rully Arya Wisnubroto mengungkapkan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika S...
Analis mata uang Lukman Leong menyatakan bahwa pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa sore, disebabkan pernyataan hawkish dari ...
Rupiah bertengger di Rp15.206 per dolar AS pada Selasa (1/10) sore. Mata uang Garuda melemah 66 poin atau minus 0,44 persen dari perdagangan sebelumnya.
Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari. KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot terus melemah hingga akhir ...
Nilai tukar rupiah terkoreksi di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) pada awal Oktober 2024.
Nilai tukar rupiah (kurs rupiah) ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini.