Deflasi lima bulan berturut-turut di Indonesia! Apa penyebabnya dan bagaimana dampaknya bagi kita? Yuk, simak!
Indonesia saat ini tengah mengalami fenomena deflasi yang berlangsung selama lima bulan berturut-turut. Deflasi ini tercatat adalah sebesar 0,12% pada bulan September 2024. Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan bahwa penurunan harga makanan, terutama cabai dan telur, menjadi faktor utama penyebab deflasi ini. Menurut ekonom, hal ini perlu ditanggapi dengan serius oleh pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat agar tetap stabil, terutama di masa sulit seperti ini.
Ekonom asal Bank Permata, Josua Pardede, menekankan pentingnya mendorong pendapatan masyarakat untuk mengatasi tren inflasi yang melambat ini. Dengan daya beli yang kuat, masyarakat dapat berbelanja dan memberikan dampak positif bagi perekonomian di Indonesia. Pada saat yang bersamaan, beberapa provinsi, termasuk Sumatera Selatan, juga melaporkan deflasi yang sama pada bulan September.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juga menyuarakan optimismenya, meski terjadi deflasi berturut-turut. Dia menegaskan bahwa daya beli masyarakat tetap kuat, meskipun sering kali orang mengasosiasikan deflasi dengan kondisi ekonomi yang buruk. Menurutnya, hal ini justru bisa menjadi kesempatan bagi pemerintah dan masyarakat untuk lebih memperhatikan pengelolaan keuangan dan kebutuhan sehari-hari.
Seiring berlanjutnya deflasi ini, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan tidak hanya berpuas diri dengan harga yang lebih murah. Deflasi yang berkepanjangan bisa berujung pada penurunan investasi dan pertumbuhan ekonomi yang tidak sehat. Mari kita lihat sisi positifnya; kita harus memanfaatkan ini untuk meningkatkan literasi keuangan dan membuat keputusan yang lebih baik.
Menariknya, deflasi ini mengingatkan kita bahwa harga bukan segalanya. Beberapa produk bahkan mengalami penurunan harga lebih dari 20% dalam beberapa bulan terakhir! Ada baiknya kita juga mengeksplorasi produk lokal yang mungkin lebih terjangkau. Deflasi juga menunjukkan bahwa kita perlu lebih cerdik dalam memilih apa yang kita beli untuk mendukung perekonomian lokal.
Jadi, di tengah deflasi, mari kita tingkatkan daya beli kita dengan bijak dan cerdas. Siapa tahu, penurunan harga ini bisa jadi kesempatan emas bagi kita untuk menikmati barang-barang berkualitas dengan harga terjangkau!
Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengingatkan pemerintah untuk mendorong pendapatan masyarakat guna mengatasi tren deflasi yang telah berlangsung selama ...
BPS mencatat deflasi 0,12% pada September 2024, terjadi selama 5 bulan berturut-turut. Penurunan harga pangan, seperti cabai dan telur, menjadi penyebab ...
Deflasi bulan September 2024 lebih dalam dibandingkan Agustus 2024 dan merupakan deflasi kelima pada tahun 2024.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami deflasi 0,12 persen secara bulanan pada September 2024.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga konsumen (IHK) mengalami deflasi sebesar 0,12 persen secara bulanan (month to month/mtm)
KBRN, Jakarta: Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi bulan September 2024 secara tahunan sebesar 1,84 persen. Tetapi secara bulan.
Jakarta: Indonesia mengalami deflasi secara bulanan (month to month/mtm) pada September 2024 sebesar 0,12 persen. Sehingga, deflasi terjadi dalam lima bulan ...
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami deflasi 0,12 persen secara bulanan (month to month/mtm) pada bulan ...
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan daya beli masyarakat tidak turun dan tetap kuat meskipun terjadi deflasi 5 bulan beruntun.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami deflasi 0,12 persen secara bulanan (month to month/mtm) pada bulan ...
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya mencatat adanya tren penurunan harga bahan pangan dari bulan ke bulan. Hal ini tercermin dari angka deflasi...
DARAH yang mengalir di tubuh layaknya uang di dalam perekonomian sebuah negara. Kurangnya darah akan membuat seluruh tubuh menjadi lesu.
BPS menyampaikan RI mengalami deflasi selama 5 bulan berturut-turut terhitung sejak Mei 2024. September, BPS mencatat deflasi 0,12 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) yang cukup mengejutkan.
Sinyal tekanan ekonomi seperti deflasi beruntun, fenomena makan tabungan, hingga jumlah kelas menengah turun membayangi masa awal pemerintahan Prabowo.