Oh tidak! Acara diskusi ini dibubarkan oleh sekelompok OTK. Temukan kisah lucunya di sini!
Acara diskusi yang dihadiri beberapa tokoh nasional, termasuk Refly Harun dan Said Didu, berubah menjadi sandiwara yang tak terduga di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan. Forum yang bertujuan untuk membahas isu kebangsaan ini, tentu saja, memicu rasa ingin tahu yang besar di kalangan para peserta. Namun, suasana yang damai ini segera berbalik ketika sekelompok orang tidak dikenal (OTK) datang dan membubarkan acara tersebut secara paksa. Momen ini menjadikan orang-orang hanya bisa geleng-geleng kepala, apakah ini sebuah diskusi atau episode dari reality show?
Saksi mata mengungkapkan bahwa setelah OTK tiba, suasana menjadi tegang. Refly Harun, salah satu narasumber, merasa bahwa tindakan tersebut mencerminkan kondisi kebebasan berpendapat yang semakin memudar di Indonesia. Hal ini tentu menjadi sorotan di sosial media, dengan banyak yang menyerukan pentingnya menjaga ruang untuk diskusi terbuka, terutama di kalangan tokoh dan aktivis. Tidak hanya Refly, Din Syamsuddin yang juga hadir dalam diskusi tersebut, dengan tegas mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap tindakan represif tersebut.
Keprihatinan ini juga disuarakan oleh Jimly Asshiddiqie, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), melalui akun media sosialnya, mengingatkan kita semua akan pentingnya menjaga kebebasan berpendapat. Menurutnya, tindakan kelompok OTK ini bukan hanya menyerang para pembicara di panggung, tetapi juga menyingkirkan hak masyarakat untuk mendengarkan pendapat yang berbeda. Disini muncul pertanyaan, apakah kebebasan berekspresi di Indonesia memang terancam?
Acara ini diorganisir oleh Forum Tanah Air (FTA) yang dipimpin oleh Tata Kesantra. Tentu saja, dengan adanya kejadian ini, FTA harus memikirkan langkah-langkah keamanan yang lebih baik di masa mendatang. Masyarakat pun diharapkan lebih peka terhadap isu-isu semacam ini. Dalam sejarah Indonesia, insiden serupa memang pernah terjadi, namun kejadian pembubaran diskusi semacam ini jelas membuat kita bertanya, di mana kita akan berada jika diskusi tidak lagi bisa dilakukan dengan aman? Kebebasan berbicara adalah hak asasi yang sangat fundamental, dan kita semua punya tanggung jawab untuk menjaganya.
Sekelompok orang tidak dikenal membubarkan forum diskusi yang dihadiri sejumlah tokoh, di Grandkemang. Bagaimana kronologinya?
SULSELSATU.com - Acara diskusi yang menghadirkan narasumber Refly Harun, Said Didu, Din Syamsuddin dan sejumlah narasumber lainnya diserang sekelompok.
BANDA ACEH - Aksi premanisme yang dilakukan oleh belasan orang tidak dikenal (OTK) pada Diskusi 'Silaturahmi Kebangsaan Diaspora bersama tokoh dan Aktivis ...
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2003-2008, Jimly Asshiddiqie memberikan pernyataan tegas melalui akun Xnya, @JimlyAs, terkait pembubaran forum ...
Profil Tata Kesantra, Ketua Umum Forum Tanah Air (FTA), penyelenggara diskusi 'Diaspora' yang dibubarkan OTK di Hotel Grand Kemang, Jaksel.
PIKIRAN RAKYAT - Acara diskusi yang digelar Forum Tanah Air (FTA) diserang oleh sekelompok orang tak dikenal. Silaturahmi yang digelar di Hotel Grand Kemang ...
Acara diskusi bertajuk Silaturahmi Kebangsaan Diaspora bersama Tokoh dan Aktivis Nasional itu digelar di salah satu hotel kawasan Jakarta Selatan dibubarkan ...