Brunei Darussalam yang terkenal bersahabat dengan Amerika malah masuk daftar hitam! Apa sih yang terjadi? Yuk, simak ceritanya!
Brunei Darussalam, negara kecil di Asia Tenggara yang terkenal dengan kemewahan dan kedamaian, tiba-tiba menjadi sorotan dunia setelah Amerika Serikat memasukkan mereka ke dalam daftar hitam. Padahal, selama ini negara ini dikenal memiliki hubungan yang baik dengan AS. Laporan tahunan Kementerian Luar Negeri AS mencakup berbagai alasan, salah satunya adalah kebijakan hukuman mati yang masih diterapkan di Brunei, terutama terhadap kaum homoseksual. Ini tentunya mengejutkan banyak pihak yang mengenal Brunei sebagai negara yang damai dan bersahabat.
Seperti yang kita tahu, Brunei menerapkan hukum syariah yang sangat ketat, dan inilah yang menjadi titik sorotan bagi banyak kalangan internasional. Tidak hanya Brunei, ternyata Sudan juga ikut terseret dalam daftar hitam AS. Namun, yang menjadi menarik adalah kenyataan bahwa negara-negara kecil dengan kebijakan kontroversial dapat langsung berhadapan dengan raksasa seperti Amerika Serikat. Tentu saja, hal ini menimbulkan rasa ingin tahu: apakah Brunei benar-benar terancam, ataukah ini sekadar gimmick diplomasi yang diambil oleh AS?
Reaksi masyarakat Brunei sendiri beragam. Ada yang pro dan kontra mengenai kebijakan hukuman mati, namun mayoritas tampaknya tetap mendukung hukum yang ada. Dalam masyarakat yang mengedepankan norma-norma Islam, kebijakan ini dianggap penting untuk menjaga moralitas. Di sisi lain, komunitas internasional mengharapkan agar Brunei bisa berpindah ke sistem hukum yang lebih manusiawi, serta memahami bahwa pencabutan hukuman mati adalah langkah penting menuju kemajuan hak asasi manusia.
Menarik untuk dicatat bahwa Brunei, meskipun memiliki kekayaan dari sumber daya alam dan pendapatan yang tinggi dari minyak, tetap menghadapi tantangan dalam membangun citra positif di mata dunia. Dengan PSG (Paradox of Smallness), negara kecil ini memiliki pengaruh yang besar dalam kebijakan global meskipun terbelenggu oleh norma-norma lokal yang kuat. Kini, saat Brunei berjalan di atas garis tipis antara tradisi dan modernitas, kita semua bisa meminta satu hal: semoga keputusan yang diambil mampu memberikan dampak positif bagi rakyatnya.
Secara keseluruhan, perjalanan Brunei Darussalam dalam dunia internasional menyoroti kompleksitas yang sering kali dialami negara-negara kecil dengan kebijakan kontroversial. Mari kita tunggu koleksi episode selanjutnya dalam drama diplomasi ini, apakah Brunei akan berubah atau tetap konsisten dalam prinsipnya? Satu hal yang jelas, dunia memperhatikan setiap langkah yang diambilnya.
Brunei Darussalam padahal selama ini dikenal memiliki hubungan yang bersahabat dengan Amerika Serikat. Meski negara mayoritas muslim ini kerap mendapat kecaman karena tetap menerapkan hukuman mati, terutama kepada kaum homoseksual. AS juga memasukkan Sudan.
WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) memasukkan Brunei Darussalam ke daftar hitam (blacklist). Hal itu tertuang dalam laporan tahunan Kementerian ...
Negeri Paman Sam itu memasukkan Brunei Darussalam dalam daftar hitam (blacklist) mereka.
Brunei disebut tidak menghukum pelaku perdagangan manusia selama tujuh tahun berturut-turut. Bahkan mengadili atau mendeportasi korban yang membutuhkan bantuan.
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) memasukkan Brunei Darrusalam ke dalam daftar hitam Tingkat 3 pada Juni 2024 lalu.
KBRN, Washington: Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) telah memasukkan Brunei Darussalam ke dalam daftar hitam. Ini karena negara di Asia.
AS tetap masukkan Brunei Darussalam dalam daftar hitam meski negeri Sultan Hassanal Bolkiah sudah didatangi F-22 Raptor Siluman.
Keputusan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat umumkan bahwa Brunei Darussalam masuk kedalam daftar hitam Amerika terkait dengan HAM.
AS tetap masukkan Brunei Darussalam dalam daftar hitam meski negeri Sultan Hassanal Bolkiah sudah didatangi F-22 Raptor Siluman.
Amerika Serikat pada Juni lalu menambahkan Brunei Darrusalam, tetangga Indonesia, ke dalam daftar hitam terkait kasus perdagangan manusia. Halaman all.
Pemerintah AS memasukkan Brunei Darussalam ke dalam daftar hitam karena dianggap tidak melakukan cukup upaya untuk mencegah perdagangan manusia.
Jakarta, CNBC Indonesia - Brunei Darussalam ternyata masuk dalam daftar hitam Amerika Serikat. Hal ini termuat dalam laporan tahunan departemen luar negeri ...
Amerika Serikat (AS) pada Juni lalu menambahkan Brunei Darrusalam ke dalam daftar hitam terkait kasus perdagangan manusia.
FITK UIN Walisongo Semarang menjalin kerja sama dengan Universiti Islam Sulthan Sharif Ali (Unissa) Brunei Darussalam.