PKS, JK, dan GPII bersatu padu dalam mengusulkan siaran azan dengan 'running text' saat misa Paus. Siapa yang bilang azan harus diam?
Belakangan, jagat media tanah air ramai membicarakan imbauan Kemenag untuk menyiarkan azan Magrib melalui running text di televisi saat misa akbar Paus Fransiskus di Jakarta. PKS mengungkapkan sentilan bahwa solusi itu sangat hadir untuk menghormati waktu ibadah umat Islam, namun juga mengundang komentar dari banyak pihak. Hal ini menciptakan perdebatan yang cukup hangat mengenai bagaimana etika penyiaran di media massa.
Jusuf Kalla, Ketua Dewan Masjid Indonesia, juga memberi usulan cemerlang dengan menekankan bahwa sebaiknya televisi menayangkan azan dan misa secara bersamaan melalui layar terbagi. Salah satu alasan menarik di balik usul ini adalah upaya untuk tidak mengabaikan salah satu kelompok masyarakat dalam satu acara besar. Sungguh ironis, azan yang seharusnya menjadi penanda waktu ibadah, justru harus bersembunyi di balik teks berjalan.
Di sisi lain, Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) menanggapi imbauan tersebut dengan menegaskan bahwa penyiaran azan melalui running text diperbolehkan asalkan pesan ibadah tetap tersampaikan. Wamenkominfo, Nezar Patria, turut mendukung dan menganggap solusi ini sebagai jalan tengah yang cerdas agar semua pihak bisa menghormati keyakinan satu sama lain tanpa melewati batas.
Namun, banyak umat Islam yang merasa aneh dengan konsep penyampaian azan yang terpaksa dipindahkan ke running text. Pada gilirannya, hal ini sering menjadi perbincangan di berbagai forum online. Mengapa azan harus menjadi informasi yang satu tingkat di bawah sebuah acara keagamaan besar? Perlu ditegaskan, meskipun azan berjalan sebagai teks, suara lantang dari masjid dan musala harus tetap menggema.
PKS menyoroti surat dari Kemenag mengenai imbauan agar stasiun TV menyiarkan azan Magrib melalui running text saat misa Paus Fransiskus di Jakarta ...
Ketum Dewan Masjid Indonesia, Jusuf Kalla, usul televisi menyiarkan azan bersamaan dengan tayangan misa akbar. Menurutnya bisa dilakukan dengan bagi layar.
Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) mengatakan imbauan Kementerian Agama (Kemenag) tentang penyiaran azan menggunakan running text saat Misa Akbar yang ...
Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria mengatakan tayangan azan yang ditampilkan dengan running text atau teks berjalan di ...
Pelaksanaan misa akbar berbarengan dengan waktu ibadah magrib umat Islam yang biasanya diikuti dengan siaran azan televisi.
"Tayangan azan Mahgrib diganti running text di televisi yang menyiarkan live Misa Akbar yang dihadiri Paus Fransiskus, sudah disetujui Ormas Islam"
Substansinya, pemberitahuan waktu Magrib di TV disampaikan dengan running text. Sementara, panggilan azan di masjid dan musalla tetap dipersilakan.
Imbauan Kemenag kepada stasiun tv agar menampilkan azan magrib menjadi running text saat misa akbar Paus Fransiskus menuai polemik.
KAMMI turut mengomentari polemik imbauan running text azan saat Misa Agung Paus Fransiskus di GBK, yang rencananya digelar hari ini.
Kemenag imbau azan Magrib di tv ditayangkan dalam bentuk running text saat adanya siaran langsung Misa Kudus bersama Paus Fransiskus.