Demo mahasiswa di depan Balai Kota Semarang berujung ricuh! Yuk simak, apa yang sebenarnya terjadi?
Demo mahasiswa yang diadakan di depan Balai Kota Semarang pada Senin (26/8) menyedot perhatian banyak orang. Aksi ini diikuti oleh ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dengan tujuan mengawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Pilkada. Namun, suasana damai tersebut berubah menjadi ricuh ketika sejumlah mahasiswa menghadapi aparat kepolisian yang bersiaga. Dalam aksi tersebut, beberapa mahasiswa terlihat berkonfrontasi dengan polisi, menambah kepanikan di lokasi demonstrasi.
Kombes Irwan Anwar, Kapolrestabes Semarang, menjelaskan bahwa salah satu anggotanya, Wakasat Intel Polrestabes, mengalami cedera akibat lemparan benda yang diduga mirip tombak. Kejadian ini membuat situasi semakin tegang, dan tidak lama setelah itu, aparat harus menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa yang semakin tidak terkendali. Akibatnya, puluhan mahasiswa mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit akibat kericuhan yang tidak terduga ini.
Menariknya, dalam kerusuhan tersebut, para demonstran tidak hanya terdiri dari mahasiswa saja, melainkan juga diikuti oleh pelajar yang kemudian memberikan dukungan. Semakin malam, massa pelajar ini mengambil posisi depan dalam aksi unjuk rasa. Hal ini menunjukkan bahwa isu yang diangkat tidak hanya menggelitik mahasiswa, tetapi juga menggugah kesadaran generasi muda lainnya untuk ikut bersuara. Sementara itu, polisi pun tetap bersiaga untuk mencegah situasi yang lebih parah, tapi tampaknya keputusan untuk membubarkan menggunakan gas air mata menjadi pilihan yang berisiko.
Aksi di Semarang juga bukan yang pertama, karena demonstrasi serupa terjadi di berbagai kota lainnya di Indonesia termasuk di depan DPR. Banyak yang mengaitkan kericuhan ini dengan ketidakpuasan masyarakat terhadap kondisi politik saat ini. Faktanya, demonstrasi adalah bentuk aspirasi masyarakat yang telah ada sejak zaman dahulu, dan meskipun seringkali berakhir ricuh, kehadiran mereka mencerminkan pentingnya suara rakyat dalam proses demokrasi. Apakah kericuhan di Semarang ini akan menjadi pelajaran bagi pemerintah untuk lebih mendengarkan aspirasi masyarakat? Hanya waktu yang akan menjawab!
Pantauan di lokasi, ada sekitar ribuan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi yang hadir mengikuti aksi demo kawal putusan MK soal Pilkada itu. Aparat ...
Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar, menyebut Wakasat Intel Polrestabes terkena lemparan benda seperti tombak di pipi kanannya. Berikut selengkapnya.
Aksi kawal putusan MK atau Peringatan Darurat tetap terjadi di sejumlah kota. Selain di Semarang, pada Senin ini aksi serupa juga terjadi di depan DPR, ...
Polisi membubarkan massa demo di Semarang dengan gas air mata, Senin (26/8 ... Situasi demonstrasi di Semarang berubah menjadi ricuh setelah matahari terbenam.
Kuasa hukum Gerakan Rakyat Menggugat Jawa Tengah, Tuti Wijaya, mencatat puluhan mahasiswa dirawat di sejumlah rumah sakit akibat demonstrasi di depan kantor ...
Dia dan kawan-kawannya lantas berfikir mencari tempat yang aman. Sementara polisi terus menembakkan gas air mata ke arah demonstran di Semarang.
Massa yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Semarang masih bertahan hingga sore. Polisi berjaga dan bersiaga.
Ada sekitar 33 peserta aksi demonstrasi yang dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Demonstrasi mahasiswa di depan Balai Kota Semarang semakin malam semakin panas. Apalagi, kini massa pelajar ikut bergabung dan masuk ke barisan depan untuk ...
Gerakan rakyat menggugat (GERAM) beber kronologi demo di Semarang berujung ricuh imbas bentrokan dengan aparat pada Senin (26/8).
Aksi penolakan RUU Pilkada di sejumlah daerah di Indonesia belum surut. Setelah terjadi demo besar di Jakarta pada Kamis (22/8)
Demonstrasi di Jalan Pemuda Semarang, Jawa Tengah, hari ini berakhir ricuh. Satu orang polisi dilaporkan terluka.
Polisi menyebut 1 anggota kena lemparan tombak di pipi. LBH Semarang menyebut 21 pelajar dan 6 mahasiswa diangkut polisi, hingga tadi malam belum bisa ...
Wakasat Intel Polrestabes Semarang terluka saat terlibat bentrok dengan demonstran di depan Balai Kota Semarang, tepatnya Jalan Pemuda Semarang, ...
Aksi demonstrasi menolak revisi UU Pilkada di depan Gedung DPRD Jateng, Kota Semarang, ricuh. Kamis (22/8/2024). (Tangkapan Layar.) ...
Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar menyatakan telah memanggil orang tua dan guru pelajar itu untuk menjemput 22 pelajar yang diamankan. Namun, mereka ...
Demonstrasi yang digelar sejumlah elemen masyarakat di Semarang ricuh. Massa bentrok dengan polisi hingga sejumlah orang ditangkap.
HALO SEMARANG โ Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menginstruksikan jajarannya untuk langsung membenahi sejumlah fasilitas umum di Balai Kota ...
SEMARANG- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Semarang gelar Apel Siaga Pengawasan Pemilihan Serentak Tahun 2024 dengan tema "Sinergi Pengawas ...