Banjir bandang melanda Kota Ternate, memicu respons cepat dari prajurit dan BNPB. Simak bagaimana mereka bekerja sama untuk membantu warga!
Banjir bandang yang melanda Kota Ternate, Maluku Utara pada Minggu dini hari, 25 Agustus 2024, merupakan sebuah tragedi yang mengguncang hati banyak orang. Dalam waktu yang singkat, intensitas hujan yang tinggi memicu banjir serta tanah longsor di daerah Kelurahan Rua, yang menyebabkan 13 orang kehilangan nyawa. Selain itu, puluhan warga lainnya terpaksa diungsikan ke gedung SMK Pelayaran karena rumah mereka tergenang air. Komandan Lanal Ternate, Kolonel Laut (P) Supriadi, menyatakan bahwa prajurit Lanal Ternate langsung diturunkan untuk membantu evakuasi warga yang terdampak. Ini adalah wujud nyata dari solidaritas dan kerja sama masyarakat dalam menghadapi bencana.
Sementara itu, ancaman dari gempa bumi juga turut mempengaruhi situasi. Pada hari yang sama sekitar pukul 05.38 WIB, gempa berkekuatan 3,5 SR mengguncang wilayah Ternate, yang ditindaklanjuti oleh BMKG. Penanggulangan bencana yang cepat dan efektif sangat penting untuk mengurangi dampak lebih lanjut dari kedua bencana ini. Faktanya, beberapa jam setelah banjir bandang terjadi, BNPB bekerja keras melakukan penanganan dan pencarian korban yang dilaporkan hilang.
Tanggapan cepat dari BNPB dan tim gabungan lainnya dalam operasi pencarian sangat signifikan, dengan menggunakan pompa alkon untuk mencari enam orang yang masih dinyatakan hilang. Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah setempat dalam mempertahankan keselamatan warganya dalam situasi darurat semacam ini. Penetapan status tanggap darurat selama dua pekan ke depan juga menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Ternate dalam menjalankan amanat mereka untuk memberikan perlindungan kepada warga.
Tidak hanya menyoroti rentetan kejadian bencana, tetapi juga menampilkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi tantangan alam. Ada banyak pelajaran berharga yang bisa diambil dari tragedi ini, termasuk pentingnya kesiapsiagaan dan kerjasama antar semua elemen masyarakat. Sebuah catatan menarik adalah, Ternate yang dikenal dengan keindahan alamnya tidak luput dari risiko bencana alam, dan masyarakat pun harus berdiri bersama untuk tetap menjaga kelestariannya. Memahami perilaku alam bisa menjadi kunci untuk pengurangan risiko bencana di masa depan, serta meningkatkan kesadaran akan faktor perubahan iklim yang kian mengkhawatirkan.
Komandan Lanal Ternate Kolonel Laut (P) Supriadi menjelaskan, pada hari Minggu tanggal 25 Agustus 2024 sekitar pukul 04.00 WIT dini hari telah terjadi banjir ...
Gempa magnitudo 3,5 mengguncang Ternate, Maluku Utara, pada kedalaman 21 km. BMKG melaporkan gempa terjadi pukul 05.38 WIB.
Darilaut โ Banjir bandang di Kelurahan Rua, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, menyebabkan sebanyak 13 orang meninggal dunia. Banjir ini terjadi.
Puluhan warga terdampak banjir bandang di Kelurahan Rua, Kota Ternate, Maluku Utara, diungsikan ke Gedung SMK Pelayaran Kota Ternate.
Jakarta, CNBC Indonesia - Banjir bandang melanda Kota Ternate, Maluku Utara, sejak Minggu (25/8) dini hari. 11 orang tewas dalam bencana yang terjadi di ...
AMBON, MalukuTerkini.com โ Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, pada Minggu (25/8/2024) pukul 03.30 ...
Pemerintah Kota Ternate menetapkan status tanggap darurat bencana banjir bandang yang terjadi di Rua selama dua pekan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan penanganan cepat dampak bencana banjir bandang yang menewaskan sebanyak 13 warga Kelurahan Rua, ...
BMKG menyatakan, terjadi gempa di Ternate, Senin 26 Agustus 2024, pukul 07.17.03 WIB dengan magnitudo 5,0.
Gempa Magnitudo 5,0 mengguncang wilayah barat laut Ternate, Maluku Utara, Senin pagi (26/8/2024).
Tertutupnya jalan tersebut dari material banjir bandang mengakibatkan pendistribusian logistik terkendala.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengoptimalkan proses pencarian dan pertolongan enam korban banjir bandang yang hilang di Kelurahan Rua, ...
Banjir bandang di Ternate menyebabkan 6 orang hilang. Tim gabungan masih terus mencari korban.
Banjir bandang di Kecamatan Rua, Ternate, mengakibatkan 13 tewas dan 2 luka-luka. Tim BPBD dikerahkan untuk evakuasi dan penanganan bencana.
Banjir bandang melanda Kelurahan Rua, Kota Ternate, Maluku Utara (Malut). Sebanyak 13 orang dilaporkan meninggal dunia dan dua orang lainnya luka-luka.
BNPB melaporkan 6 warga masih hilang imbas banjir bandang di Kelurahan Rua, Kota Ternate, Maluku Utara. Tim SAR gabungan sudah diturunkan melakukan ...
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) merespons bencana alam di Rua, Kota Ternate pada Minggu (25/8) dini hari dengan mengeluarkan ...
Tribratanews.polri.go.id - Info gempa bumi hari ini yang melanda Indonesia tepatnya di wilayah Ternate, Maluku Utara, Senin (26/8/24), Badan Meteorolo.
KBRN, Ternate : Setelah berlangsung selama 4 hari pelaksanaan Perkemahan Lomba Mabicab Andalan I yang dilaksanakan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan.
Pemerintah Kota Ternate menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor selama 14 hari untuk mempercepat evakuasi dan penyaluran bantuan ...
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan enam orang masih dinyatakan hilang akibat banjir bandang di Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, ...
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto terbang menuju Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, pada Senin dini hari (26/8).
Banjir bandang melanda Kelurahan Rua, Ternate Pulau, Kota Ternate, Maluku Utara pada Minggu (25/8/2024)
Basarnas mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Kelurahan Rua, Kota Ternate, bertambah menjadi 14 orang.