Siapa sangka, Pavel Durov, pendiri Telegram, ditangkap di Prancis hanya karena aplikasi pesan! Simak kisahnya!
Pavel Durov, CEO dan pendiri aplikasi perpesanan populer Telegram, menghebohkan dunia ketika ia ditangkap oleh pihak berwenang di Prancis pada 24 Agustus 2024. Penangkapan ini terjadi saat Durov baru saja tiba di bandara Le Bourget. Menurut beberapa laporan dari media Prancis, Durov menjadi target surat perintah penangkapan karena diduga bahwa Telegram gagal menerapkan sistem penyensoran yang ketat. Hal ini menambah daftar panjang kontroversi yang mengelilingi aplikasi tersebut, terutama terkait kebijakan privasi dan kebebasan berpendapat.
Penangkapan Durov menimbulkan reaksi keras dari Rusia, negara asalnya. Politisi di Moskow mendesak pemerintah untuk menggunakan segala cara yang diperlukan agar Pavel Durov dapat dibebaskan. Mereka berpendapat bahwa penahanan ini adalah contoh jelas dari intervensi asing terhadap hak asasi manusia, di mana Durov dianggap sebagai simbol kebebasan digital. Durov sendiri dikenal karena pandangannya yang provokatif dalam hal privasi dan kebebasan berbicara, sehingga penangkapan ini semakin memicu ketegangan antara Rusia dan Barat.
Durov memang bukan sosok baru di dunia teknologi; ia telah menjadi pusat perhatian karena keberaniannya dalam mempertahankan privasi pengguna di era di mana sosialisasi digital semakin terbuka. Telegram, yang diciptakannya pada tahun 2013, sering digunakan sebagai alternatif bagi pengguna yang mencari cara berkomunikasi tanpa pengawasan dari pemerintah atau perusahaan. Durov pernah dikritik bahkan di negara asalnya, Rusia, karena menolak permintaan untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam membatasi informasi.
Di tengah kabar penangkapannya, muncul pertanyaan besar tentang masa depan Telegram sinyal layanan pesan ini. Apakah aplikasi tersebut akan terus menjalankan kebijakan privasi yang sama di tengah tekanan dari berbagai pihak? Apakah ada rencana di balik penangkapannya? Yang pasti, ini menambah daftar panjang masalah hukum bagi banyak pendiri teknologi di seluruh dunia. Sejarah mencatat bahwa beberapa pendiri aplikasi perpesanan, seperti WhatsApp dan Signal, juga pernah menghadapi tantangan serupa, namun mungkin tidak secontroversial Durov.
Menariknya, meskipun banyak kontroversi yang dihadapi, Telegram kini memiliki lebih dari 700 juta pengguna aktif di seluruh dunia. Aplikasi ini terus tumbuh dan memperluas fitur-fitur baru, termasuk saluran dan grup yang bisa menampung ribuan anggota. Durov sendiri dikenal dengan reputasinya yang tidak takut mengambil risiko, seperti memfasilitasi komunikasi di negara-negara dengan kebebasan berbicara yang terbatas. Apa yang akan terjadi selanjutnya bagi Durov dan Telegram sangat ditunggu-tunggu oleh dunia, terutama penggemar kebebasan digital.
Melansir Reuters, hal itu terungkap dalam pemberitaan media Prancis TF1 TV dan BFM TV, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya. Telegram, yang sangat ...
Petugas dari kantor antipenipuan Prancis, yang berada di bawah bea cukai Prancis, menahannya Sabtu (24/8) malam.
Pavel Durov, pendiri Telegram, menjadi target surat perintah penangkapan oleh polisi Prancis karena aplikasinya tidak menerapkan sistem penyensoran.
Pendiri sekaligus CEO aplikasi perpesanan Telegram, Pavel Durov dilaporkan telah ditangkap oleh kepolisian Prancis setibanya di bandara Le Bourget dekat.
Politisi Moskow sebut Rusia harus membawa pulang Pavel Durov dengan segala cara. Rusia telah mendesak Prancis untuk segera membebaskan miliarder pendiri ...
Pavel Durov, miliarder pendiri dan CEO aplikasi perpesanan Telegram, ditangkap di bandara Bourget Prancis pada Sabtu (24/8/2024) malam.
Pavel Durov, pendiri dan CEO Telegram, ditangkap di bandara Bourget yang berada di luar Prancis pada Sabtu (24/8) malam waktu setempat.
Pavel Durov, pendiri sekaligus CEO aplikasi Telegram, ditangkap di Bandara Bourget di luar Paris pada Sabtu malam (24/8/2024).
CEO Telegram Pavel Durov dilaporkan ditangkap dan ditahan oleh otoritas keamanan Prancis di dekat Paris pada Sabtu malam (24/8) ketika ia hendak keluar dari ...
CEO miliarder yang bepergian dengan jet pribadinya menjadi sasaran surat perintah penangkapan.
Durov merupakan pria kelahiran Rusia, 39 tahun lalu. Ia merupakan pendiri dan pemilik aplikasi perpesanan Telegram, platform gratis yang bersaing dengan ...
KBRN, Jakarta: Pavel Durov, pendiri sekaligus CEO aplikasi perpesanan Telegram dilaporkan ditangkap di banda.
Dia tinggalkan Rusia karena menolak tunduk pada perintah siapa pun. Pavel Durov, miliarder Rusia pendiri dan CEO Telegram, telah ditangkap polisi Prancis...
Pavel Durov CEO Telegram dilaporkan ditangkap dan ditahan oleh otoritas keamanan Prancis di dekat Paris, pada Sabtu (24/8/2024) malam, ketika ia hendak ...