Dari Depok, Submess hadir dengan single debut ‘Cancel Culture’. Simak bagaimana mereka menyikapi isu-isu sosial lewat musik!
Di tengah maraknya fenomena 'cancel culture' yang sering kita lihat di media sosial, Submess, band post-punk revival asal Kota Depok, mengambil sikap dengan merilis debut single bertajuk "Cancel Culture". Publikasi single ini berlangsung melalui label rekaman OwnGrownd Records dan siap menjadi salah satu suara baru yang mewarnai industri musik Indonesia. Dengan mengusung genre post-punk, Submess berharap lagu ini bisa mengajak pendengarnya untuk merenungkan tentang efek dari tindakan "cancel" yang sering kali dilakukan di berbagai platform digital.
Lagu "Cancel Culture" menggambarkan konflik dan ketegangan di era digital saat ini, di mana masyarakat semakin cepat dalam memberikan penilaian dan jutaan suara bisa dengan mudah "menjatuhkan" seseorang hanya dalam sekejap. Melalui lirik yang tajam dan melodi yang energik, Submess ingin menyuarakan bahwa setiap aksi membawa konsekuensi, termasuk dalam hal yang sepele sekalipun. Mereka percaya bahwa musik merupakan cara yang ampuh untuk menyampaikan pesan penting sambil tetap memberikan hiburan.
Selain itu, Submess sangat terinspirasi oleh band-band ikonik dari era 80-an dan 90-an yang mendefinisikan post-punk, namun mereka tetap menampilkan gaya yang segar dan relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Dengan keunikan tersebut, band yang terdiri dari beberapa musisi berbakat ini berkomitmen untuk terus berkarya dan berkontribusi di dunia musik, serta memberikan perspektif baru tentang isu-isu sosial yang ada di sekitar kita. Seperti yang diungkapkan oleh vokalisnya, "Kami ingin musik kami bisa menjadi jembatan untuk berdialog tentang hal-hal yang mungkin tabu untuk dibicarakan."
Dalam perjalanan musik mereka, Submess juga berencana merilis beberapa karya lainnya yang akan menggali lebih dalam tentang pengalaman dan pandangan mereka terhadap kehidupan modern. Apabila Anda pecinta musik yang mengandalkan nada-nada energik dan lirik yang bermakna, lagu ini patut Anda dengarkan. Siapa tahu, Anda bisa menemukan sudut pandang baru melalui bait-bait lagu mereka.
Fakta menarik! Post-punk adalah genre musik yang muncul setelah gelombang punk awal, menggabungkan elemen musik avant-garde dengan lirik yang puitis dan seringkali politis. Dan juga, fenomena 'cancel culture' tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi telah menjadi isu global yang mengubah cara orang berinteraksi dan memberikan penilaian di dunia maya. Apakah Anda sudah siap untuk mendengarkan suara baru dari Submess?
Submess, band post-punk revival pendatang baru asal Kota Depok, merilis debut single bertajuk “Cancel Culture” via OwnGrownd Records.