PKS mulai meraba-raba arah politiknya jelang Pilkada 2024. Simak apakah Anies masih jadi jagoan!
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat ini berada dalam posisi yang menarik menjelang Pilkada DKI Jakarta 2024. Terlihat ada sinyal-sinyal dari internal PKS yang menunjukkan minat untuk berpindah arah ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang dipimpin oleh Prabowo Subianto. Keputusan ini tentunya menjadi langkah kontroversial, terutama bagi Anies Baswedan yang sebelumnya didukung oleh PKS. Dalam perspektif ini, nasib Anies sebagai calon gubernur menjadi tanda tanya besar bagi banyak pengamat politik.
Dari beberapa pernyataan Juru Bicara PKS, Muhammad Kholid, sikap partai tampak berubah. Beliau mengungkapkan bahwa duet Anies dan Sohibul Iman (AMAN) sudah dianggap kedaluwarsa dan bahwa PKS bersedia menjalin komunikasi dengan KIM untuk mempersiapkan pasangan calon yang lebih kuat di Pilkada nanti. Langkah ini tentu saja berdampak pada basis dukungan PKS yang mungkin saja akan beralih jika keputusan ini berlanjut. Bukan tak mungkin, hilangnya dukungan ini akan memperlemah posisi PKS di pentas politik Jakarta mendatang.
Meski demikian, Anies Baswedan tidak menyerah. Ia masih optimis dapat menarik kembali dukungan PKS dengan menjalin komunikasi intensif, tidak hanya dengan PKS, tetapi juga partai-partai lain termasuk PDI-P. Para pengamat politik mulai melihat bahwa langkah-langkah strategis ini adalah bagian dari skema lebih luas untuk mempertahankan kekuatan oposisi bagi Anies di tengah gempuran mendekatnya PKB dan KIM. Namun, semua ini tentu harus dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat perubahan arah dukungan politik bisa menjadi hal yang sangat krusial.
Di tengah ketegangan pencarian dukungan ini, menarik untuk dicatat bahwa PKS tidak hanya berfokus pada DKI Jakarta saja, melainkan juga mencoba mendekati PKB untuk bersinergi dalam mempersiapkan kekuatan politik menghadapi Pilpres 2024. Apakah ini berarti bahwa PKS bersedia berkonflik dengan Anies demi kepentingan politik yang lebih besar? Waktu yang akan menjawab.
Fakta menariknya, Anies Baswedan sebelumnya dikenal dengan kemampuan strategisnya dalam menjalin dukungan politik hingga mampu meraih kemenangan dalam Pilkada 2017. Dengan hubungan yang kuat antara PKS dan Anies, banyak yang mengatakan bahwa kesuksesan tersebut didorong oleh efek ekor jas yang dihasilkan oleh kepemimpinan Anies. Namun, jika PKS akhirnya beralih dukungan ke KIM, akan sangat menarik untuk melihat apakah Anies mampu memutarbalikkan keadaan seperti yang pernah dilakukannya sebelumnya!
Namun, ia yakin pasangan AMAN pada akhirnya bisa mendaftarkan diri sebagai cagub dan cawagub Pilgub Jakarta 2024 di akhir bulan ini ke KPU.
Partai pemenang pemilu di Jakarta ini mulai membuka ruang untuk berpindah haluan ke Koalisi Indonesia Maju (KIM).
PKS memberi sinyal bakal tinggalkan Anies Baswedan dan merapat ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) plus dalam Pilkada Jakarta 2024.
JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid enggan berkomentar mengenai penjegalan yang dirasakan oleh mantan Gubernur ...
Kemenangan PKS di Jakarta saat pemilihan legislatif lalu, salah satunya berkat efek ekor jas yang dimiliki Anies Baswedan.
PKS mulai blak-blakan soal Pilgub DKI Jakarta dan mulai membuka komunikasi dengan Prabowo Cs atau KIM. Nasib Anies bagaimana nih?
Anies menerangkan, dirinya tak hanya menjalin komunikasi dengan PKS terkait Pilkada Jakarta 2024, tetapi juga PDI-P.
TEMPO.CO, Jakarta - Prabowo Subianto tengah melakukan pendekatan ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjelang ...
PKS bakal meneruskan komunikasi dengan partai-partai politik lain untuk Pilkada 2024, sebagaimana hasil musyawarah Majelis Syuro.
Juru bicara PKS Muhammad Kholid mengatakan bahwa duet Anies Baswedan-Shohibul Iman (AMAN) pada pilkada DKI Jakarta 2024 sudah kedaluwarsa. Hal ini ...
TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Partai Keadilan Sejahtera Muhammad Kholid mengatakan dukungan partainya untuk pasangan Anies Baswedan-Sohibul Imam dalam ...
PKS mengaku masih menjalin komunikasi dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, meski tengah menjajaki opsi kedua.
Khoirul Umam, pengamat politik Universitas Paramadina, melihat, laju Anies ditekan untuk hilangkan kekuatan oposisi.
Majelis Syuro PKS meminta kadernya menjalin komunikasi dengan partai politik Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mengusung Prabowo Subianto di Pilpres 2024.
Anies buka suara soal pernyataan PKS tentang batas waktu Pilkada Jakarta. Anies mengaku kaget ketika jubir PKS bicara batas waktu 40 hari.
Apakah PKS berani meninggalkan Anies? Atau tetap bersama Anies dengan beragam konsekuensi politik bersamanya?โ
"Bye PKS", respons publik atas keputusan pencalonan Anies di Pilkada Jakarta, dianggap hal yang biasa dalam demokrasi.
Anies berujar dirinya akan menghormati setiap proses yang ada di partai politik. Sikap tersebut berlaku baik jika dia menerima atau kehilangan dukungan.
Juru Bicara PKS Muhammad Kholid menyatakan, PKS membuka peluang untuk menjalin komunikasi dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM), usai pengusungan Anies ...
Warga Jakarta melihat gelagat rezim politik dinasti mencoba merayu PKS untuk tidak lagi mendukung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta.
Kelompok warga tersebut menyampaikan aspirasi mereka dengan mendatangi Kantor DPP PKS yang beralamat di Jalan TB Simatupang, Jakarta, Minggu (11/8/2024). Mereka ...
Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didampingi jajaran pengurus Partai Nasdem seusai menerima dukungan untuk maju KOMPAS/WILLY MEDI CHRISTIAN NABABAN.
Anies Baswedan membantah jika ada tenggat waktu atau deadline dari PKS selama 40 hari mencari partai lain untuk berkoalisi di Pilkada DKI Jakarta.
Mantan Menteri Pertanian Suswono melaporkan harta kekayaannya usai menjabat sebagai mantan menteri di pemerintahan SBY ke Suswono. (Foto: Rachman Haryanto/ ...
Agung mengatakan, Anies bukanlah kader dari PKS. Hal ini menjadi pertimbangan besar bagi PKS tidak melanjutkan perjuangan untuk mendukung Anies.
Untuk diketahui, PKS sempat mengumumkan bakal mengusung Anies Baswedan sebagai calon gubernur Jakarta pada Pilkada 2024, berpasangan dengan Sohibul Iman yang ...
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan lebih yakin mengambil keputusan politik untuk mengusung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta 2024 jika calon.
Sejumlah warga Jakarta mendatangi kantor DPP PKS, Jaksel, Minggu (11/8) pagi. Mereka meminta PKS mengusung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta 2024.
Warga Jakarta bakal mendatangi kantor DPP Nasdem dan DPP PKB pekan depan demi meyakinkan partai untuk tetap mendukung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta 2024.
Untuk diketahui, PKS sempat mengumumkan bakal mengusung Anies Baswedan sebagai calon gubernur Jakarta pada Pilkada 2024, berpasangan dengan Sohibul Iman yang ...
KIM sepakat untuk mengusung Ridwan Kamil (RK) sebagai bakal calon gubernur di Jakarta.
Kholid mengatakan, tawaran tersebut biasa terjadi. Namun pada saat itu, partainya memilih mengusung Anies dan Sohibul, alih-alih menerima tawaran KIM.
Anies Baswedan mengaku terkejut dengan informasi adanya batas waktu yang diberikan DPP PKS untuk mencari partai koalisi.
Sekelompok massa berpakaian serba hitam meminta PKS tetap mendukung bakal calon Anies Baswedan di Pilgub Jakarta.
Anies Baswedan mengaku kaget dengan tenggat waktu yang pernah disampaikan oleh Jubir PKS M Kholid. Dia mengaku tidak pernah membahas terkait deadline 40 ...
Bakal calon gubernur Jakarta Anies Baswedan mengklaim tak pernah membahas tenggat waktu selama 40 hari dengan PKS untuk mencari partai koalisi.
Anies ngaku kaget dengan pernyataan jubir PKS soal batas waktu mencari dukungan partai lain untuk Pilkada Jakarta. Anies sebut tak ada pembahasan itu.
Kedatangan masyarakat yang mengatasnamakan Warga Jakarta itu meminta PKS tetap mendukung bakal calon Anies Baswedan di Pilkada Jakarta.
Pengamat politik Adi Prayitno menganggap pencalonan Anies pada Pilkada Jakarta 2024 hampir pasti kandas jika PKS batal mendukungnya.
PKS mengklaim sempat menawarkan Anies Baswedan untuk menjadi kader kalau menolak berpasangan dengan Sohibul Iman di Pilgub Jakarta 2024.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kemungkinan meninggalkan Anies Baswedan di Pilkada Jakarta, dan memilih merapat ke barisan Koalisi Indonesia Maju (KIM).
Ketua DPW PKS DKI Khoirudin membalas voice note Anies yang sempat beredar di publik soal tenggat waktu (deadline) kepastian pencalonan di Pilgub Jakarta.