Siap-siap! Anies Baswedan terancam ditinggal PKS dan berhadapan dengan KIM di Pilkada Jakarta 2024. Siapa yang akan menang di pertempuran politik ini?
Menjelang Pilkada Jakarta 2024, suasana politik semakin memanas antara Anies Baswedan dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Rumor beredar bahwa PKS membuka opsi untuk meninggalkan Anies dan beralih untuk bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang dipimpin oleh Ridwan Kamil. Situasi ini tentu saja membuat banyak pengamat dan pendukung Anies bertanya-tanya, apakah strategi PKS ini dapat mempengaruhi langkah Anies ke depannya? Burn baby burn! Kira-kira siapa yang bakal terjebak dalam api persaingan ini?
Anies Baswedan, yang sebelumnya dikenal sebagai calon kuat, sekarang harus menghadapi fakta bahwa dukungannya dari PKS mulai goyah. Juru bicara PKS, M. Kholid, bahkan mengindikasikan bahwa partainya dapat saja beralih ke Ridwan Kamil jika Anies tidak memenuhi syarat minimal 22 kursi DPRD untuk memuluskan langkahnya. Dalam situasi yang penuh ketegangan ini, Anies berupaya menenangkan suasana dan mengingatkan semua pihak betapa pentingnya menjaga aspirasi rakyat, meskipun banyak yang berspekulasi tentang masa depannya di kontestasi mendatang.
Di tengah pembicaraan mengenai PKS, nasib Anies juga kembali menjadi sorotan ketika PDIP mengakui jalinan komunikasi dengan Anies yang terancam ditinggal partai. Meski begitu, Anies tetap optimis bahwa dia masih punya peluang untuk berkompetisi di Pilkada Jakarta, meskipun banyak yang percaya bahwa keputusan akhir ada di tangan PKS. Sementara itu, kehadiran KIM Plus jadi bahan pembicaraan hangat, di mana Anies pun merasa bahwa kabar tersebut hanya sekadar gosip belaka tanpa dasar yang jelas.
Selain dari isu politik yang pelik ini, kondisi ekonomi di Jakarta juga turut memengaruhi kandidat yang akan maju. Ini mirip dengan situasi Nabila yang kesulitan mencari pekerjaan di tengah menyempitnya lowongan kerja—sebuah tantangan yang juga harus dihadapi oleh calon pemimpin di Jakarta. Sementara KIM bersiap melakukan langkah strategisnya, Anies Baswedan menghadapi tantangan untuk tetap menjaga dukungan dan menghadapi segala rumor dengan tegar. Dalam dunia politik, mungkin hanya waktu yang akan menjawab siapa yang akan menjadi pemenang dalam drama Pilkada Jakarta ini.
Anies melewati tenggat yang dipatok PKS. Apakah PKS akan meninggalkan Anies dan bergabung dengan KIM di Pilkada Jakarta?
Juru Bicara (jubir) PDIP Chico Hakim. Foto: Chico Hakim (dok istimewa). Jakarta -. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku membuka opsi meninggalkan ...
Wacana Koalisi Indonesia Maju (KIM) plus bukan bertujuan untuk menjegal Anies Baswedan maju Pilgub Jakarta 2024.
Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtra (PKS), M. Kholid, mengungkapkan partainya berpeluang meninggalkan Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024.
Fbhis.umsida.ac.id -- Menyempitnya lowongan kerja di Indonesia membuat masyarakat kebingungan, karena bertahan hidup juga membutuhkan kondisi financial yang ...
Pimpinan PKS mulai membahas opsi gabung KIM setelah Anies Baswedan tak kunjung memenuhi syarat 22 kursi DPRD untuk maju Pilgub Jakarta.
“Alhamdulillah kami percaya bahwa aspirasi rakyat Jakarta akan terus dijaga. Karena semua partai mendapatkan kursi, itu aspirasi dari rakyat dan aspirasi rakyat ...
Mantan capres nomor urut 1 itu juga meyakini bahwa partai-partai seperti PKS, NasDem, dan PKB akan menjaga aspirasi tersebut.
Pencetus acara Desak Anies dan Slepet Imin, Muhammad Abror tidak mempermasalahkan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok menggelar acara serupa.
Anies Baswedan ragu KIM Plus dibentuk untuk menghalanginya berlaga di Pilkada Jakarta. Kabar tersebut menurut dia tak bisa dipastikan kebenarannya.
Partai Keadilan Sejahtera membuka opsi untuk meninggalkan Anies Baswedan dan bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju KIM yang bakal mengusung Ridwan Kamil .
TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mempertimbangkan opsi bergabung dengan partai politik. Selama ini, Anies berstatus ...
Anies Baswedan tidak merasa terbentuknya Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus sebagai upaya untuk menjegal dirinya di Pilkada Jakarta 2024.
Posisi Anies Baswedan yang bukan kader partai membuat PKS terjepit, sebab apabila berkoalisi dengan PDI Perjuangan...
Anies Baswedan yakin PKS dan Nasdem akan tetap mendukungnya dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jakarta 2024.
Keberadaan KIM Plus, dinilai sebagai upaya para petinggi parpol untuk menjegal Anies Baswedan maju pada Pilkada DKI Jakarta 2024.
Anies Baswedan diisukan akan dijegal dalam Pilkada Jakarta 2024. Begini respons Anies.
Meski isu tersebut terus berembus, mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 ini percaya partai politik akan tetap mendengarkan keinginan warga Jakarta ...
Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto mengaku telah mendapat informasi terkait adanya upaya pengganjalan Anies Baswedan untuk tampil dalam kontestasi Pilkada ...
Bakal calon gubernur Anies Baswedan optimistis bisa bertarung di kontestasi Pilkada Jakarta 2024.
Hasto Kristiyanto menerima laporan ada upaya untuk menghalangi Anies Baswedan maju dalam pemilihan gubernur atau Pilkada Jakarta 2024.
Sebelumnya, Cak Imin telah bertemu dengan Ketua Umum Partai Solidaritas (PSI) Kaesang Pangarep di DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk membahas kerja sama ...
Partai NasDem mengaku belum mengeluarkan surat rekomendasi secara resmi kepada Anies Baswedan untuk maju pada Pilkada Jakarta 2024.
Hasto Kristiyanto mengaku pihaknya mendapat laporan adanya upaya mengganjal Anies Baswedan maju di Pilgub Jakarta 2024. Anies pun merespons hal tersebut.
Usai wacana mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan maju di Pilkada Jakarta 2024, muncul soal istilah koalisi KIM Plus yang kemudian dikaitkan dengan ...
Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya menerima informasi ada upaya pihak tertentu mengganjal pencalonan Anies Baswedan.
kami menerima laporan memang ada upaya-upaya mengganjal pencalonan Anies Baswedan dan siapapun yang oleh proses yang seharusnya demokratis.
Zainudin menjelaskan, PKS kemungkinan mengumumkan pasangan calon yang diusung di Gubernur DKJ dalam waktu satu dua hari ke depan.
Deskripsi fokus Sempat jadi kandidat kuat bakal calon gubernur DKI Jakarta di Pilkada 2024, nasib Anies Baswedan saat ini malah tak menentu.
"Kemungkinan dalam waktu satu, dua hari ke depan sudah ada kepastian calon Gubernur DKJ yang akan diusung oleh PKS," kata Wasekjen PKS Zainudin Paru.
Anies Baswedan telah diumumkan akan diusung bersama Sohibul Iman dalam Pilkada atau Pilgub Jakarta, namun bagaimana jika PKS berpindah ke KIM Plus?
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengungkapkan ketertarikan partainya untuk mengusung Anies Baswedan pada Pilgub Jakarta 2024.
"Karena baru dapat SK usungan dari PKS, Anies dan Shohibul Imam (AMAN) kemungkinan gagal jadi Cagub/Cawagub DKJ."
Juru Bicara Anies Baswedan, Angga Putra Fidrian menyebutkan bahwa Anies masih didukung DPW PKS, Nasdem, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jakarta.
Para petinggi PKS Kantor DPP PKS, Jakarta, Selasa (17/10/2023). TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus memberi ...