Siapa sangka Joni, si pemanjat tiang bendera, bakal dapat kesempatan kedua untuk jadi prajurit TNI? Yuk, simak kisahnya!
Nama Yohanes Ande Kala atau yang lebih akrab disapa Joni, kembali mencuri perhatian setelah heboh sebagai "Joni Pemanjat Tiang Bendera". Remaja asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menjadi viral di sosial media saat aksinya memanjat tiang bendera untuk memperbaiki.Upacara dengan cara yang unik pada tahun 2018. Namun, kisahnya tak berhenti di situ. Kini, Joni mendapat tawaran dari TNI Angkatan Darat untuk kembali menjalani seleksi sebagai calon prajurit, setelah sebelumnya dinyatakan gagal di tahap awal.
Berita mengenai kegagalan Joni dalam seleksi TNI disampaikan oleh Kadispenad Brigjen Kristomei Sianturi, yang menjelaskan bahwa Joni tidak memenuhi syarat tinggi badan minimal 160 cm. Meskipun demikian, Joni tak kehilangan harapan. Setelah viral dengan aksinya, TNI AD memberikan kesempatan kedua untuk berkompetisi, dengan harapan agar potensi lain Joni bisa tergali. Tentu saja, semua ini menjadi kabar gembira bagi Joni dan penggemarnya, yang selalu mendukung impian pemuda 19 tahun ini.
Apa yang menjadikan cerita Joni semakin menarik adalah sikap pantang menyerahnya. Joni menunjukkan bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Dalam setiap ujiannya, terlebih dalam situasi yang tidak sesuai harapan, ia tetap meneruskan usaha untuk meraih mimpinya menjadi prajurit TNI. Belum tentu semua orang berani mengambil langkah tersebut, apalagi setelah disibukkan dengan stigma kegagalan.
Di dunia yang seringkali dikelilingi oleh cerita kegagalan, kisah Joni menjadi pelajaran bahwa kesempatan kedua memang kadang hadir untuk orang-orang yang berjuang. Tentu, semangat yang tak tergoyahkan dan keberanian untuk berusaha lagi adalah kuncinya. Kabar lain yang menarik adalah bahwa aksi Joni yang viral menjadikannya sosok inspiratif bagi pemuda di Indonesia. Ini membuktikan bahwa kadang seorang pemanjat tiang bendera bisa menciptakan perubahan dalam hidupnya!
Kadispenad Brigjen Kristomei Sianturi mengatakan dalam proses seleksi itu, Joni gagal lantaran tidak memenuhi syarat tinggi badan 160 cm.
Markas Besar TNI AD kembali memanggil Yohanes Ande Kala alias Joni (19) untuk mengikuti tes masuk menjadi prajurit TNI tahun 2024.
Video pemuda NTT yang pernah viral memanjat tiang bendera 17-an viral lagi. Pemuda itu mengaku gagal mengikuti tes masuk TNI. TNI mengungkap alasannya.
Johannes Adekalla alias Joni sempat viral pada 2018. Kala itu, ia nekat memanjat tiang bendera SMP di Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memperbaiki ...
Nama Yohanes Gama Marchal Lau alias Joni tengah menjadi perhatian setelah gagal lolos seleksi Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Yohanes Ande Kala alias Joni, siswa SMP asal Desa Silawan, Nusa Tenggara Timur, yang melakukan aksi heroik memanjat tiang bendera, akhirnya bertemu dengan ...
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Kristomei Sianturi buka suara soal Yohanes Gama Marschal Lau alias Joni yang tidak ...
Yohanes Ande Kalla atau disapa Joni diberi kesempatan untuk lanjut seleksi masuk menjadi prajurit TNI AD. Pihak TNI akan menggali potensi lain Joni.
Markas Besar TNI AD kembali memanggil Yohanes Ande Kala alias Joni (19) untuk mengikuti tes masuk menjadi prajurit TNI tahun 2024 Halaman all.
Yohanes Ande Kala alias Joni yang dinyatakan tak lulus seleksi TNI AD akhirnya kembali dipanggil untuk menjalani tes masuk prajurit tahun 2024.
Aksi heroik panjat tiang bendera dan penghargaan dari Panglima menjadi pertimbangan bagi TNI AD memberi kesempatan Joni untuk melanjutkan seleksi prajurit.
Istana akan mengecek soal kabar tidak lulusnya Yohanes Gama Marchal Lau alias Joni dari seleksi masuk Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.
TNI mengungkap alasan Yohanes Ande Kala atau Joni masih diberi kesempatan mengikuti seleksi Prajurit TNI AD atau seleksi prajurit yang digelar Kodam ...
Joni yang viral karena memanjat tiang bendera kembali dipanggil untuk mengikuti tes prajurit TNI AD. Pertimbangannya karena dia dapat penghargaan.
Joni si pemanjat tiang bendera diberi kesempatan untuk melanjutkan proses seleksi masuk TNI AD setelah dinyatakan tidak lolos karena tinggi badan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno buka suara, terkait Yohanes Gama Marschal Lau alias Joni yang tidak lolos seleksi Caba PK TNI AD 2024.
Pengamat menilai pemanggilan kembali oleh TNI AD kepada Joni untuk mengikuti seleksi kurang fair, tetapi masih bisa dimaklumi. Ini alasannya.
6 Tahun lalu, Joni kecil menjadi perhatian nasional karena memanjat tiang bendera. Dia dijanjikan Jokowi masuk TNI. Kini dia belum diterima.
Joni si pemanjat tiang bendera yang viral tengah menjadi perhatian setelah gagal lolos seleksi TNI, dapat 1 kesempatan lagi.
Anak yang pernah memanjat tiang bendera dalam upacara HUT ke-73 RI di NTT, Yohanes Ande Kala atau Joni kembali melanjutkan seleksi TNI AD.
Bocah pemanjat tiang bendera saat upacara HUT RI ke-73, Joni, gagal tes masuk TNI meski sudah mendapat jaminan Jokowi bakal diterima.
Masih ingat Joni si pemanjat tiang? Ia sempat gagal masuk TNI karena tinggi badan kurang, kini mendapat kesempatan kedua mengikuti seleksi.
Joni gagal dalam seleksi lantaran tinggi badannya yang belum memenuhi syarat. Saat ini, tinggi badan Joni hanya 155,8 cm atau tak memenuhi syarat aspek ...
Yohanes Ande Kalla atau akrab disapa Joni, bocah yang pernah viral karena memanjat tiang saat upacara 17 Agustus, diundang Danrem 161/Wirasakti Kupang untuk ...