Ahmad Luthfi siap tampil di Pilkada Jateng 2024, tapi ada syarat dari Polri. Maju kek Pilkada, mundur dari polisi? Yuk, simak kisahnya!
Ahmad Luthfi, sosok yang kini tengah jadi buah bibir, diharuskan mundur dari Polri jika dia memutuskan untuk maju sebagai calon Gubernur Jawa Tengah di Pilkada 2024. Meski berat, keputusan ini tampaknya harus dijalani sang jenderal. Dengan kenaikan pangkatnya dari Inspektur Jenderal (Irjen) menjadi Komisaris Jenderal (Komjen), dan dilantiknya dia di Kementerian Perdagangan, Luthfi lebih leluasa melakukan persiapan di lapangan.
Dalam momen ini, banyak yang bertanya-tanya, siapa yang berpeluang untuk menjadi pendampingnya di Pilkada Jateng. Sementara dukungan bagi Ahmad Luthfi terus mengalir, terutama dari Partai Gerindra dan Kaesang, Ketua Umum PSI, yang percaya bahwa Luthfi memiliki kemampuan untuk memajukan daerah yang dikenal dengan Semarang dan solo nya ini. Toh, berkembangnya politik dan dinamika masyarakat Jateng menjadi perhatian tersendiri bagi mereka yang ingin terlibat di panggung politik ini.
Seiring dengan kepindahan jabatan dari Kapolda Jateng kepada Irjen Ribut Hari Wibowo, banyak yang menduga ini adalah langkah strategis untuk memberi Ahmad Luthfi waktu bersiap menghadapi konstelasi politik. Kini, dia berkhidmat di Kemendag, luar dalam Jateng menjadi lapangan bebas untuk mengagendakan program yang dapat dilihat oleh masyarakat luas. Tak ayal, keanggunannya dalam berpolitik ini memicu rasa keingintahuan akan masa depannya di peta politik Jateng.
Sebelum melangkah ke Pilkada, ada pertanyaan yang beredar: berapa gaji Ahmad Luthfi setelah naik pangkat jadi Komjen? Apakah gaji yang diterima di Kemendag sebanding dengan tanggung jawab yang diembannya? Wah, ternyata, kisah perjalanan karir Ahmad Luthfi ini menjadi pelajaran berharga bagi banyak pihak yang ingin terjun ke dunia politik! Selain dukungan dari berbagai partai, perhatian publik pun semakin meningkat, menunjukkan bahwa Ahmad Luthfi bukan hanya sosok penegak hukum, tetapi juga pemimpin berpotensi.
Sebagai catatan menarik, posisi Ahmad Luthfi di Kementerian Perdagangan memberikan peluang besar untuk berinteraksi dengan masyarakat sebelum hari H pemilu. Ini adalah strategi komunikasi yang brilian, yang dapat dimaksimalkan untuk menarik hati rakyat. Menarik untuk dinantikan, siapa sebenarnya yang akan mendampingi Ahmad Luthfi di Pilkada Jateng nanti? Apakah ini akan menjadi awal dari suatu perjalanan yang dramatis dalam sejarah politik Jateng?
Polri mengharuskan Ahmad Luthfi mundur dari Korps Bhayangkara jika maju sebagai calon Gubernur Jateng. Lantas, kapan Ahmad Luthfi mundur dari Polri?
Selain kenaikan pangkatnya di kepolisian dan mutasi, nama Ahmad Luthfi terus disoroti menjelang Pilkada 2024.
Dengan ditugaskan di Kemendag, Ahmad Luthfi lebih leluasa berkeliling di Jateng, termasuk melakukan program Kemendag.
Tiket Ahmad Luthfi untuk maju Pilkada Jateng sudah di tangan. Namun, pendampingnya belum ditetapkan. Siapa berpeluang?
Irjen Ahmad Luthfi didukung Partai Gerindra untuk maju pada Pilkada Jateng 2024. Mantan Kapolda Jateng itu kini dimutasi ke Kemendag.
Ketum PSI Kaesang mengaku menjagokan Ahmad Luthfi di Pilgub Jateng. Kaesang menilai Ahmad Luthfi memiliki kemampuan untuk memajukan Jateng.
Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menilai Luthfi bakal punya cukup waktu mempersiapkan diri menghadapi Pilkada Jateng.
Kapolri pimpin sertijab enam kepala kepolisian daerah (kapolda). Jabatan Kapolda Jateng resmi beralih dari Irjen Ahmad Luthfi ke Irjen Ribut Hari Wibowo.
Inspektur Jenderal (Irjen) Ahmad Luthfi resmi naik pangkat menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) Polri. Nantinya, ia akan bertugas di Kementerian Perdagangan.
Komjen Pol Ahmad Luthfi mendapat dukungan maju Pilkada Jateng 2024 dari beberapa partai pendukung Prabowo-Gibran. Berikut daftarnya.