Temukan kisah menarik di balik Perumahan Tommy Soeharto yang terbengkalai di Karawang! Siapa sangka, ini bukan hanya tentang properti, tapi juga sejarah!
Kota Mati yang menjadi milik Tommy Soeharto, putra dari Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, terletak di Karawang. Perumahan yang dulunya diimpikan untuk menjadi tempat tinggal yang megah kini hanya menyisakan reruntuhan dan kesunyian. Awal pembangunannya pada tahun 1990-an menjanjikan kehidupan yang penuh kemewahan bagi para penghuninya. Namun, seiring berjalannya waktu dan runtuhnya Orde Baru, proyek ambisius ini terbengkalai dan menjadi cerita pilu bagi masyarakat sekitar.
Dikenal dengan nama perumahan โKota Mandiriโ, proyek ini dibangun dengan harapan dapat menjadi lokasi hunian terbaik di Karawang. Namun, dengan terjadinya krisis ekonomi dan perubahan politik di Indonesia pada akhir 1990-an, banyak proyek properti yang terpaksa dihentikan, tak terkecuali Kota Mandiri. Banyak warga yang sudah membeli rumah di sana terpaksa merelakan impian mereka tinggal di tempat bertanah subur penuh fasilitas.
Kondisi Kota Mati ini menjadi refleksi sejarah yang merangkum perjalanan panjang keluarga Soeharto serta dampak perubahan sosial-politik di Indonesia. Tentu saja, keberadaan tempat ini juga memunculkan berbagai spekulasi terkait governance dan korupsi di era Orde Baru. Banyak yang bertanya-tanya, apakah impian Tommy untuk membangun kota yang berkembang kini hanya menjadi guyonan sejarah?
Menariknya, meski terbengkalai, beberapa orang masih tertarik untuk mengunjungi kawasan ini karena legenda dan cerita yang mengitarinya. Dari tour ke lokasi hingga foto-foto dengan latar belakang rumah-rumah yang seolah terhenti dalam waktu, Kota Mati Tommy Soeharto menjadi daya tarik tersendiri bagi para petualang dan penggemar sejarah. Nama Tommy Soeharto pun tak pernah hilang dari ingatan, hanya kini diingat dalam konteks yang berbeda.
Perumahan milik anak Presiden ke-2 Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto di Karawang terbengkalai sejak Orde Baru tumbang.