Polri akan mengusut serangan ransomware di PDN yang membuat heboh, apa yang bisa terjadi selanjutnya? Simak selengkapnya di sini!
Polri akan menyelidiki dugaan kejahatan terkait serangan ransomware di Pusat Data Nasional (PDN), yang menyita perhatian beberapa media asing karena menyoroti kerentanan keamanan siber pemerintah Indonesia. Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Sandi Nugroho, menjelaskan bahwa pengusutan dilakukan bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk menindak pelaku. Para pakar keamanan siber juga merespons serangan ini, memperkirakan kemungkinan kebocoran data relatif rendah. Namun, industri fintech di Indonesia juga terkena dampak serius akibat serangan ransomware ini.
Sebuah jenis ransomware yang disebut 'Brain Cipher' menyerang PDN, menimbulkan kekhawatiran dan memicu ketegangan di bidang keamanan data. Secara umum, ransomware adalah jenis malware dengan motif finansial yang meminta uang tebusan dengan ancaman publikasi data. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) merespons serangan ini, menyatakan bahwa ransomware menjadi ancaman serius dalam dunia teknologi informasi. Serangan ini menimbulkan pertanyaan serius tentang keamanan siber di Indonesia dan tantangan yang dihadapi pemerintah dalam melindungi data sensitif dari serangan siber.
Beberapa media asing memberitakan serangan ransomware di PDN dan menyoroti lemahnya keamanan siber pemerintah Indonesia.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Sandi Nugroho menjelaskan, pengusutan dilakukan bersama kementerian/lembaga terkait yakni Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) ...
Pakar keamanan siber dan forensik digital mengatakan kemungkinan kebocoran data relatif rendah pada kasus serangan siber Ransomware terhadap Pusat data ...
Ransomware, secara umum, adalah serangan malware yang memiliki motif finansial. Biasanya, pelaku serangan meminta uang tebusan dengan ancaman mempublikasikan ...
AFTECH mengungkap dampak serangan ransomware Pusat Data Nasional (PDN) ke industri fintech di Indonesia.
KBRN, Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), menyebut 'ransomware' menjadi biang kerok y.