BSN meluncurkan inovasi baru untuk menjaga keamanan pangan dan lingkungan. Temukan faktor-faktor penolakan yang menarik di baliknya!
BSN (Badan Standardisasi Nasional) baru-baru ini meluncurkan Customer Relationship Management (CRM) yang difokuskan pada keamanan pangan dan lingkungan. Langkah ini diambil setelah ditemukan penolakan terhadap produk pangan akibat kontaminasi mikrobiologi, logam berat, atau residu antibiotik dan pestisida. CRM ini diharapkan dapat membantu produsen pangan untuk lebih ketat memonitor keamanan produk mereka sehingga dapat meminimalisir risiko penolakan dari konsumen.
Di sisi lain, Pj Bupati Bogor, Asmawa Tosepu, memberikan apresiasi kepada Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (Umbara) karena telah menjadi kampus pertama di Indonesia yang menonjol dalam bidang tertentu. Prestasi Umbara mendapat pengakuan karena langkah-langkah inovatifnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, Umbara terus berupaya memberikan kontribusi yang signifikan dalam dunia pendidikan.
Pentingnya keamanan pangan dan lingkungan semakin tergaris bila melihat penolakan produk pangan akibat kontaminasi. Dengan adanya CRM baru dari BSN, diharapkan produsen dapat lebih waspada dan berkomitmen untuk memastikan keamanan produk. Sementara itu, pengakuan terhadap Umbara sebagai kampus pertama yang melangkah maju menunjukkan betapa pentingnya inovasi dalam dunia pendidikan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Penolakan tersebut karena temuan kontaminasi mikrobiologi, logam berat, atau residu antibiotik dan pestisida. Salah satu faktor yang menyebabkan penolakan ini ...
Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu mengapresiasi kepada Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (Umbara) karena sudah menjadi yang pertama di Indonesia dalam ...
Jakarta, wapresri.go.id โ Selain persiapan pelaksanaan ibadah haji 2024, Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma'ruf Amin juga membahas penyelesaian konflik ...