Skandal terbaru melibatkan dekan Unas yang diduga mencatut nama dosen Malaysia dalam publikasi ilmiah. Apa yang sebenarnya terjadi?
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nasional (UNAS), Kumba Digdowiseiso, menjadi pusat perhatian setelah dituduh mencatut nama beberapa akademisi dari Universiti Malaysia. Kontroversi ini mencuat setelah laporan Retraction Watch mengungkapkan dugaan tindakan plagiarisme yang dilakukan oleh dekan tersebut. Meski demikian, Kumba Digdowiseiso dengan tegas membantah tuduhan tersebut.
Menurut sumber dari Universitas Nasional, pihaknya menegaskan bahwa tidak ada tindakan plagiarisme yang dilakukan oleh dekan Unas. Namun, publik masih menanti klarifikasi resmi terkait kasus ini. Belum ada keputusan atau langkah lebih lanjut dari pihak universitas terkait dugaan ini, sehingga kontroversi ini terus menjadi sorotan publik.
Sementara itu, berdasarkan informasi terbaru, Unas Jakarta memberikan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa keterangan lebih lanjut mengenai dugaan pencatutan nama akademisi Malaysia dalam jurnal ilmiah akan dijelaskan kemudian. Kasus ini masih dalam proses investigasi yang berkelanjutan, dan publik diharapkan untuk bersabar menunggu hasil yang akurat.
Skandal ini menciptakan kegaduhan di dunia akademis dan menunjukkan pentingnya ketelitian dalam penulisan ilmiah. Semua pihak diharapkan dapat menunggu proses investigasi selesai sebelum membuat asumsi lebih lanjut.
Dekan Unas Kumba Digdowiseiso membantah lakukan pencatutan nama dosen UMT dalam publikasinya.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nasional (UNAS) Kumba Digdowiseiso disebut mencabut sejumlah nama akademisi di Universiti Malaysia ...
Dekan Universitas Nasional atau Unas, Kumba Digdowiseisa, buka suara terkait laporan Retraction Watch yang menyebut dirinya telah mencatut nama dosen ...
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nasional (UNAS) Kumba Digdowiseiso diduga mencatut nama sejumlah akademisi di ...
TEMPO.CO, Jakarta - Universitas Nasional (Unas) menolak menjelaskan detail perihal dugaan pencatutan nama sejumlah akademisi Malaysia dalam jurnal ilmiah ...
Dengan demikian, tindakan tersebut tidak memerlukan intervensi/tindakan lebih lanjut dari pihak universitas maupun fakultas, paparnya dikutip IDN Times, Ju.