Fed memutuskan untuk menahan suku bunga acuan, pasar khawatir dengan sikap hawkish The Fed.
Federal Open Market Committee (FOMC) kembali memutuskan untuk mempertahankan kisaran target suku bunga acuan federal fund rate (FFR) pada level 5,25%-5,5% dalam pertemuan terbarunya. Pasar keuangan menjadi tegang menjelang keputusan kebijakan terbaru Federal Reserve. Para analis memperkirakan bahwa The Fed akan mengadopsi sikap hawkish dengan pesan-pesannya karena kekhawatiran terhadap inflasi.
DXY, indeks dolar AS, terlihat kuat menjelang FOMC dengan USD diperdagangkan lebih tinggi. Pasar keuangan global sedang menunggu dengan antusias keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve, yang dijadwalkan diumumkan pada hari ini. Meskipun harapan pasar untuk aksi dovish dari The Fed cukup rendah, masih ada ketidakpastian yang mempengaruhi pergerakan pasar.
Analis dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa pelaku pasar saat ini masih menahan ekspektasi terhadap keputusan The Fed. Pasar keuangan terus memantau hasil FOMC untuk mencerna implikasi bagi mata uang dan pasar saham secara keseluruhan.
Dalam hasil FOMC terbaru, The Fed tidak memberikan sinyal penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Selain itu, USD berpotensi mengalami tekanan setelah pertemuan FOMC. Antje Praefcke, analis FX di Commerzbank, menyoroti bahwa prospek Dolar AS (USD) dapat dipengaruhi oleh keputusan The Fed.
The Fed memutuskan mempertahankan kisaran target suku bunga acuan federal fund rate (FFR) pada level 5,25% - 5,5% dalam pertemuan FOMC, Rabu (21/3/2024).
Pasar khawatir menjelang rapat kebijakan terbaru Federal Reserve. · Saya yakini bahwa the Fed akan bersikap hawkish dengan pesan-pesannya karena kekhawatiran ...
USD diperdagangkan lebih tinggi, dengan DXY menguji ulang level tertinggi menjelang keputusan kebijakan FED yang akan diumumkan hari ini pada pukul 18.00 ...
Para pelaku pasar sedang menunggu keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) pada Kamis (21/3/2024).
Bloomberg, Bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) kemungkinan besar tidak akan memberikan sinyal penurunan suku bunga dalam waktu dekat pada minggu ini.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana alias Didit menyampaikan pelaku pasar berekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed baru akan ...
Analis dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, yang akrab dipanggil Didit, mengungkapkan bahwa pelaku pasar saat ini masih menahan ekspektasi terhadap...
Bloomberg Technoz, Jakarta - Federal Reserve (The Fed), bank sentral Amerika Serikat, telah selesai menggelar pertemuan komite terbuka (FOMC) dan ...
Tentu saja hari ini adalah acara penting minggu ini: pertemuan FOMC. Antje Praefcke, Analis FX di Commerzbank, menganalisis prospek Dolar AS (USD) menjelang ...
Indeks Dolar AS mematahkan trend kenaikan selama enpat hari berturut-turut setelah Federal Reserves AS memutuskan untuk mempertahan suku bunga tetap pada ...
Federal Reserve AS pada Rabu, 20 Maret 2024 waktu setempat memutuskan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada level tertinggi 22 tahun di 5,25-5,5%.
Bareksa.com - Ketua Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) Reserve Jerome Powell pada Rabu (20/3) menegaskan bank sentral tetap ...
Menurut analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana alias Didit, pelaku pasar berekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed baru akan bersikap ' ...
Suku bunga The Fed telah di rilis Tetap 5.50%. Hal ini langsung membuat dolar indeks terkoreksi turun dari level 103.52 ke level 103.28 pada fibo 61.8 ...
Wall Street bersorak gembira menyambut pengumuman FOMC dan konferensi pers Ketua The Fed Jerome Powell tadi pagi. Tapi kurs dolar AS rontok.
Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed menyiratkan tiga pemangkasan suku bunga pada tahun ini masing-masing 0,25 persen.