Ribuan massa Apdesi memprotes di depan DPR dengan tindakan unik
Demo Apdesi di depan DPR memanas saat massa membakar spanduk, melemparkan batu, dan bahkan merusak pagar serta jebol tembok. Demonstran secara dramatis menuntut penentuan revisi UU Desa, mengecewakan oleh janji-janji DPR. Meskipun panas, aksi demo juga memuat unsur humor ketika massa bakar sampah dan membubarkan diri akhirnya. Kepala desa menjadi pusat perhatian dengan tindakan nekat seperti merusak tembok DPR dengan palu besar.
Di tengah demo ricuh, terdapat kekacauan lalu lintas di area sekitar DPR. Polda Metro Jaya mengalihkan jalur Semanggi ke Slipi imbas aksi demo heboh. Sementara itu, para kepala desa yang memimpin aksi demonstrasi menekan revisi UU Desa di gedung DPR Menariknya, aksi demo panas ini diwarnai dengan janji Pimpinan DPR untuk bertemu Apdesi, menyelesaikan konflik dengan humor dan seriusitas bersama.
Dibalik kekacauan, kepala desa dan Apdesi meraup sorotan publik. Aksi nekat, tuntutan serius, dan perjuangan keras menjadikan mereka pusat perhatian. Sementara itu, kepala desa menggurui pintu gerbang DPR RI menjadi fokus utama, menunjukkan ketegasan dan tekad dalam menuntut perubahan. Para kepala desa kini terkenal dengan keberaniannya dalam mengekspresikan tuntutan secara langsung di hadapan gedung DPR.
Massa demo Apdesi di depan DPR memanas. Massa membakar spanduk hingga melemparkan batu ke arah kompleks DPR.
'Penentuannya hari ini (pengesahan Revisi UU Desa) bukan nanti. Kami bosan dengan janji-janji DPR,' seru demonstran.
Pengendara diimbau menghindari Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan imbas unjuk rasa Apdesi di depan DPR.
JAKARTA, KOMPAS.com- Massa dari Asosiasi Kepala Desa Indonesia (Apdesi) membakar sampah dan memukul pintu gerbang gedung DPR/MPR RI saat berunjuk rasa di ...
"Lalu pemadam kebakaran juga sudah kami siapkan untuk mengantisipasi bila nanti massa melakukan aksi bakar ban," ujar Susatyo.
Aksi demo yang dilakukan massa dari Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta berlangsung panas.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Massa dari Asosiasi Pemerintah Daerah Seluruh Indonesia (Apdesi) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Senayan, ...
Sejumlah ruas jalan di sekitar Gedung DPR RI Jakarta dialihkan imbas demonstrasi APDESI.
Apdesi berdemo di depan gedung DPR. Mereka minta revisi UU Desa segera disahkan dan berdoa agar Ketua DPR RI Puan Maharani segera sahkan perubahannya.
Unjuk rasa dari Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) berakhir, massa akhirnya membubarkan diri dari Gedung DPR/MPR, pada Rabu (31/1/2024).
Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar gedung DPR/MPR RI sehubungan dengan adanya demo APDESI atau Asosiasi Pemerintah Daerah Seluruh ...
Koordinator Nasional Desa Bersatu, Asri Anas sebut Pimpinan DPR janji bertemu Apdesi untuk bahas revisi UU Desa. Massa aksi diminta membubarkan diri.
Pedemo dari Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) menggunakan palu besar untuk menghancurkan tembok Gedung DPR saat melakukan demonstrasi.
Ribuan kepala desa dari berbagai daerah melakukan aksi demonstrasi mendesak revisi UU Desa di Gedung DPR di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat.
Demo Apdesi di depan DPR telah bubar. Arus lalu lintas Jalan Gatot Subroto ke Slipi kini dibuka kembali.
Di atas mobil orator terdengar teriakan orasi yang menuntut adanya penentuan atau pengesahan Revisi UU Desa dilakukan hari ininbspnbsp - Megapolitan ...
Ribuan massa Apdesi yang menggelar demo di depan Gedung DPR RI hari ini, sempat memblokade jalan Tol Dalam Kota, mengakibatkan kemacetan.
Demonstrasi Apdesi di depan gedung DPR/MPR RI berakhir ricuh. Massa memblokade ruas jalan tol hingga melubangi tembok pagar DPR dengan palu berukuran besar.
Asosiasi Kepala Desa (Apdesi) menggelar aksi demonstrasi lanjutan di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (31/1/2024). Massa menuntut supaya DPR ...
Sejauh ini, pihak kepolisian tak melakukan penahanan terhadap peserta demo dari Apdesi itu. "Sampai saat ini tidak ada, belum ada (yang ditahan)," kata Kapolda ...