Benarkah Tesla tidak menggunakan nikel? Simak ulasannya di sini!
Nikel menjadi perbincangan hangat terkait produksi baterai mobil listrik. Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tesla sebenarnya tidak menghindari penggunaan nikel dalam baterai mobil listriknya. Namun, di lain pihak, mobil-mobil listrik merek China yang beredar di Indonesia justru menggunakan baterai jenis Lithium Iron Phosphate (LFP) daripada nikel. Hal ini menjadi alternatif yang menarik mengingat tingginya harga nikel yang mempengaruhi industri kendaraan listrik.
Debat cawapres pun turut mempertegas peran nikel dalam industri baterai mobil listrik. Bahkan, Nikel telah menjadi topik hangat dalam perdebatan, seolah menjadi bintang utama selain kandidat yang bertarung. Para pelaku usaha pun mulai beralih ke baterai LFP sebagai solusi menghadapi kenaikan harga nikel. Kemampuan baterai mobil listrik dalam menempuh jarak jauh menjadi faktor penting, sehingga pemilihan jenis baterai yang tepat sangat vital.
Tidak hanya itu, Hyundai Group telah menyiapkan fasilitas produksi baterai berbasis nikel dan kobalt sebagai langkah antisipasi terhadap tren penggunaan baterai LFP. Hal ini menunjukkan bahwa industri mobil listrik terus berkembang dan mencari solusi yang inovatif dalam menghadapi permasalahan harga dan ketersediaan bahan baku. Dalam debat Pilpres Keempat, calon wakil presiden turut membahas perbedaan antara baterai LFP dan nikel, sehingga konsumen pun semakin sadar akan opsi yang tersedia.
Ternyata, keputusan pemilihan jenis baterai untuk mobil listrik sangat mempengaruhi performa dan harga kendaraan tersebut. Meskipun nikel memiliki kelebihan tersendiri, penggunaan baterai LFP mulai mendapat sorotan karena keunggulannya dalam ketersediaan dan harga yang stabil. Bagaimanapun, industri baterai mobil listrik terus berkembang dan menghadirkan beragam pilihan untuk konsumen.
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara perihal produksi baterai mobil listrik (electric vehicle/EV) Tesla ...
Ekonom INDEF mengatakan, LFP mulai menjadi alternatif para pelaku usaha kendaraan listrik sejak tahun 2020, menyusul tingginya harga nikel.
Mobil-mobil listrik merek China di Indonesia saat ini memakai baterai jenis LFP, tak ada yang menggunakan baterai berbasis nikel.
Nikel menjadi salah satu bahasan panas di debat cawapres akhir pekan lalu. Jadi, apa itu nikel? Nikel adalah logam keras warna putih keperakan dengan kuat ...
Baterai di mobil listrik harus memiliki ketahanan yang baik sehingga dapat menempuh jarak yang cukup jauh.
Hyundai Group telah mempunyai fasilitas produksi ekosistem baterai yang diproyeksi bakal membesut kehadiran baterai berbasis nikel dan kobalt.
Lithium iron-phosphate (LFP) sempat diperbincangkan dalam Debat Pilpres Keempat pada 21 Januari 2024. Calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 2.
Co-Captain Timnas AMIN, Tom Lembong buka suara terkait tudingan melakukan kebohongan publik terkait pernyataanya Mobil Tesla tak pakai nikel.