Kisah ini seputar tadarus Al-Qur'an Ramadhan yang hanya mengejar khatam tanpa mengerti maknanya dan merenungi kandungannya. Seolah tak berguna.
Karenanya, selain tadarus Al-Qur'an, membaca dan mengkaji tafsirnya, sudah seharusnya menjadi pilihan aktivitas untuk meraih keutamaan Ramadhan. Al-Qur'an membersihkan hati dan menjadikan kita semakin akrab dengan agama Islam yang merupakan agama paling baik di antara sekian agama samawi. Tadarus Al-Qur'an yang kadang mengejar khatam seperti umumnya dilakukan yang seolah-olah terkesan tak berguna, ternyata dapat membersihkan hati dan mendatangkan pahala. Namun demikian, tentu membaca Al-Qur'an secara tartil disertai mengetahui maknanya tetap lebih utama. Anehnya, sudah tahu embernya bocor, Sang Kakek masih saja meminta Ziyad untuk mengisinya dengan air secara terus-menerus dan berulang-ulang. Namun tetap saja ember tidak terisi dengan air.
Di era digital yang mana adanya kemutakhiran teknologi yang serba canggih, untuk kitab suci pun terdapat Al-Qur'an Online.Berikut ini tertaut link Al-Qur'an ...