Hendra Kurniawan menyatakan Humas Polri seharusnya bisa meluruskan pemberitaan soal pertemuannya dengan keluarga Brigadir Yosua.
Pertemuan Hendra Kurniawan dengan pihak keluarga Brigadir Yosua di Jambi itulah yang kemudian membuat kasus ini terkuak. Tak hanya itu, kepergian Hendra Kurniawan menggunakan jet pribadi pun sempat menimbulkan kegaduhan tersendiri. Tujuannya, untuk menjelaskan kematian Brigadir Yosua ke keluarganya. Dari video tersebut memunculkan pemberitaan yang menyudutkan Hendra. Pertemuan Hendra dengan keluarga Brigadir Yosua membuat kasus ini mendapat perhatian publik Hendra akui pertemuan dengan keluarga Brigadir Yosua
Yang dilaporkan (Arif Rachman), ada CCTV di dalam rumah Duren Tiga itu diamankan Pusinafis,” jawab Hendra Kurniawan.
Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link Kan yang dilaporkannya bahwa ada CCTV di dalam rumah diamankan oleh Pusinafis,” kata Hendra Kurniawan. Terus ‘sudah lapor belum ke Pak Sambo? “Terus pemilik rumahnya belum tahu. Baca juga:
TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Kepala Biro Paminal Divisi Propam Polri Brigjen Hendra Kurniawan mengatakan tim khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit ...
Timsus juga menemukan rekaman CCTV lingkungan Komplek Duren Tiga yang memastikan Ferdy Sambo ada di lokasi sesaat sebelum Yosua tewas. Sambo kala itu tidak mengetahui ada olah TKP di rumah dinasnya. CCTV di rumah yang menjadi lokasi penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat itu belakangan disebut rusak karena tersambar petir. “Saya tidak jelaskan apa-apa. Akhirnya, saya tunggu di garasi carport, bisa lihat ke dalam dari jendela,” cerita Arif. Saya cuma siap-siap saja karena sudah dimarahin.
Menurut Hendra, konfrontasi antara dua pihak biasa dilakukan oleh Biro Paminal. Hal itu diperlukan untuk menjelaskan duduk perkara suatu kejadian.
Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link Saya membantah keras, karena hal seperti itu biasa di Biro Paminal untuk melakukan pendalaman saksi terkait peran dan posisi, biasa,” papar Hendra. Baca juga:
Hal ini diutarakan Hendra Kurniawan saat menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa perintangan penyidikan pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat ...
Saat itu, Arif menyatakan ditemani oleh Hendra Kurniawan. Namun saat itu Hendra mengaku tidak tahu apa isi video yang dimaksud. Dalam salinan rekaman yang belakangan didapatkan timsus dari sebuah cakram lepas (flash disk) yang dimiliki Baiquni Wibowo itu terungkap bahwa Sambo berada di sana sesaat sebelum Yosua tewas. [Arif Rachman Arifin](https://www.tempo.co/tag/arif-rachman-arifin) pun akhirnya mengaku bahwa dirinya sempat diperintahkan oleh Ferdy Sambo untuk menghapus rekaman itu. Hendra mengaku baru sadar adanya skenario palsu Sambo saat diperiksa oleh anggota Inspektorat Pengawasan Umum Mabes Polri. Hendra mengatakan saat itu Hotman menjelaskan semua ada dalam rekaman yang diperoleh Timsus.
Hal ini terungkap saat hakim mencecar Hendra soal temuan Komnas HAM bahwa Brigadir J masih hidup saat Sambo tiba di rumah Duren Tiga.
Dan saya sudah makan tidur saja di rumah. Jadi saya sudah dibebastugaskan. "Tanggal 28 Juli itu ada press release Komnas HAM, Yosua masih hidup pada saat Ferdy Sambo datang. Saya di tanggal 19 Juli sudah dinonaktifkan. "Saya tidak pernah tahu ada press release tanggal 28 Juli oleh Komnas HAM, Kompolnas. "Saya tidak tahu," jawab Hendra.
JPU membuat Mantan Karopaminal Divpropam Polri tersebut terlihat bingung ketika hadir dalam sidang pemeriksaan terdakwa perkara obstruction of justice ...
Saudara katakan lazim seperti itu biasa seperti itu?" "Bukan ini kan terkait target pengejaran. "Bukan bukan kaya gitu jawaban seperti itu. Nah yang saya tanyakan masih berlaku gak sampai saat ini, walaupun yang ditunjuk itu salah satunya masih jadi terdakwa?" "Ini yang saya tanyakan, masih berlaku gak dengan fakta yang demikian. Dengan kosong itu masih berlaku dong?" Jadi yang mengisinya itu dari pelaksana, wajar dan lazim. Hal seperti itu wajar dan lazim. "Saya jawab ya saudara jaksa. "Artinya supaya jelas penyelidikan, ada batas waktu jadi saya tidak akan menandatangani surat perintah kalau tidak lengkap. [NEWS](/peristiwa/) Advertisement
Cerita ini disampaikan Hendra saat hadir dalam sidang pemeriksaan terdakwa obstruction of justice pembunuhan Brigadir J. Diawali pertanyaan majelis hakim, ...
Sekitar 1 Jam yang lalu Sekitar 2 Jam yang lalu "Dibohongi. artinya belum tahu masih skenario atau tidak ya?" "Waktu itu belum tahu kalau ini masih skenario? Sudah tau juga,” kata Hendra. Pak Benny sudah tau belum? Ya bagus saya bilang, kalau ada videonya,” jawab lagi Hendra. Terus ‘gausah inilah, ini ada videonya’. Dijawab, ‘itu bukan tembak menembak, itu penembakan’, ‘waduh’ saya bilang begitu, jadi nih kamu tanggung risiko, ‘oh siap’,” kata Hendra. Saya tanya, mengakui bagaimana? Saya membantah keras, karena hal seperti itu biasa di Biro Paminal untuk melakukan pendalaman saksi terkait peran dan posisi, biasa,” papar Hendra.
Mantan Karopaminal Divisi Propam Polri, Hendra Kurniawan membantah dirinya ikut dalam skenario Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua ...
[hakim](https://www.viva.co.id/tag/hakim), Ahmad Suhel sempat menyinggung terkait pengakuan Hendra Kurniawan ungkap merasa ditipu oleh Sambo ke Agus Nurpatria. Lantas, Hendra pun mengaku bahwa dirinya dituduh ikut membuat skenario polisi tembak polisi. Saya membantah keras, karena hal seperti itu biasa di Biro Paminal untuk melakukan pendalaman saksi terkait peran dan posisi, biasa," kata Hendra. Bantahan itu pun dilontarkan Hendra ketika dirinya diperiksa oleh tim khusus (timsus) tepat pada tanggal 8 Juli 2022. "Bagaimana saudara sudah mengetahui, sebelum diperiksa saudara telepon (Agus) ‘kita dikadalin nih’?" [VIVA Nasional](https://www.viva.co.id/tag/viva-nasional) – Mantan Karopaminal Divisi Propam Polri, [Hendra Kurniawan](https://www.viva.co.id/tag/hendra-kurniawan) membantah dirinya ikut dalam [skenario](https://www.viva.co.id/tag/skenario) licik [Ferdy Sambo](https://www.viva.co.id/tag/ferdy-sambo) dalam kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah dinas Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Hendra Kurniawan di persidangan mengajukan pertanyaan yang cukup menyita perhatian dalam persidangan kliennya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
[Arif Rachman](https://www.tribunnews.com/tag/arif-rachman) gimana sebagai polisi," jawab penasihat hukum. Apakah [Arif Rachman](https://www.tribunnews.com/tag/arif-rachman) begitu sucinya sampai memojokkan terdakwa keterangannya," kata pengacara Hendra. [Arif Rachman](https://www.tribunnews.com/tag/arif-rachman), sebelumnya dia di reserse?" Kenapa perlu saya tanyakan karena menyangkut dari keterangan [Arif Rachman](https://www.tribunnews.com/tag/arif-rachman)," kata [JPU](https://www.tribunnews.com/tag/jpu). [JPU](https://www.tribunnews.com/tag/jpu) menjawab, "Mohon izin Yang Mulia itu kesimpulan Penasihat Hukum," kata [JPU](https://www.tribunnews.com/tag/jpu). [JPU](https://www.tribunnews.com/tag/jpu) meminta pengacara fokus ke [Hendra Kurniawan](https://www.tribunnews.com/tag/hendra-kurniawan) bukan [Arif Rachman](https://www.tribunnews.com/tag/arif-rachman). [pertanyaan](https://www.tribunnews.com/tag/pertanyaan) yang dilontarkan penasihat hukum [Hendra Kurniawan](https://www.tribunnews.com/tag/hendra-kurniawan). [Arif Rachman](https://www.tribunnews.com/tag/arif-rachman) memojokkan terdakwa. [Rahmat Fajar Nugraha](https://www.tribunnews.com/penulis/rahmat-fajar-nugraha) [Rahmat Fajar Nugraha](https://www.tribunnews.com/penulis/rahmat-fajar-nugraha) [Hendra Kurniawan](https://www.tribunnews.com/tag/hendra-kurniawan) di [persidangan](https://www.tribunnews.com/tag/persidangan) mengajukan [pertanyaan](https://www.tribunnews.com/tag/pertanyaan) yang cukup menyita perhatian dalam [persidangan](https://www.tribunnews.com/tag/persidangan) kliennya di [Pengadilan Negeri Jakarta Selatan](https://www.tribunnews.com/tag/pengadilan-negeri-jakarta-selatan). [pertanyaan](https://www.tribunnews.com/tag/pertanyaan) yang dilontarkannya mengenai pengaduan masyarakat yang diterima [Arif Rachman](https://www.tribunnews.com/tag/arif-rachman) sebelum jadi Wakaden B.
Hendra mengaku tak pernah membuat press release untuk meluruskan kabar itu. Sebab, menurutnya, itu merupakan tugas Humas Polri.
"Betul," imbuh Hendra.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Di mana ada jenderal bintang 1 yang melarang untuk buka peti jenazah," jelas pengacara. "Terkait rentetan peristiwa hukum dari sejak peristiwa di tanggal 13 sejak terdakwa pulang dari Jambi sampai dinonaktifkan, itu tadi sudah dijelaskan karena katanya membuat gaduh. Apakah terdakwa memuat suatu pemberitaan di media massa sehingga akhirnya membuat gaduh?" Terus saya dibilang melarang buka peti mati. Karena di situ pemberitaan terhadap saya sudah mulai negatif," ujar Hendra. Baca juga: "Jadi saya juga malas lihatnya karena saya dibilang nganter jenazah dengan peti mati. Itu terus yang dibilang, saya jadi malas, Yang Mulia.
Terdakwa kasus perkara perintangan penyidikan (obstruction of justice) terkait pembunuhan berencana Yosua Hutabarat, menjalani sidang pemeriksaan terdakwa.
Advertisement
Terdakwa obstruction of justice kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua, Brigjen Hendra Kurniawan, bersiap jalani sidang perdana di Pengadilan Negeri ...
"Tapi alasannya Saudara tahu enggak? Jadi saya enggak pernah ada lagi, kadang saya liat, saya matikan aja," kata Hendra. Karena, kan, saya juga sudah dinonaktifkan, ya sudahlah," lanjut Hendra. "Saya di tanggal 19 Juli sudah dinonaktifkan, Yang Mulia, dan saya sudah makan tidur aja di rumah tidak ke kantor, enggak ke mana-mana. "Izin Yang Mulia, saya jelaskan. Dan saat dibebastugaskan itu, ia hanya tidur-makan di rumah dan mengaku tidak tahu perkembangan atau informasi kasus pembunuhan berencana yang menyeret pimpinannya saat itu, Ferdy Sambo.
VIVA Nasional – Mantan Kepala Biro Paminal (Karopaminal) Divisi Propam Mabes Polri, Hendra Kurniawan mengaku malas atau badmood saat berita tentang dirinya ...
"Tanggal 28 Juli itu ada press release Komnas HAM, Yosua masih hidup pada saat Ferdy Sambo datang. Pemberitaan yang viral itu terkait dengan larangan buka [peti mati](https://www.viva.co.id/tag/peti-mati) [Brigadir J](https://www.viva.co.id/tag/brigadir-j) saat di Jambi pada bulan Juli 2022 lalu. "28 Juli tidak ada press release itu yang mulia," jawab Hendra. [Halaman Selanjutnya "Saya tidak tahu," jawab Hendra](https://www.viva.co.id/berita/nasional/1565286-hendra-kurniawan-bete-lihat-berita-di-tv-sebut-dirinya-larang-buka-peti-mati-brigadir-j?page=2) Mulanya, Hakim Ketua Akhmad Suhel bertanya kepada Hendra Kurniawan soal pemberitaan press release Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) pada tanggal 28 Juli 2022. [VIVA Nasional](https://www.viva.co.id/tag/viva-nasional) – Mantan Kepala Biro Paminal (Karopaminal) Divisi Propam Mabes Polri, [Hendra Kurniawan](https://www.viva.co.id/tag/hendra-kurniawan) mengaku malas atau badmood saat [berita](https://www.viva.co.id/tag/berita) tentang dirinya menjadi viral di televisi.
Mantan Kepala Biro Paminal (Karo Paminal) Divisi Propam Mabes Polri, Hendra Kurniawan menceritakan kesehariannya setelah dinonaktifkan dari jabatannya.
Namun Hendra mengaku tak tahu akan press release tersebut. [Hakim](https://www.viva.co.id/tag/hakim) Ketua Akhmad Suhel bertanya kepada Hendra Kurniawan soal pemberitaan press release Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( [Komnas HAM](https://www.viva.co.id/tag/komnas-ham)) pada tanggal 28 Juli 2022. [Halaman SelanjutnyaHakim Suhel mengatakan, press release itu isinya sama dengan keterangan Arif Rachman soal Brigadir J masih hidup saat Ferdy Sambo datang.](https://www.viva.co.id/berita/nasional/1565338-pengakuan-hendra-kurniawan-usai-dicopot-dari-karo-paminal-cuma-makan-tidur-di-rumah?page=2) Lantas, Hakim Suhel merasa bingung mengapa Hendra Kurniawan tak tahu soal press release dari Komnas HAM itu. [VIVA Nasional](https://www.viva.co.id/tag/viva-nasional) – [Mantan](https://www.viva.co.id/tag/mantan) Kepala Biro Paminal ( [Karo Paminal](https://www.viva.co.id/tag/karo-paminal)) Divisi [Propam](https://www.viva.co.id/tag/propam) Mabes [Polri](https://www.viva.co.id/tag/polri), [Hendra Kurniawan](https://www.viva.co.id/tag/hendra-kurniawan) menceritakan kesehariannya setelah dinonaktifkan dari jabatannya. [obstruction of justice](https://www.viva.co.id/tag/obstruction-of-justice) agenda pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada Jumat 13 Januari 2023.
Salah satu terdakwa obstruction of justice dalam kasus Brigadir J. Adapun Mantan Karo Paminal Hendra Kurniawan tegaskan bantah ikut rancang Ferdy Sambo, ...
[Brigadir J](https://www.tvonenews.com/tag/brigadir-j) terkait [obstruction of justice](https://www.tvonenews.com/tag/obstruction-of-justice). (Muhammad Bagas/tim tvOne) [timsus](https://www.tvonenews.com/tag/timsus)) tepat pada tanggal 8 Juli 2022. [Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat](https://www.tvonenews.com/tag/brigadir-nofriansyah-yosua-hutabarat) dalam sidang [perintangan penyidikan](https://www.tvonenews.com/tag/perintangan-penyidikan). Adapun [Mantan](https://www.tvonenews.com/tag/mantan) [Karo Paminal](https://www.tvonenews.com/tag/karo-paminal) [Hendra Kurniawan](https://www.tvonenews.com/tag/hendra-kurniawan) tegaskan [bantah](https://www.tvonenews.com/tag/bantah) ikut rancang [Ferdy Sambo](https://www.tvonenews.com/tag/ferdy-sambo), Sabtu (14/1/2023). Hendra Kurniawan di PN Jaksel, Kamis (12/1/2023).
CCTV itu diambil saat timsus selesai melakukan olah TKP di lokasi tewasnya Brigadir J, pada 13 Juli 2022.
Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link Baca juga:
Terdakwa Hendra Kurniawan mengungkap ada CCTV di rumah dinas Ferdy Sambo di Komplek Perumahan Polri, Duren Tiga yang diambil Timsus Polri, tanpa seizin ...
“Saya tidak tahu, kan saya di Jambi. Kan yang dilaporkannya bahwa ada CCTV di dalam rumah diamankan oleh Pusinafis. Saya tidak tahu katanya. Terus udah lapor belum ke Pak Sambo? Terus pemilik rumahnya belum tahu. “Yang dilaporkan ada CCTV di dalam rumah Duren Tiga itu diamankan Pusinafis.
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Terdakwa Hendra Kurniawan mengaku tidak memgetahui isi rekaman CCTV hingga akhirnya skenario Ferdy Sambo terungkap. Dia...
Pada 10 Juli 2022 Arif Rahman kemudian meminta bertemu dengan Chuck Putranto di Polres Metro Jakarta Selatan. DVR CCTV di rumah Ridwan Soplanit juga diminta diganti dengan yang baru. “Saksi Hendra Kurniawan bertanya kepada terdakwa Ferdy Sambo ada peristiwa apa Bang?
Hendra Kurniawan, terdakwa kasus dugaan perintangan penyidikan atau obstruction of justice pembunuhan Brigadir J mengaku sempat malas menonton berita di TV.
“Kadang lihat kadang tidak, karena kan pemberitaan di situ mulai negatif ke saya. “Itu saya enggak pernah lagi lihat, kadang saya matikan.” Saya baru lihat videonya di fakta persidangan.” Saya kan dipatsus.” “Kadang lihat berita,kadang tidak, karena kan saya juga sudah dinonaktifkan,” jawab Hendra, pecatan anggota Polri berpangkat Brigjen ini. “Apa saudara tidak pernah melihat berita?” tanya hakim.
Hendra mengatakan selama dia bertugas sebagai Karo Paminal Div Propam Polri, pernah menolak perintah atasan. Oleh karena itu, jika dirinya tahu dibohongi ...
Pada 10 Juli 2022 Arif Rahman kemudian meminta bertemu dengan Chuck Putranto di Polres Metro Jakarta Selatan. DVR CCTV di rumah Ridwan Soplanit juga diminta diganti dengan yang baru. “Saksi Hendra Kurniawan bertanya kepada terdakwa Ferdy Sambo ada peristiwa apa Bang?
Dalam sidang tersebut, tiga mantan bawahan Ferdy Sambo dimintai keterangannya yaitu mantan Karo Paminal Div Propam Polri Hendra Kurniawan, ...
"Saya tidak tahu, kan saya di Jambi. "Rasa takut itu besar Yang Mulia. "Takut. "Jadi di Patsus dini hari jam 1 dipanggil jam 10 malam saya langsung datang. Ini apa yang membuat saudara enggak mengatakan?" Saya lalu menunggu di garasi cartpot karena bisa melihat ke dalam jendela," terang Arif. 'Mereka tidak tahu itu rumah saya di situ, apa mereka tidak punya tata krama izin ke saya?' Ya, saya siap-siap saja," ujar Arif. Jawab Chuck "Betul." "Iya siap, enggak tahu itu rumah saya? Saya lihat sepertinya yang sedang melakukan olah TKP dari orang Puslabfor karena sedang memasang benang," ucap Arif. "Nah ini berikutnya Pak Ferdy sambo menelepon kami. Sehingga dikaitkan dengan saat itu saya berfikiran ini masih di luar TKP, biar tidak disalahgunakan maka saya amankan untuk diserahkan ke polres," ujar Chuck.
Hendra Kurniawan terseret kasus pembunuhan Brigadir J, ternyata simpan mobil jadul yang harganya setara Yamaha NMAX.
[Hendra Kurniawan](https://www.motorplus-online.com/tag/hendra-kurniawan) ini Land Rover Jeep keluaran tahun 1969. [Hendra Kurniawan](https://www.motorplus-online.com/tag/hendra-kurniawan) yang sudah dipecat dari kepolisian pangkat terakhirnya Brigadir Jenderal (Brigjen). [Hendra Kurniawan](https://www.motorplus-online.com/tag/hendra-kurniawan) mengaku kecewa namanya mendadak viral karena melarang keluarga membuka peti jenazah mendiang Brigadir J. [Yamaha NMAX](https://www.motorplus-online.com/tag/yamaha-nmax) terbaru dibanderol mulai Rp 31.615.000 atau beda sedikit dengan mobil jadul milik [Hendra Kurniawan](https://www.motorplus-online.com/tag/hendra-kurniawan). [Kasus pembunuhan Brigadir J](https://www.motorplus-online.com/tag/kasus-pembunuhan-brigadir-j) menyeret nama [Ferdy Sambo](https://www.motorplus-online.com/tag/ferdy-sambo) dan [Hendra Kurniawan](https://www.motorplus-online.com/tag/hendra-kurniawan). [Yamaha NMAX](https://www.motorplus-online.com/tag/yamaha-nmax).
Jakarta, tvOnenews.com - Pengungkapan kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J terkait perintangan penyidikan.
Yang ikut didakwa juga dalam [obstruction of justice](https://www.tvonenews.com/tag/obstruction-of-justice). [Pembunuhan berencana](https://www.tvonenews.com/tag/pembunuhan-berencana) yang menewaskan Brigadir J yang didalangi oleh Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo. [perintangan penyidikan](https://www.tvonenews.com/tag/perintangan-penyidikan).
Majelis hakim menganggap AKBP Arif Rachman Arifin sebagai terdakwa paling jujur di kasus perintangan penyidikan atau obstruction of justice tewasnya ...
Akhirnya pertanyaan terkait AKBP Arif Rachman pun tidak jadi diajukan pihak Brigjen Hendra Kurniawan. Apakah Arif Rachman begitu sucinya sampai memojokkan terdakwa,” kata pengacara Hendra. “Ini perlu dijelaskan terkait Arif Rachman, saya mau tanya apakah Pak Arif banyak dumasnya, pengaduan masyarakat waktu jadi reserse. Tim pengacara melanjutkan pertanyaan hal lain. Itulah sebabnya, biar perkara ini menjadi terbuka dan itu harapan kami sebenarnya, tidak lain,” lanjutnya. Brigjen Hendra Kurniawan merupakan Mantan Karo Paminal Divpropam Polri.