Tiap pergantian tahun, banyak pihak yang melontarkan penerawangan atau ramala, termasuk pada tahun baru 2023 ini. Lantas bagaimana hukum mempercayai ramalan ...
Posisi zodiak dan nasib kita sama sekali tidak memiliki pertalian mutlak karena yang menentukan dan berpengaruh adalah Allah SWT. Dalam relasi posisi zodiak ketika seseorang lahir dan nasibnya, berapa banyak orang yang memiliki karakter berjauhan dengan ramalan zodiaknya. Dengan kata lain, kita tidak mempercayai bahwa hubungan bulan kelahiran dan nasib atau karakter kita itu bersifat mutlak. Dan berapa banyak orang yang tertekan dan sulit bahagia meski memiliki banyak uang. Kita tidak mempercayai bahwa hubungan parasetamol dan kesembuhan itu bersifat mutlak. Dalam konteks hukum adi ini, bisa jadi ramalan zodiak itu lahir dari kebiasaan yang berulang-ulang dan terbukti sehingga kaitan antara nasib atau karakter tertentu dan bulan tertentu tampak sangat erat. Kedua, kelompok yang meyakini bahwa tidak ada pengaruh apapun pada benda-benda itu, tetapi meyakini kelaziman antara sebab dan akibat sekira tak ada kemungkinan bersalahan. Keempat, kelompok yang meyakini bahwa benda-benda itu memberi pengaruh karena kekuatan yang Allah titipkan di dalamnya. Lalu bagaimana kita memaknai ramalan zodiak atau ramalan lainnya? Ramalan zodiak dan apapun bentuk sebab-akibat merupakan hukum adi. Dari sini kita mendapatkan gambaran bahwa ramalan zodiak adalah ramalan yang didasarkan pada dua belas tanda bintang yang dikaitkan dengan dua belas bulan kelahiran seseorang. Dengan kata lain kita harus optimis dengan nasib dan masa depan kita.