Kuat Ma'ruf bertanya ke ahli psikologi forensik apakah dirinya seorang pembohong atau tidak. Pertanyaan itu membuat ahli tertawa.
Reni juga menyebut Kuat memiliki tingkat kepatuhan tinggi terhadap atasannya. Jaksa kemudian meminta Reni melanjutkan penjelasan soal hasil pemeriksaan psikologi forensik terhadap Kuat. Terdakwa dalam sidang ini adalah Kuat Ngaku Ikhlas Kecerdasannya Dianggap di Bawah Rata-rata Pertanyaan itu membuat ahli tertawa. "Kuat Ma'ruf kecerdasannya tergolong di bawah rata-rata populasi orang seusianya, jadi Bapak Kuat ini agak lebih lambat dalam memahami informasi," kata Reni.
Pengunjung sidang tertawa ketika terdakwa Kuat Ma'ruf mengonfirmasi kejujurannya kepada saksi ahli forensik di sidang lanjutan kasus pembuhunan Brigadir J.
Kuat menjawab tidak memergoki peristiwa itu dan hasilnya, kata Aji, dinyatakan jujur. Dalam surat dakwaan, Bharada E dan Sambo disebut menembak Yosua. Sehingga berada di tempat yang keliru, ya pak ya, pada saat itu," kata Reni. Padahal aslinya jujur ya, ibu?" Yang saya tanyakan saya tipe orang pembohong, apa yang tidak jujur, apa gimana ibu? "Terima kasih ibu.
Hal tersebut diungkap Reni dalam sidang kasus pembunuhan berencana Brigadir J dengan lima terdakwa, yaitu Ferdy Sambo, Ricky Rizal, Kuat Maruf, Richard Eliezer ...
Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link Baca juga:
Kuat Ma'ruf mempertanyakan soal pendapat banyak orang bahwa dia dianggap pembohong kepada saksi ahli psikologi forensik.
"Dari hasil pemeriksaan kami. "Saya mau bertanya sama ibu psikolog. Pertanyaan Kuat tersebut pun lantas juga membuat Reni tak kuasa menahan tawa. "Soalnya akhir-akhir ini saya sering disebut pembohong dan tidak jujur ibu, dan saya sakit dengan bahasa itu," ucap Kuat. "Yang saya tanyakan saya ini tipe orang pembohong apa yang tidak jujur apa bagaimana?" Salah satunya adalah ahli psikologi forensik Reni Kusumowardhani.
Momen ini terjadi saat Kuat menanggapi hasil pemeriksaan psikologis terhadap dirinya dalam persidangan kasus pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir ...
Dia didakwa melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 subsider Pasal 48 juncto Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Atau diancam dengan pidana dalam Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) ke-2 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Momen ini terjadi saat Kuat menanggapi hasil pemeriksaan psikologis terhadap dirinya dalam persidangan kasus pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Hasil asesmen psikologis terdakwa Kuat Maruf mengundang gelak tawa pengunjung sidang.
Iya izin Pak Kuat iya," kata Reni menoleh ke arah Kuat Ma'ruf. "Jadi ini pemahaman moralnya baik. Jadi pada bapak Kuat Ma'ruf ini tidak mudah disugesti, kepatuhannya tinggi, tetapi tidak mudah disugesti, dan dari hasil kepura-puraan tidak didapatkan kepura-puraan," ujar Reni. "Izin Pak kuat. **Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. "Jadi Bapak Kuat Ma'ruf lebih lambat dalam memahami informasi," ujar Reni.
JawaPos.com – Ahli Psikologi Forensik, Reni Kusuma Wardhani menyebut, terdakwa Kuat Ma'ruf memiliki kecerdasan di bawah rata-rata.
Perbuatan itu dilakukan bersama-sama Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Putri Candrawathi, Ricky Rizal Wibowo dan Kuat Ma’ruf (dituntut terpisah), pada Jumat (8/7), sekira pukul 15.28 -18.00 WIB, di Jalan Saguling Tiga No.29, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan dan di Rumah Dinas Kompleks Polri Duren Tiga No.46, Rt 05, Rw 01, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. Musababnya, dia bersama istrinya Putri Candrawathi dan Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap mendiang Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. “Kuat Ma’ruf ini tidak dapat disugesti.
Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J, Kuat Ma'ruf kembali mendapat sorotan saat hadir di sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu ...
Sekitar 2 Jam yang lalu Sekitar 16 Jam yang lalu Sekitar 20 Jam yang lalu Sekitar 1 Jam yang lalu Sekitar 19 Jam yang lalu Kuat menjawab dengan lantang jika keterangan tersebut cukup. Padahal aslinya jujur ya, ibu?" Sehingga berada di tempat yang keliru, ya pak ya, pada saat itu," kata Reni. Pihak Saksi bahkan telah mengukur kredibilitas keterangan yang diberikan Kuat. "Terima kasih ibu. Yang saya tanyakan saya tipe orang pembohong, apa yang tidak jujur, apa gimana ibu? Namun pada akhirnya telah diakui dan direvisi.
Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, Kuat Ma'ruf bertanya ke ahli psikologi forensik terkait apakah dirinya seorang pembohong ...
Pertanyaan Kuat itu pun membuat Reni tak kuasa menahan tawa. Sebab, Kuat mengaku sakit hati lantaran akhir-akhir ini dirinya disebut pembohong. Pada saat itu demikian,” sambung Reni. Pernyataan Kuat pun sontak disambut gelak tawa pengunjung sidang. Selain itu, Sambo juga didakwa merintangi penyidikan kasus tersebut. “Saya mau bertanya sama ibu psikolog.
JAKARTA, KOMPAS.com - Gelak tawa mewarnai sidang kasus dugaan pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta ...
Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link Setelahnya, Sambo menembak kepala belakang Yosua hingga korban tewas. Soalnya akhir-akhir ini saya sering disebut pembohong dan tidak jujur dan saya sakit dengan bahasa itu, Ibu," ujar Kuat. "Saya mau bertanya kepada Bu Psikolog. "Kuat Ma'ruf kecerdasannya tergolong di bawah rata-rata dibanding populasi orang seusianya. Baca juga:
JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Kuat Ma'ruf, mengaku sakit hati berulang kali disebut ...
Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link Setelahnya, Sambo menembak kepala belakang Yosua hingga korban tewas. Soalnya akhir-akhir ini saya sering disebut pembohong dan tidak jujur dan saya sakit dengan bahasa itu, Ibu," ujar Kuat. "Saya mau bertanya kepada Bu Psikolog. "Kuat Ma'ruf kecerdasannya tergolong di bawah rata-rata dibanding populasi orang seusianya. Baca juga: