Belakangan ini, Indonesia sering dilanda gempa. Informasi mengenai bencana itu diumumkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui.
Dari hasil seismogram, alat pengukur gempa itu menggunakan skala Richter untuk menggambarkan besaran guncangan. Malahan, sebelum era digital, seismograf cuma bisa merekam data gempa pada film fotografi berukuran 16mm. Besaran yang demikian, rupanya, diketahui melalui sebuah alat bernama seismograf. Pada zaman yang lebih modern, atau pertengahan abad ke-18, orang mulai menggunakan seismoskop. Seismograf pun tak serta-merta 'sempurna' seperti sekarang. Informasi mengenai bencana itu diumumkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui akun media sosialnya.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD dan PK) Kabupaten Pandeglang Rahmat Zultika mengatakan, BMKG sudah melakukan ...
Alat itu pasang di Kecamatan Sumur dan kecamatan Cigeulis,โ katanya. Kemudian alat Sirine (ews) Tsunami di Teluk Labuan, dan Sidamukti Pagelaran. โ Yang dipasang di Kecamatan Panimbang, Sumur dan Cikeusik. Lalu alat WRS New Generation di pasang di Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung dan pusat pemerintahan Pandeglang,โ katanya. โJadi bukan alat buoy yang terpasang di laut yang bertugas untuk mengawasi dan mencatat perubahan tingkat pada air laut atau bencana tsunami. Alat yang sudah dipasang BMKG itu bukan berupa buoy atau Tsunami Early Warning System.