Elon Musk resmi menjadi pemilik baru Twitter Inc. pada Kamis (27/10). Ia langsung memecat pejabat tinggi Twitter yang dituduh menyesatkannya dan tidak cukup ...
Secara terbuka, ia mengeluh bahwa dirinya meyakini bahwa jumlah akun spam Twitter sebetulnya jauh lebih tinggi dari perkiraan Twitter sendiri yang diterbitkan dalam pengajuan peraturan, kurang dari 5 persen dari pengguna aktif harian yang dapat dimonetisasi. Ia langsung memecat pejabat tinggi Twitter yang dituduh menyesatkannya dan tidak cukup memberikan petunjuk agar ia dapat mencapai ambisi-ambisi yang telah ia uraikan untuk platform media sosial berpengaruh itu. Ia menuduh mereka menyesatkan dirinya dan para investor Twitter terkait jumlah akun palsu di platform tersebut.
Setelah berbulan-bulan penuh kontroversi dan proses panjang, Elon Musk kini resmi mengakuisisi Twitter ke dalam kerajaan bisnisnya.
Salah satu kekesalan Musk lainnya adalah masalah akun palsu. Dalam sebuah surat yang diterbitkan Kamis, pengusaha meminta pengiklan Twitter untuk bekerja sama untuk "membangun sesuatu yang luar biasa," menekankan pentingnya menyambut keragaman pendapat di platform. Musk yang menggambarkan dirinya sebagai penjunjung kebebasan berbicara sejati mengatakan bahwa dia ingin mengubah Twitter menjadi platform yang hangat dan ramah untuk semua dan bukan pemandangan 'neraka' yang bebas untuk semua. "Musk berada dalam posisi yang tidak menyenangkan untuk meyakinkan para eksekutif berpengalaman untuk bekerja untuknya di platform yang telah dia hina secara publik," kata Jasmine Enberg, seorang analis untuk Insider Intelligence. Lalu seperti apa nasib Twitter di bawah kendali Elon Musk? Bagaimana Nasib Twitter di Bawah Elon Musk?
Kebijakan moderasi konten di Twitter belum berubah meski pemilik barunya, Elon Musk, sudah membentuk dewan 'sensor'.
kicau Musk dalam sebuah surat terbuka di Twitter.(tim/arh) [[Gambas:Video CNN]](https://www.cnnindonesia.com/embed/video/866516) [LIHAT SELENGKAPNYA](#) [Elon Musk](https://www.cnnindonesia.com/tag/elon-musk) menyatakan kebijakan [moderasi konten](https://www.cnnindonesia.com/tag/sensor) platform media sosial itu belum berubah.
Ini adalah momen di mana tak seorang pun merasa yakin dengan apa yang bakal terjadi: setelah berbulan-bulan penuh drama, Elon Musk membeli Twitter senilai ...
Apakah kita akan melihat Twitter menjalankan bisnis yang menerima pembayaran dengan crypto? Musk mengumumkan berita besar ini, tentu saja, di Twitter. Di Amerika, koalisi aktivis sayap kiri Stop the Deal berkata Musk “haus kekacauan” dan rencana-rencananya bisa saja menjadikan Twitter “kolam yang lebih penuh dengan kebencian”. Di saat sama, dia mengatakan “semua orang yang di-suspend karena alasan-alasan sepele dan meragukan” akan “dibebaskan dari penjara Twitter”. Tapi Musk telah memberi sinyal bahwa perubahan besar akan terjadi di Twitter, versinya akan “kebebasan bersuara yang absolut”. Tapi petunjuk yang lebih menarik dari Musk adalah soal “X, aplikasi untuk semua hal”. Platform ini tampak persis seperti Twitter dan pengguna bisa mengunggah “truth” atau “kebenaran” di sana. Tapi sekarang, Musk mencuit dia akan membentuk sebuah “dewan” yang akan memutuskan apakah akun-akun yang ditangguhkan bisa kembali lagi - termasuk milik Trump. Lagipula, “dewan” yang dibentuk Musk belum tentu membolehkan Trump kembali. Musk menawarkan visinya dengan terselubung, berkata bahwa platform ini harus lebih “menyambut”, dan tidak menjadi “neraka untuk siapapun tanpa terkecuali”. Bio di akunnya kini berubah menjadi “Chief Twit” dan ia mengumumkan “burung ini sudah dibebaskan”. Dia mengatakan, alasannya membeli Twitter adalah untuk “mencoba menolong umat manusia”, dan dia menginginkan “peradaban untuk memiliki alun-alun kota digital”.
Tahun 2022 bukan hanya menjadi tahun yang sulit untuk masyarakat menengah ke bawah, tetapi juga bagi para crazy rich dunia.
Saham perusahaan mobil listrik Tesla Inc ambles 35,13%. Nasib paling miris dialami oleh pendiri Tesla dan Facebook yaitu Elon Musk dan Mark Zuckerberg yang hanya dalam kurun waktu kurang dari satu tahun kekayaan mereka telah lenyap lebih dari US$ 100 miliar. Saham induk perusahaan Google yaitu Alphabet Inc melorot 33,53% tahun ini.
Elon Musk mengungkapkan keinginannya untuk menjadikan media berlogo burung biru itu sebagai platform untuk kebebasan berpendapat.
Belum ada detail mengenai dewan moderasi konten besutan Elon Musk itu, namun ia menyebutkan bahwa sistem moderasi konten yang saat ini kurang memuaskan. Sebagai informasi, terkait dengan dewan moderasi konten, media sosial lainnya yang memiliki dewan serupa sejauh ini ialah Meta. Meski begitu, dewan itu masih dirancang sehingga saat ini atau dalam waktu dekat masih belum akan ada perubahan dari segi moderasi konten di Twitter.
Ini sosok pangeran Arab Saudi yang menjadi investor terbesar di Twitter setelah media sosial tersebut diakusisi Elon Musk.
[elon musk](https://www.bisnis.com/topic/31049/elon-musk) [arab saudi](https://www.bisnis.com/topic/1368/arab-saudi) Artinya, investor asal Arab Saudi tersebut akan jadi pemegang saham terbesar kedua setelah Elon Musk. [Google News](https://news.google.com/s/CAAqBwgKMKG67wowy-PQAQ?ceid=ID:en&oc=3&hl=en-ID&gl=ID) “The bird is freed/Burung itu dibebaskan," cuit Musk, merujuk pada logo burung Twitter dikutip pada Sabtu (29/10/2022). Berbeda dengan cuitan yang dibagikan Alwaleed bin Talal pada Jumat (28/10/2022), sosok pangeran Arab tersebut awalnya sempat menolak tawaran Musk pada bulan April 2022. [Arab Saudi](https://www.bisnis.com/topic/1368/arab-saudi) bersama dengan kantor pribadi Pangeran Alwaleed bin Talal akan melanjutkan kepemilikan mereka atas saham [Elon Musk](https://www.bisnis.com/topic/31049/elon-musk) resmi mengambil alih media sosial bergambar burung tersebut.
Tahun silam, Elon Musk adalah manusia terkaya sepanjang masa dengan kekayaan melesat di atas USD 300 miliar.
Sekelompok bank, termasuk Morgan Stanley dan Bank of America, awal tahun ini setuju meminjamkan USD 12,5 miliar dari uang yang dibutuhkan Musk untuk membeli Twitter dan menjadikannya privat. Mungkin juga investor cemas Elon Musk akan tersita perhatiannya dengan pembelian Twitter. Sempat mau mundur, Elon Musk setuju membeli Twitter dengan harga sesuai penawaran yakni USD 44 miliar.