BPOM mengumumkan 30 dari 102 obat sirup yang dilaporkan Kemenkes dikonsumsi penderita gagal ginjal akut pada anak tidak mengandung etilen glikol.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Baca juga:
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan apoteker ataupun tenaga kesehatan di Indonesia dapat kembali menjual atau meresepkan obat sediaan cair atau ...
Mayoritas pasien berasal dari golongan anak-anak, dengan pasien paling banyak bayi di bawah lima tahun (balita). Kemudian 69 orang masih dalam tahap pengobatan, dan 39 pasien lainnya dinyatakan telah sembuh. Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Murti Utami pada Selasa (18/10). Hal itu menyusul temuan kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal di Indonesia. Dari 241 kasus itu, rinciannya 133 orang dinyatakan meninggal dunia. Ketiga produk tersebut yakni Unibebi Cough Sirop, Unibebi Demam Sirup, dan Unibebi Demam Drops.
TEMPO.CO, Jakarta - The Food and Drugs Monitoring Agency or BPOM in a press statement on Sunday has urged healthcare workers and the pharmacy industry to ...
Lukito after the agency discovered a number of liquid medicines available in the market containing Ethylene Glycol (EG) and Diethylene Glycol (DEG) contaminants. [BPOM ](https://www.tempo.co/search?waktu=&kanal=&subkanal=&domain=2&q=bpom)in a press statement on Sunday has urged healthcare workers and the pharmacy industry to actively report on medicinal side effects. She especially underlined the importance of purchasing medicines from legal pharmacies, licensed drug stores, and health centers.
Dari penelusuran tersebut, diperoleh data sejumlah 133 (seratus tiga puluh tiga) sirup obat yang tidak menggunakan propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, ...
Informasi Kelima Hasil Pengawasan BPOM Terkait Sirup Obat yang Tidak Menggunakan Propilen Glikol, Polietilen Glikol, Sorbitol, dan/atau Gliserin/Gliserol](https://drive.google.com/file/d/1uQh2vpCGd--7ObwZ_3HbLaNp5XDRSP12/view?usp=sharing) Informasi Kelima Hasil Pengawasan BPOM Terkait Sirup Obat yang Tidak Menggunakan Propilen Glikol, Polietilen Glikol, Sorbitol, dan/atau Gliserin/Gliserol](https://drive.google.com/file/d/1eB-supu4qpaw8uBRsUXiOAnIpcyHseQo/view?usp=sharing) [Lampiran 3. Informasi Kelima Hasil Pengawasan BPOM Terkait Sirup Obat yang Tidak Menggunakan Propilen Glikol, Polietilen Glikol, Sorbitol, dan/atau Gliserin/Gliserol](https://drive.google.com/file/d/1-b88zZz9jDq3cwMNBtogWLFSbHWv12c0/view?usp=sharing) [Lampiran 2. Sampai dengan 21 Oktober 2022, BPOM telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) untuk melakukan penurunan (takedown) konten terhadap 4922 link yang teridentifikasi melakukan penjualan sirup obat yang dinyatakan tidak aman. Dari penelusuran tersebut, diperoleh data sejumlah 133 (seratus tiga puluh tiga) sirup obat yang tidak menggunakan propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, dan/atau gliserin/gliserol sehingga aman sepanjang digunakan sesuai aturan pakai. BPOM melakukan intensifikasi surveilans mutu berbasis risiko, sampling, dan pengujian untuk memastikan seluruh produk yang beredar di pasaran tidak mengandung cemaran EG dan DEG melebihi ambang batas aman.
13 obat sirup ini aman digunakan setelah melewati proses surveilans mutu berbasis risiko, sampling, dan pengujian. Berikut daftarnya.
Dari 102 tersebut, sebanyak 30 obat dinyatakan aman dan 3 produk lainnya mengandung cemaran EG/DEG melebihi ambang batas aman. Dalam rilis yang sama, BPOM juga mengeluarkan data hasil uji atas 102 obat yang dimintakan Kemenkes. Pemilik Izin Edar: Konimex Nomor izin edar: DTL7813020337A1 Untuk diketahui, dari 102 obat yang dilaporkan Kemenkes, 30 dinyatakan aman digunakan. Nomor izin edar: DTL1422723337A2
KOMPAS.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah merilis daftar 133 obat yang dinilai aman dari cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol ...
“Hanya menunjukkan aman dan tidak aman, tapi akibat sebab, apalagi yang dikaitkan dengan gagal ginjal bukan tugas kami. Boleh dipakai sebagai pelarut dalam pembuatan obat,” ujar Penny. [BPOM Umumkan Obat Sirup yang Aman Digunakan, Ini Penjelasannya](https://www.kompas.com/tren/read/2022/10/23/203612565/bpom-umumkan-obat-sirup-yang-aman-digunakan-ini-penjelasannya) [berikut](https://www.kompas.com/tren/read/2022/10/24/093500565/daftar-obat-sirup-aman-menurut-bpom-per-23-oktober-2022). [BPOM](https://www.kompas.com/tag/bpom)) telah merilis daftar 133 obat yang dinilai aman dari cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG). [5 Poin Penjelasan BPOM soal Obat Sirup dan Kaitan Kasus Gagal Ginjal Akut](https://www.kompas.com/tren/read/2022/10/24/113000865/5-poin-penjelasan-bpom-soal-obat-sirup-dan-kaitan-kasus-gagal-ginjal-akut-)
BPOM mendorong dua perusahaan itu diproses hukum karena kandungan berbahaya pada obat-obatan mereka yang diduga penyebab gagal ginjal akut.
"Untuk bersama mendalami kejadian tersebut sesuai atensi pimpinan," ucapnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Dan tentu saja sangat toxic dan itu bisa cepat diduga bisa mengakibatkan ginjal akut dalam hal ini," ujar Penny dalam keterangannya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (24/10/2022). Perkara pidana," lanjut dia. Baca juga: "Karena ada indikasinya bahwa kandungan dari EG dan DEG di produknya itu tidak hanya dalam konsentrasi sebagai kontaminan. [Etilen Glikol](https://www.kompas.com/tag/etilen-glikol) (EG) dan [Dietilen Glikol](https://www.kompas.com/tag/dietilen-glikol) (DEG) dengan konsentrasi sangat tinggi.
JAKARTA - Cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) pada sirup obat yang ditengarai menjadi penyebab gangguan ginjal akut pada ratusan anak di ...
Pengawasan akan terus dilakukan BPOM di seluruh wilayah Indonesia, termasuk pengawalan proses penarikan kelima produk sirup obat yang mengandung EG dan DEG melebihi ambang batas aman. "Daftar obat yang dirilis BPOM bisa dicermati dan bisa digunakan karena sudah ada jaminan tidak lagi berpotensi sebabkan gangguan ginjal. Keempat pelarut ini tidak dilarang, selama proses produksi terjaga dari cemaran EG dan DEG berlebihan. Untuk memastikan keamanan sirup obat lainnya, BPOM juga telah melakukan sampling dan pengujian 13 sirup obat (21 bets) yang dinyatakan aman aman digunakan sepanjang sesuai aturan pakai . JAKARTA - Cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) pada sirup obat yang ditengarai menjadi penyebab gangguan ginjal akut pada ratusan anak di Indonesia masih terus diselidiki pemerintah. Berdasarkan data registrasi BPOM, sebanyak 133 sirup obat aman digunakan sepanjang sesuai aturan pakai karena tidak menggunakan pelarut propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, dan gliserin/gliserol.
'Kami sudah monitor terkait penjualan sirup yang di apotek dan di tempat-tempat penjualan obat, dan sudah tidak dijual,' kata Sekda Depo Halaman all.
Kemasan dus, botol @15 ml.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Kemasan dus, botol @60 ml. Kemasan dus, botol plastik @60 ml. Semua apotek tempat penjualan sirop yang tadi masuk kategori itu juga sudah mengantisipasi semua Insya Allah," ujar dia. Unibebi Demam Drops (obat demam) Unibebi Demam Sirup (obat demam)
BPOM merilis daftar 133 obat sirup, cair, atau tetes yang aman digunakan dan tidak mengandung cemaran etilen glikol atau dietilen glikol.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Dengan begitu, risiko efek samping penggunaan obat bisa diminimalkan. OBAT BATUK HITAM, obat batuk sirup, dari HOLI PHARMA
BPOM akan menindaklanjuti secara pidana dua perusahaan farmasi yang memproduksi obat sirup mengandung etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG)
Hingga Senin (24/10/2022) Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, menyebut bahwa kasus gangguan ginjal akut telah mencapai 245 kasus di 26 provinsi dengan angka kematian di atas 57%. Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Namun, pihaknya belum dapat menyebutkan secara spesifik industri farmasi yang dimaksud karena proses hukum masih berlangsung.
Berkaitan dengan maraknya informasi yang dikeluarkan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan ( BPOM ) terhadap beberapa merek obat sirup yang diduga ...
Kita ikuti saja petunjuk maupun arahan dari BPOM terkait obat sirup anak yang mengakibatkan gagal ginjal akut", ungkap Kasi Humas. Polres Tebing Tinggi imbau masyarakat terkait peredaran obat yang ditarik BPOM Tebing Tinggi (ANTARA) - Berkaitan dengan maraknya informasi yang dikeluarkan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan ( BPOM ) terhadap beberapa merek obat sirup yang diduga mengandung cemaran Etilen Glikol ( EG ) dan Dietilen Glikol (DEG), akhirnya Polres Tebing Tinggi mengeluarkan statement mengenai peredaran obat yang ditarik BPOM.
Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta penarikan obat yang direkomendasikan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) tidak aman ...
"Iya [harus ditarik dari peredaran] dilarang sementara, sembari menunggu hasil dari tim terbentuk melakukan operasi. Sultan yakin pihak terkait sudah melakukan penarikan pada obat yang dilarang tersebut. "Sepertinya sudah ada pola penanganan tetapi apakah seberapa jauh, saya belum dapat report [laporan]. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta agar penarikan obat yang masuk kategori tidak aman tersebut harus dilakukan. Penarikan itu perlu dilakukan untuk sementara waktu sembari menunggu penelitian terkait penyebab gagal ginjal akut. Advertisement
AMBON, Siwalimanews – Pasca Kementerian Kesehatan mengeluarkan surat edaran untuk menghentikan sementara penggunaan obat sirup, tim Badan Pengawas Obat dan ...
[Next](https://siwalimanews.com/sakit-assagaff-tak-penuhi-panggilan-polisi/) [Previous](https://siwalimanews.com/polisi-selidiki-kapal-bermuatan-35-ton-bbm-terbakar-di-tulehu/) Adapun lima prodak dimaksud yakni, Termorex Sirup (obat demam), Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu),Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), Unibebi Demam Sirup (obat demam) dan Unibebi Demam Drops.
BPOM menemukan 3 dari 5 obat sirup yang dilarang karena mengandung cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) dijual secara online.
Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link Unibebi Demam Drops (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL1926303336A1, kemasan Dus, Botol @ 15 ml.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Sebanyak 23 obat itu tidak menggunakan zat pelarut tambahan, yaitu propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, dan/atau gliserin/gliserol. "Karena memang belum dilakukan di dunia internasional pun. Itulah kenapa kita tidak pernah menguji," ujar Penny. Apabila ada kejadian seperti yang kita alami ini, mudah juga BPOM membantu menelusuri," ucap dia. Baca juga: "Masyarakat perlu berhati-hati membeli obat, karena ada 3 jenis obat dari 5 yang tidak memenuhi syarat tersebut banyak dijual di online," kata Kepala BPOM Penny K.
BPOM mengakui pihaknya selama ini tidak melakukan pemeriksaan rutin terhadap adanya cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) pada obat sirop.
BPOM sebelumnya telah merilis 133 produk obat sirop yang tidak menggunakan propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, hingga gliserin atau gliserol. BPOM juga masih berproses melakukan pengujian pada 69 produk obat sirop lainnya.(khr/isn) Ketiga produk tersebut yakni Unibebi Cough Sirop, Unibebi Demam Sirup, dan Unibebi Demam Drops. "Tapi juga ada kewajiban dari pelaku usaha untuk melakukan pengujian sendiri. Kendati demikian, Penny memastikan BPOM memiliki kegiatan untuk melakukan pemeriksaan sampling secara rutin. "Itulah kenapa kita tidak pernah menguji karena memang belum dilakukan di dunia internasional pun.
Bahan cemaran EG dan DEG terdiri dari empat pelarut Propilen Glikol, Polietilen Glikol, Sorbitol, dan/atau Gliserin/Gliserol. “Ada tiga produk yang telah ...
Produk itu teridentifikasi setelah BPOM melakukan pengujian terhadap obat-obat yang diduga tercemar senyawa etilen glikol. Sebelumnya, BPOM mencatat 5 produk obat sirup di Indonesia yang mengandung cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) yang melebihi ambang batas. Bahan cemaran EG dan DEG terdiri dari empat pelarut Propilen Glikol, Polietilen Glikol, Sorbitol, dan/atau Gliserin/Gliserol.
Badan Pengawas Obat dan Makanan akan memidanakan dua industri farmasi terkait temuan kandungan cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) ...
Tiga produk lainnya merupakan obat-obat sirop produksi Universal Pharmaceutical Industries, yakni obat batuk dan flu Unibebi Cough Sirup ukuran 60 ml bernomor izin edar DTL7226303037A1, obat demam Unibebi Demam Sirup ukuran 60 ml bernomor izin edar DBL8726301237A1, dan obat demam Unibebi Demam Drops ukuran 15 ml bernomor izin edar DBL1926303336A1. Kemudian, obat batuk dan flu Flurin DMP Sirup kemasan dus botol plastik ukuran 60 ml keluaran PT Yarindo Farmatama dengan nomor izin edar DTL0332708637A1. Pertama, obat demam Termorex Sirup kemasan dus botol plastik ukuran 60 mililiter (ml) produksi PT Konimex dengan nomor izin edar DBL781300353A7A1.
Sidak bersama Dinkes Sidoarjo bersama Polresta Sidoarjo dan Ikatan Apoteker Indonesia di sejumlah apotek tidak menemukan adanya sirup yang dilarang BPOM.
Kasus itu akibat kandungan zat dalam obat sirup untuk anak yang pada akhirnya dilarang oleh BPOM. Beberapa apotek bahkan sudah dalam proses untuk mengembalikan obat tersebut kepada distributor. Obat-obatan itu diduga menyebabkan merebaknya kasus gagal ginjal akut progresif atau atypikal acute kidney injury (AKI) di Indonesia.
BOGOR, KOMPAS.com - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito menjelaskan alasan pihaknya tidak pernah melakukan pengujian kadar Etilen ...
Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link Perkara pidana," lanjutnya. Dan tentu saja sangat toxic dan itu bisa cepat diduga bisa mengakibatkan ginjal akut dalam hal ini," ujar Penny. "Tapi juga ada kewajiban dari pelaku usaha untuk melakukan pengujian sendiri. "Karena memang belum dilakukan di dunia internasional pun. Itulah kenapa kita tidak pernah menguji," ujar Penny di Istana Kepresidenan Bogor pada Senin (24/10/2022).
Tanjungbalai, MPOL: Personil Polres Tanjungbalai bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tanjungbalai dan Satpol PP Serta Dinas Kesehatan ...
Sudirman Kecamatan Tanjung Balai Selatan Kota Tanjungbalai. “Hasil giat ditemukan bahwa Lima jenis obat-obatan yang dilarang diedarkan telah di sisihkan atau disimpan oleh pihak apotek untuk dikembalikan kepada pihak distributor. “Bentuk kegiatan yang dilaksanakan yaitu melakukan pengecekan terhadap obat-obatan berbentuk sirup yang dijual di Apotek tersebut. – Apotek Jaya, di Jalan Gereja Kecamatan Tanjung Balai Selatan Kota Tanjungbalai. “Selanjutnya Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DTL7226303037A1, kemasan Dus, Botol Plastik @ 60 ml. – Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu), produksi PT Yarindo Farmatama dengan nomor izin edar DTL0332708637A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml,” Jelas nya.
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan daftar obat-obatan sirup yang telah dinyatakan aman oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan ...
Unibebi Demam Drops (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL1926303336A1, kemasan Dus, Botol @ 15 ml.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link Sebanyak 23 obat itu tidak menggunakan zat pelarut tambahan, yaitu propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, dan/atau gliserin/gliserol. Unibebi Demam Sirup (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL8726301237A1, kemasan Dus, Botol @ 60 ml. [BPOM Rilis Obat Sirup Aman, Apakah Larangan Obat Sirup Dicabut?](https://www.kompas.com/tren/read/2022/10/24/130000765/bpom-rilis-obat-sirup-aman-apakah-larangan-obat-sirup-dicabut-) Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DTL7226303037A1, kemasan Dus, Botol Plastik @ 60 ml. Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu), produksi PT Yarindo Farmatama dengan nomor izin edar DTL0332708637A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml. Termorex Sirup (obat demam), produksi PT Konimex dengan nomor izin edar DBL7813003537A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml. [Obat Sirup Aman Dirilis BPOM, Apakah Boleh Dijual dan Digunakan Lagi?](https://www.kompas.com/tren/read/2022/10/24/140000065/obat-sirup-aman-dirilis-bpom-apakah-boleh-dijual-dan-digunakan-lagi-) [Kemenkes](https://www.kompas.com/tag/kemenkes)) memastikan daftar obat-obatan sirup yang telah dinyatakan aman oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan ( [BPOM](https://www.kompas.com/tag/bpom)) boleh dikonsumsi kembali. Baca juga: [Obat Sirup Disetop Sementara, Jangan Beri Obat Tanpa Resep ke Balita yang Sakit](https://megapolitan.kompas.com/read/2022/10/24/15244361/obat-sirup-disetop-sementara-jangan-beri-obat-tanpa-resep-ke-balita-yang)
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan memberikan instruksi atau arahan, tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan .
Hasilnya, BPOM memastikan 23 obat di antaranya dipastikan tidak menggunakan keempat pelarut sehingga aman digunakan sepanjang sesuai dengan aturan pemakaian. Hal tersebut sebagaimana tercantum dalam Surat Edaran HK.02.02/III/3515/2022 dan ditandatanani oleh Plt. Daftar obat tersebut telah dipastikan tidak menggunakan pelarut propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, dan/atau gliserin/gliserol.