CEO Getty Images Craig Peters mengungkapkan, larangan didorong oleh kekhawatiran soal legalitas konten yang dihasilkan AI, serta keinginan untuk melindungi ...
"Tujuan kami adalah untuk mendukung artis dan konten mereka. Solusi kecerdasan buatan, kata Rasmus, dapat menjadi sumber untuk mempercepat perjalanan transformasi digital. Platform lain sementara itu, telah menghapus gambar-gambar buatan AI dengan alasan selain melindungi pelanggan. [GOOGLE NEWS](https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMN229AowxaOfAw/sections/CAQqEAgAKgcICjDdtvQKMMWjnwMwwrynBg?hl=en-ID&gl=ID&ceid=ID%3Aen) [AI](https://www.liputan6.com/tag/ai). [karya seni](https://www.liputan6.com/tag/karya-seni) yang dibuat dengan menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), saat ini sedang banyak bertebaran di platform-platform berbagi karya di internet.
Khawatir tentang legalitas sebuah karya, Getty Images melarang unggahan dan penjualan gambar ilustrasi yang dihasilkan lewat penggunaan alat seni artificial ...
Dia menambahkan bahwa tujuan perusahaan adalah untuk mendukung para seniman dan konten yang mereka buat. Namun, paparnya, tidak ada filter otomatis yang sepenuhnya dapat diandalkan, dan tidak jelas seberapa mudah Getty Images menerapkan kebijakan larangan ini. Adapun, platform lain telah menghapus citra AI karena alasan selain melindungi pelanggan. Kamera digital menghasilkan pertumbuhan eksponensial dalam gambar mengingat ada pengurangan biaya dan kesederhanaan pengambilan, transmisi, dan penggunaannya. Menurutnya, dunia pada saat ini sudah banjir dengan gambar. Peters mengatakan bahwa Getty Images akan mengandalkan pengguna untuk mengidentifikasi dan melaporkan gambar yang dihasilkan dari kecerdasan buatan. โKami tidak percaya bahwa itu adalah kepentingan terbaik komunitas kami untuk mengizinkan konten yang dihasilkan AI di situs,โ katanya. Pelarangan ini membuat daftar platform yang menerapkan aturan tersebut jadi bertambah. Peters menambahkan bahwa konten yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan di Getty Images sangat terbatas, dan menolak untuk mengatakan apakah perusahaan telah menerima gugatan hukum atas penjualan konten yang dihasilkan dengan menggunakan kecerdasan buatan tersebut. Dia mengakui bahwa menghapus konten yang dihasilkan dari kecerdasan buatan mungkin tidak mudah. Sementara terkait dengan konten yang dihasilkan dari kecerdasan buatan merupakan ancaman bagi kehidupan ilustrator dan fotografer yang menjual karya di Getty Image, sang CEO menuturkan bahwa alat ini hanya contoh terbaru dari teknologi yang memperluas jumlah gambar yang tersedia. Dilansir dari The Verge, CEO Getty Images Craig Peters mengatakan kepada The Verge bahwa ada kekhawatiran yang berhubungan dengan hak cipta dari karya-karya yang dihasilkan dengan menggunakan alat kecerdasan buatan.