Penggunaan QR Code My Pertamina di sejumlah SPBU di Kota Bandung sudah mulai dilakukan kepada pengendara mobil untuk beli BBM Pertalite dan solar.
[Adi Ramadhan Pratama](https://jabar.tribunnews.com/penulis/adi-ramadhan-pratama) [barcode](https://jabar.tribunnews.com/tag/barcode) secara efektifnya belum ada pemberitahuan secara resminya. [barcode](https://jabar.tribunnews.com/tag/barcode) yang terdaftar di aplikasi My Pertamina," jelasnya. Ini Respons Menkeu](https://jabar.tribunnews.com/2022/08/29/pemerintah-siapkan-blt-rp-600-ribu-dan-subsidi-upah-karena-kenaikan-harga-bbm-ini-respons-menkeu) [QR Code My Pertamina](https://jabar.tribunnews.com/tag/qr-code-my-pertamina) di sejumlah [SPBU](https://jabar.tribunnews.com/tag/spbu) di [Kota Bandung](https://jabar.tribunnews.com/tag/kota-bandung) sudah mulai dilakukan kepada pengendara mobil yang ingin mengisi bahan bakar, Senin (29/8/2022). Editor: [Kisdiantoro](https://jabar.tribunnews.com/editor/kisdiantoro)
Penanaman mangrove di wilayah pesisir Karawang ini merupakan salah satu implementasi pilar pembangunan lingkungan. PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal ...
Kami menyampaikan terima kasih kepada PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Cikampek yang telah peduli dengan desa kami dan kami berharap program ini dilaksanakan secara berkelanjutan,” ungkap Bisri dalam sambutannya. “Program penanaman mangrove di Karawang merupakan salah satu bentuk komitmen Pertamina untuk mencapai tujuan berkelanjutan perusahaan sesuai dengan langkah strategis perusahaan mengingat program TJSL Pertamina Group tahun 2022 memiliki kebijakan strategis di 3 bidang dengan 4 pilar untuk pencapaian 10 prioritas Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/ SDGs. Sri berharap, ke depan program dapat berkelanjutan sehingga dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas lagi. Di tahun 2021 lalu, Pertamina Group berhasil mencatatkan kontribusi penanaman pohon daratan lebih dari 135 ribu pohon dan mangrove lebih dari 140 ribu pohon serta berhasil mereduksi emisi karbon hingga mencapai 120 ribu ton CO2 ekuivalen per tahun. Adapun 3 bidang tersebut mencakup bidang lingkungan, sosial, dan tata kelola. Program ini merupakan rangkaian Program Sedari Kang Hari (Desa Sedari Kampung Hijau, Lestari, dan Mandiri) yang berfokus pada penanganan abrasi, kontribusi terhadap perubahan iklim, dan pengembangan ekowisata mangrove.
SMEXPO Pertamina merupakan tempat belajar bagi UMKM untuk menggunakan marketplace sebagai tools dalam peningkatan jauangan pasar.
“Total UMK yang sudah naik kelas dari 2020-2021 sebanyak 750 minta binaan. Indonesia sudah lama punya produk kerajinan yang luar biasa,“ papar Eko. “Maslaah lainnya adalah perizinan dan sertifikasi yang belum lengkap dan infrastruktur yang tidak mendukung. Infastruktur pendistribusian dan jaringan, misalnya, masih menjadi kendala utama di Maluku Utara. Dari segi fesyen, sudah banyak pengusaha yang tadinya UMKM kini mendunia. Program pendanaan adalah bentuk investasi sosial yang berdampak positif bagi Pertamina baik langsung maupun tidak langsung. Marketplace ini diharapkan dikunjungi oleh beberapa buyer dari beberapa negara yang terhubung baik dalam business forum maupun peserta marketplace, ” ujar VP CSR dan SMEPP Management Pertamina Fajriah Usman, di Jakarta. Setelah mandiri, mereka bisa memperbesar usahanya dengan mencari pendanaan lanjutan seperti dari perbankan,” katanya. Ini agar dapat memasarkan produk dan layanannya serta meningkatkan wawasannya melalui berbagai program pelatihan atau workshop. Mereka banyak muncul di fashion show di luar negeri. “UMK menjadi mitra binaan dimana Pertamina akan hadir mendampingi pelaku usaha untuk membentuk kemandirian. [Pertamina](https://www.liputan6.com/tag/pertamina) (Persero) menargetkan bisa menjaring sekitar 3.000 produk pilihan dari sekitar seribu mitra binaan dalam [SMEXPO Pertamina](https://www.liputan6.com/tag/smexpo-pertamina) pada 2022.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Di tengah kenaikan harga minyak dunia yang berdampak pada kenaikan biaya produksi BBM, PT Pertamina (Persero) melakukan berbagai ...
Pertamina akan terus melakukan berbagai upaya penghematan biaya, yang sekaligus mampu menurunkan emisi karbon, sehingga mendukung transisi energi Pertamina dan Indonesia." Dengan upgrading Kilang yang telah dilakukan, saat ini Pertamina mampu menghasilkan produk-produk tersebut sehingga berhasil menangkap peluang yang sangat prospektif ini. Inilah langkah strategis Pertamina yang telah berhasil secara signifikan menurunkan biaya produksi BBM. "Bagi kami, penghematan biaya bukan sekedar cutting cost, tapi mengubah operating model serta memperbaiki bisnis proses, sehingga seluruh program tetap terlaksana dan seluruh target pun tercapai, namun dengan biaya yang lebih rendah. Porsi terbesar dalam produksi BBM adalah biaya pembelian minyak mentah, yang mencapai 92% dari Biaya Pokok Produksi. Hingga Juli 2022, Pertamina sukses menghemat biaya operasional sekitar Rp 6 triliun.
Pengeboran sumur migas di Indramayu ini mempunyai tantangan tersendiri baik secara surface maupun subsurface sehingga membutuhkan perencanaan, penyiapan dan ...
Sumur BJK-001 ditajak pada 12 Mei 2022 dengan target utama di lapisan batupasir dan batugamping Formasi Cibulakan Atas. “Pekerjaan tahap dry hole base dapat diselesaikan dengan baik tanpa adanya non-productive time baik dari sisi peralatan jasa penunjang maupun material. [GOOGLE NEWS](https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMN229AowxaOfAw/sections/CAQqEAgAKgcICjDdtvQKMMWjnwMwwrynBg?hl=en-ID&gl=ID&ceid=ID%3Aen) Tambahan sumber daya migas [Pertamina](https://www.liputan6.com/tag/pertamina) ini dari pengeboran sumur eksplorasi Bajakah (BJK)-001 di area onshore. [Pertamina EP](https://www.liputan6.com/tag/pertamina-ep) Jatibarang Field yang berlokasi di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.
Ibnu Sutowo, mantan Direktur Pertamina yang memiliki sejarah panjang dalam pembentukan Pertamina. Namun kariernya terhenti oleh Presiden Soeharto setelah ...
Sekitar tahun 1957, Ibnu Sutowo ditugaskan untuk mengelola PT Tambang Minyak Sumatera Utara (PT Permina). Namun kariernya terhenti oleh Presiden [Soeharto](https://www.sindonews.com/topic/20068/soeharto)setelah tersandung kasus. Dia meninggalkan Pertamina dalam pusaran utang mencapai USD 10,5 Miliar pada 1976. Pada tahun 1975, Pertamina dilanda krisis. Selain itu, Sutowo juga pernah menjadi Panglima TT-II Sriwijaya pada 1955. Pada perkembangannya, perusahaan tersebut bergabung dengan perusahaan minyak lain dan berganti nama menjadi PT. Hanya saja waktu itu tidak ada tindakan hukum apapun. Beberapa waktu berselang, muncul temuan terjadinya penyimpangan. Baca juga : Setelah resmi terbentuk, Ibnu Sutowo menjadi Direktur Utama Pertamina yang pertama dengan masa jabatan 1968-1976. Setelah itu, dia juga menempati beberapa jabatan strategis seperti Asisten IV Kepala Staf Angkatan Darat (1956-1958), Dirut PT Permina (1957-1968), Kepala Jawatan Minyak Gas & Bumi (1960-1963), Menteri Urusan Minyak Gas dan Bumi Kabinet Dwikora II dan Dwikora III (1966), hingga menjadi Dirut Pertamina pertama (1968). Setelahnya, Ibnu Sutowo menjadi dokter di Palembang dan Martapura.
Di tengah kenaikan harga minyak dunia yang berdampak pada kenaikan biaya produksi BBM, PT Pertamina (Persero) melakukan berbagai program efisiensi.
Pertamina akan terus melakukan berbagai upaya penghematan biaya, yang sekaligus mampu menurunkan emisi karbon, sehingga mendukung transisi energi Pertamina dan Indonesia" pungkas Nicke. Dengan upgrading Kilang yang telah dilakukan, saat ini Pertamina mampu menghasilkan produk-produk tersebut, sehingga berhasil menangkap peluang yang sangat prospektif ini. Inilah langkah strategis Pertamina yang telah berhasil secara signifikan menurunkan biaya produksi BBM.
PT Pertamina berkomitmen mendorong sejumlah proyek dalam mempercepat transisi energi dengan mengalokasikan 14% belanja modal.
Adapun, saat ini Pertamina berfokus melaksanakan studi enam proyek CCS/CCUS. [KONTAN Store](https://store.kontan.co.id/). [Google News](https://news.google.com/s/CBIw09GL_T4?sceid=ID:en&sceid=ID:en&r=0&oc=1) Oki mengungkapkan, Pertamina memiliki sejumlah proyek hijau dalam roadmap perusahaan. "Kita menaruh capex yang cukup untuk proyek EBT. Permintaan energi diperkirakan naik 2% setiap tahunnya.