Blaugrana era Cruyff memang tak terlupakan, namun saat ia menjabat sebagai manajer ada satu pemain yang patut mendapat sorotan tersendiri.
Tidak pernah ada pengakuan apa pun dari Cruyff dalam wawancaranya atau kata-kata pujian tentang diri saya." Mengolah bola di kakinya seolah-olah adalah kelemahannya. Meski akhir kisahnya di Barca cukup pahit, Zubi akan tetap dikenang dan menjadi salah satu ikon yang diingat selama era mengesankan Cruyff menukangi Blaugrana. Jelang Piala Dunia 1986 di Meksiko, Zubi berharap bisa memperpanjang masa baktinya di Bilbao, bahkan surat kabar Spanyol El Pais mengklaim bahwa: "Zubizarreta... Ucapan itu terbukti benar. Bahkan, di usianya 18 tahun, ia sudah menembus tim utama Deportivo Alaves pada 1979.