MUDANEWS.COM, Medan - Tabir kasus Duren tiga terkuak sedikit demi sedikit. Setelah Bharada E berstatus tersangka dan Irjen Ferdy Sambo ditahan.
Pengulangan modus yang gagal di Duren Tiga akan membawa berkah bagi pengusutan ulang kasus Km 50. Dugaan kuat orang orang yang terkena sanksi Kapolri juga orang-orang yang terlibat dalam proses penyesatan Km 50 termasuk Komnas HAM yang berkelas bebek. Mulailah dari Irjen Fadil Imran yang bersama Karo Paminal Div Propam Brigjen Hendra Kurniawan memamerkan pistol, samurai, dan clurit. Di TKP Duren Tiga Polisi menghilangkan alat bukti yang menyebabkan terjadi pelanggaran etik. Ada tiga irisan yang menjadi petunjuk Duren 3 menuju Km 50. Tembak menembak dan tumbal yang kelak akan dibebaskan tidak kuat untuk disandiwarakan.
Insyaallah Kasus brigadir J, akan mengarahkan terbongkarnya kasus #Km50 ( Kasus KM 50 )Amiiin….,” tulis akun Twitter @Silvy_2021.
Bahkan salah satu pengguna media sosial Twitter berharap, kasus kematian Brigadir J ini bisa mengarah untuk membongkar kembali kasus KM 50. Di jagat media sosial Twitter, tagar #UsutKembaliKM50 kembali santer digaungkan para netizen pada Senin (7/8/2022) kemarin. Diketahui, Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menggelar sidang putusan terhadap dua personel Polri, yaitu Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda Yusmin terdakwa dalam kasus KM 50 pada Jumat (18/3/2022) lalu.
Inilah kilas balik kejadian baku tembak di KM 50 yang menewaskan 6 laskar FPI dan 1 polisi, simak kronologi hingga hasil putusan sidangnya.
Diektahui, kejadian ini dinamakan kasus KM 50 karena terjadi di KM 50 Tol Cikampek. Kasus KM 50 ini menimbulkan sejumlah kontroversi di masyarakat. TRIBUNNEWS.COM - Simak kilas balik kasus KM 50 yang menyebabkan enam orang laskar FPI tewas.
MURIANEWS, Jakarta – Kasus KM 50 yang merupakan peristiwa penembakan terhadap enam anggota Front Pembela Islam (FPI) di tol Jakarta – Cikampek, ...
Kemungkinan tujuannya agar tersangka atau calon tersangkanya sudah meninggal dunia sehingga sesuai kitab UU Hukum Acara Pidana, kasus bisa dihentikan,” katanya. Sementara pelaku penembakan enam anggota FPI itu adalah dari instansi polri. ”Kasus pembunuhannya di-delay lama, akhirnya bebas semua.
Setelah Ferdy Sambo digelandang ke Mako Brimob karena kasus tewasnya Brigadir J, kasus 50 KM kini kembali menggema.
”Kasus pembunuhannya di-delay lama, akhirnya bebas semua. Rafli Harun, Pakar Hukum Tata Negara memiliki dugaan bahwa kasus penembakan pada Brigadir J ini ada kemiripannya dengan kasus KM 50 yang terjadi Tol Cikapek tersebut. Sebagian besar pihak banyak yang mengaitkan peristiwa atas penembakan Brigadir J dengan kasus KM 50 yang saat itu juga ditangani oleh Irjen Ferdy Sambo.
Di tengah ramainya kasus Ferdy Sambo dengan 2 ajudannya hingga menyebabkan Brigadir J tewas, masyarakat kembali menyinggung kasus penembakan Laskar FPI KM ...
Namun pada saat itu, anggota FPI yang duduk di depan membuka kaca mobil dan menodongkan senjata api ke arah mobil yang ditumpangi terdakwa. Jaksa menerangkan, keempat anggota FPI lari ke arah kendaraan Chevrolet Spin abu-abu. Jaksa menerangkan, Faisal Khasbi Alaeya turun untuk membalas tembakan secara terarah dan terukur. Jaksa menuturkan, Bripka Faisal Khasbi Alaeya lantas menepikan mobil yang dikendarainya dan berlari menghampiri mobil Chevrolet Spin warna abu-abu milik anggota FPI. Kedua mobil milik simpatisan Rizieq Shihab itu kemudian berhenti di depan Hotel Novotel di Jalan Internasional. Jaksa menerangkan, Bripka Faisal Khasbi Alaeya kembali mengejar mobil anggota FPI Chevrolet Spin milik anggota FPI. Dan pada saat kedua posisi mobil sejajar Jaksa menerangkan, tak lama kemudian sewaktu melintas di Rest Area Km 50, Ipda Mohammad Yusmin Ohorella melihat mobil Chevrolet Spin abu-abu milik anggota FPI menabrak pembatas jalan dan menabrak mobil sedan yang sedang parkir di Rest Area. "Terdakwa turut melakukan penembakan dengan senjata api ke arah penumpang yang berada diatas mobil anggota FPI yang duduk jok tengah mobil Chevrolet Spin abu-abu dengan jarak penembakan yang sangat dekat kurang lebih 1 meter," ujar Jaksa. Jaksa menerangkan, kedua anggota FPI kembali masuk ke dalam mobil Chevrolet Spin abu-abu dan melarikan diri. Jaksa menguraikan, tiba-tiba muncul kendaraan Chevrolet Spin abu-abu. Ada 10 unit mobil. Salah seorang diantaranya menodongkan senjata api ke arah mobil yang dikemudikan Bripka Faisal Khasbi Alaeya.
Banyak masyarakat yang mengaitkannya dengan peristiwa KM 50 yang menewaskan enam laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek.
Pada kasus KM 50, Irjen Ferdy Sambo menjabat sebagai Kadiv Propam yang menangani kasus tersebut. kini Banyak masyarakat yang mengaitkannya dengan peristiwa KM 50 yang menewaskan enam laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek. Banyak masyarakat yang mengaitkannya dengan peristiwa KM 50 yang menewaskan enam laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek.
Kasus KM 50 merupakan peristiwa penembakan terhadap enam anggota Front Pembela Islam (FPI) di tol Jakarta – Cikampek. Kasus ini kini menjadi trending topik di Twitter lantaran tak sedikit pihak yang mengaitkan kasus tewasnya Brigadir J dengan kasus KM 50 ...
Jakarta, MI – Kasus KM 50 kembali menjadi perbincangan publik pasca mantan Kadiv Provam Polri Irjen Ferdi Sambo dibawa ke Mako Brimob terkait tewasnya Brigadir J. Kasus KM 50 sendiri sempat menghebohkan publik dan menimbulkan sejumlah kontroversi di masyarakat. Ia juga mengaku heran sebab berita atas kasus pelecehan itu terus-menerus diumbar. ”Kasus pembunuhannya di-delay lama, akhirnya bebas semua.
Tagar SquadPenjagalKM50 dicuitkan lebih dari delapan ribu kali di media sosial Twitter Selasa (9/8/2022), warganet menyoroti transparansi penyidikan polisi.
Komnas HAM mengungkapkan bahwa dua anggota laskar FPI ditemukan meninggal setelah peristiwa saling tembak terjadi di Km 50. Kemudian, Komnas HAM menemukan adanya pengambilan kamera CCTV di salah satu warung di Km 50 oleh anggota kepolisian. Saat itu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM) menilai ada pelanggaran HAM dalam penembakan enam anggota Laskar FPI di KM 50 tol Cikampek.
Namun, ditengah penanganan kasus Brigadir J, tragedi KM 50 kembali menjadi trending di sosial media Twitter dan sebut nama Ferdy Sambo.
Namun, kini Irjen Ferdy Sambo harus dimutasi jabatan ditengah kasus yang melibatkan ajudannya Bharada E dan Brigadir J . Inilah hubungan Ferdy Sambo dengan tragedi KM 50 yang terjadi beberapa tahun yang lalu. Baca Juga: Potret Kedekatan Ferdy Sambo dan Fahmi Alamsyah yang Diduga Ikut Susun Skenario Pembunuhan Brigadir J
Salah satu tokoh yang ikut bersuara terkait kasus kematian Brigadir J adalah Menko Polhukam, Mahfud MD.
Mahfud MD juga melanjutkan “Bgt jg, dlm kasus pembunuhan Brigadir J ini sejak awal sy yakin bs diungkap asal kita kawal dari ranjau geng pelaku. Ingat kasus Ryan?” cuit Mahfud MD lewat akun “Konstruksi hukum pembunuhan Brigadir J akan tuntas di tingkat polisi (insyaallah). TSK akan diumumkan hr ini.
Inilah kronologi dan fakta kasus KM 50 yang trending, apa kaitannya dengan Ferdy Sambo di kasus pembunuhan Brigadir J? simak disini.
Kasus KM 50 bermula dari tidak hadirnya Muhammad Rizieq Shihab atau dikenal sebagai Habib Rizieq dalam pemeriksaan sebagai saksi pada kasus pelanggaran protokol kesehatan untuk kedua kalinya. Kronologi kasus KM 50 didapat dari pernyataan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan Briptu Fikri R dan Ipda M Yusmin O di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin 18 Oktober 2021. Hal ini diusulkan untuk memperbaiki penegakan hukum dan keadilan di Indonesia serta membangun citra positif Polri. Simak kronologi kasus KM 50 yang trending di bawah ini.