Pakar hukum Tata Negara Refly Harun menyayangkan sikap Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto yang terkesan hanya menjadi juru bicara Kapolri,
JAKARTA- Usai kabar penangkapan Irjen Ferdy Sambo yang kemudian dibantah Polri, warganet saat ini ramai membahas ucapan Ketua Harian Kompolnas, Irjen.
Hal itu lantas membuat warganet geram. Saat itu, Benny mengatakan bahwa Bharada E merupakan juara menembak sehingga bidikannya tepat. JAKARTA- Usai kabar penangkapan Irjen Ferdy Sambo yang kemudian dibantah Polri, warganet saat ini ramai membahas ucapan Ketua Harian Kompolnas, Irjen (Purn) Benny Mamoto.
Terkini.id, Jakarta – Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun menyayangkan sikap Kompolnas Benny Mamoto yang seolah-olah menjadi juru bicara atau jubir Kapolri ...
Hingga saat ini belum ada tanggapan dari Benny Mamoto soal pernyataan yang dilontarkan oleh Refly Harun tersebut. Orang sudah curiga dari awal, memang aneh sense of logic-nya dia,” bebernya. Hal tersebut di lontarkan oleh Refly Harun di kanal YouTube miliknya terkait dengan apa yang disampaikan oleh Benny Mamoto perihal kasus tewasnya Brigadir J.
Video penjelasan Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto sesuai skenario terkait pembunuhan Brigadir Joshua kembali viral di media sosial Twitter.
Sementara Bharada E lima tembakan, kena semua,” kata Benny Mamoto. Brigadir Joshua tujuh tembakan, tidak ada yang kena. “Disamping itu ternyata Bharada E ini juara menembak sehingga bidikannya tepat,” kata Benny Mamoto dalam video viral yang beredar di media sosial. Dalam video viral yang beredar di media sosial Twitter, Benny Mamoto menjelaskan detail tembak-menembak antara Brigadir Joshua dengan Bharada Eliezer seperti cerita Bharada Eliezer yang disebutkan sebagai skenario. Menurut Benny Mamoto hal ini terjadi karena Brigadir Joshua dalam kondisi panik sehingga tembakannya tak menentu. POJOKSATU.id, JAKARTA— Video penjelasan Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto sesuai skenario terkait pembunuhan Brigadir Joshua oleh Bharada Eliezer atau Bharada E kembali viral di media sosial Twitter.
FAJAR.CO.ID, JAKARTA— Video penjelasan Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto sesuai skenario terkait pembunuhan Brigadir Joshua oleh Bharada Eliezer atau ...
Dalam video viral yang beredar di media sosial Twitter, Benny Mamoto menjelaskan detail tembak-menembak antara Brigadir Joshua dengan Bharada Eliezer seperti cerita Bharada Eliezer yang disebutkan sebagai skenario. Video ini berisi penjelasan Benny Mamoto yang sesuai dengan skenario. FAJAR.CO.ID, JAKARTA— Video penjelasan Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto sesuai skenario terkait pembunuhan Brigadir Joshua oleh Bharada Eliezer atau Bharada E kembali viral di media sosial Twitter.
Nama Benny Mamoto ramai menjadi perbincangan publik. Utamanya di media sosial. Netizen ramai-ramai menyorot Ketua Harian Kompolnas itu.
Brigadir RR dijerat pasal pembunuhan berencana. “Bharada E tidak jago menembak. Erwin bilang, jika Bharada tidak jago menembak.
Kenapa ya Gus Umar meminta Kapolri untuk memeriksa Ketua Kompolnas, Benny Mamoto, imbas videonya yang viral?
Dalam video yang diunggah Gus Umar, Benny mengaku bahwa dirinya mendengar keterangan langsung dari tim penyidik mengenai peristiwa yang menewaskan Brigadir J itu. Ia meminta Polri untuk memeriksa Benny karena telah mendahului penyidik dalam memberikan keterangan mengenai kasus kematian Brigadir J. “Kasus ini memang berawal dari terjadinya pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J. Dia masuk ke kamar, kemudian istri Kadiv Propam teriak, Bharada E itu dengar, langsung turun untuk mengecek ada kejadian apa,” tuturnya. Hal itu karena Deo mengungkap bahwa Bharada E menembak Brigadir J karena ada perintah dari atasan. Di tengah ramainya pengakuan kuasa hukum Bharada E tersebut, publik kembali menyoroti pernyataan Ketua Harian Kompolnas, Irjen (Purn) Benny Mamoto, yang sebelumnya menyebut tidak ada kejanggalan dalam kasus penembakan Brigadir J. Kasus kematian Brigadir J kembali ramai usai adanya pengakuan berbeda dari Bharada E yang disampaikan oleh pengacara barunya, Deolipa Yumara.
Babak demi babak episode tewasnya Brigpol Yosua Hutabarat alias Brigadir J menyeret berbagai pihak. Selain internal korps bhayangkara, pihak eksternal.
The site owner may have set restrictions that prevent you from accessing the site. The site owner may have set restrictions that prevent you from accessing the site. Contact the site owner for access or try loading the page again.
Hal ini juga membantah keyakinan Ketua Harian Kompolnas Irjen Purn Benny Mamoto yang yakin Brigadir J tewas karena adu tembak.
Sosok Benny Mamoto Di samping itu, ia juga terhalang tangga," ujar Benny dikutip dari Kompas TV, Rabu (13/7/2022). Sosok Benny Mamoto
Biodata Benny Mamoto Ketua Harian Kompolnas yang ikut selidiki kasus Bharada E, pendidikan, hingga jabatat terakhir di kepolisian.
Namu Benny Mamoto berada di lingkungan BNN sudah sejak 2009 kala itu ia menjadi Direktur Badan Narkotika Nasional hingga 2012. Di lingkungan Polri sendiri Benny Mamoto terakhir menjabat sebagai Deputi Pemberantasan Narkotika BNN sejak 2012 hingga 2013. Tak hanya itu akhir-akhir ini Benny Mamoto banyak disorot karena beberapa statement terkait kasus ini mulai dari Ferdy Sambo, Baharada E hingga Brigadir J.
Benny Mamoto disebut cenderung membela Irjen Ferdy Sambo dan menjadi 'jubir' pihak kepolisian. Siapa Benny Mamoto sebenarnya?
Diketahui Benny merupakan alumni dari Fakultas Hukum Universitas Krisnadwipayana pada tahun 1992. Di lingkungan Polri, Benny terakhir pernah menjabat sebagai Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) pada masa jabatan 2012-2013. Selama menjabat ia pernah menjadi penyidik Detasemen Khusus 88 antiteror Polri yang banyak terlibat dalam operasi penangkapan teroris di tanah air. Penghargaan Benny Mamoto Profil Benny Mamoto Siapa Benny Mamoto sebenarnya?
Benny Mamoto disorot karena beberapa statement yang dilontarkannya terkait kasus tersebut, mulai dari Ferdy Sambo, Bharada E, hingga almarhum Brigadir J. Lantas ...
- Satya Lencana Kesetiaan 24 tahun - Satya Lencana Kesetiaan 16 tahun - Satya Lencana Kesetiaan 8 tahun - S3 Kajian Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia (2008) - S2 Kajian Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia (2002) - Pendidikan AKABRI Kepolisian (1977)
Refly Harun membahas sosok Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Benny Mamoto yang dinilai terkesan membela Ferdy Sambo.
Dan tidak perlu terkesan menjadi juru bicara kepolisian seharusnya seperti itu yang saya pahami," kata Refly Harun. "Dia tidak menjadi juru bicara pihak kepolisian. Karena kaget dan ketahuan, jadi arah tembaknya tidak menentu di samping itu juga terhalang tangga," kata Benny.
Nama Benny Mamoto ramai diperbincangkan terkait kasus penembakan Brigadir J yang terjadi di kediaman Ferdy Sambo.
Ia melakukan penyelidikan dan penyidikan ke luar negeri seperti pemeriksaan saksi kasus pembunuhan Beng Seng di Hongkong, penyelidikan kasus BLBI ke Los Angeles, penyelidikan kasus bom di KBRI Paris, dan penyelidikan kasus teror di Pakistan. Dalam masa tugasnya, ia pernah mengikuti kegiatan keluar negeri seperti Seminar Counter Terrorism di ILEA Bangkok dan Interpol General Assembly di Rio de Janeiro, Brasil. PIKIRAN RAKYAT – Nama Benny Mamoto ramai diperbincangkan terkait kasus penembakan yang terjadi di kediaman Ferdy Sambo.
Pernyataan Benny Mamoto yang kontroversi bela Ferdy Sambo setelah Bharada E mengaku soal kronologi kasus penembakan Brigadir J menyudutkan.
Benny Mamoto menjelaskan detail tembak-menembak antara Brigadir J dengan Bharada E. Benny Mamoto terkesan membela Ferdy Sambo dan salahkan Brigadir J dalam kasus penembakan Brigadir J. Kini nama Benny Mamoto menjadi perbincangan publik menyusul komentarnya terkait kasus Brigadir J.
Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto tengah menjadi perbincangan publik. Pasalnya video pernyataan Benny Mamoto terkait tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua ...
Selain itu, ia juga menyebut Bharada E juara menembak dari Brimob sehingga bidikannya tepat. Benny juga menjelaskan terkait tujuh tembakan Brigadir J yang meleset, ia mengatakan hal itu terjadi lantaran Brigadir J dalam keadaan panik dan tidak fokus setelah kaget ketahuan oleh Bharada E. Jakarta, MI – Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto tengah menjadi perbincangan publik.
Pernyataan Benny Mamoto itu terkait peristiwa adu tembak antara Brigadir J dengan Bharada E di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo hingga menewaskan Brigadir J.
Di samping itu Bharada E ini ternyata memang juara menembak dari Brimob sehingga bidikannya tepat," jelas Benny. Kala itu Polres Jakarta Selatan menyebut Bharada E merupakan penembak wahid alias nomor satu di Resimen Pelopor Korps Brimob. Sehingga, ia piawai dalam hal memegang senpi. Kan, ada banyak pemberitaan dia sniper informasi yang kami peroleh, dia tidak masuk standar itu, bukan kategori penembak yang mahir gitu ajalah," ucapnya. "Jadi kasus ini kan memang berawal dari terjadinya pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J, dia masuk ke kamar kemudian istri dari Ferdy, Bharada E mendengar, langsung turun untuk mengecek ada kejadian apa. "Kami sudah menjelaskan kepada Bharada E apabila dia menjadi JC apa saja yang membedakannya, apa saja reward-nya," tambah dia. "Kami sudah dijelaskan, dengan Bharada E perlindungan justice collaborator. Latihan menembak itu Maret 2022 di Senayan. Berdasarkan informasi yang kami dapat Bharada E bukan termasuk kategori mahir menembak," tuturnya. Bharada E Disebut LPSK Baru Belajar Menembak "Terkait hal lain yang bisa saya sampai Bharada E ini bukan ADC atau ajudan. "Nah sementara Bharada E ini dapat fokus karena dia ada di atas, bisa mengarahkan senjatanya ke Brigadir J, ini posisinya ya, sehingga memudahkan dia membidik. "Mungkin ini orang sering bertanya dalam kasus ini kenapa 7 tembakan Brigadir J ga ada yang kena, sementara 5 tembakan Bharada E itu kena semua," terang Benny. Sebut Bharada E Jago Menembak
Ini biodata, profil, agama dan Instagram Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto yang menjadi perbincangan terkait kasus kematian Brigadir J.
Akan tetapi, kini perkembangannya satu persatu kasus kematian Brigadir J terungkap. Benny Mamoto memiliki nama panjang Benny Josua Mamoto. Dia memiliki pangkap Irjen Polisi Purnawirawan Benny Josua Mamoto. Siapa sebenarnya Benny Mamoto yang merupakan Ketua Harian Kompolnas ini?
Kritik mengalir deras kepada Kompolnas yang dianggal 'lunak' terhadap Polri dalam kasus kematian Brigadir J.
Kritik pun mengalir deras kepada Kompolnas yang dianggal "lunak" terhadap Polri dalam kasus kematian Brigadir J. Dalam video itu, anggota Kompolnas yang akrab disapa Wahyu juga menegaskan bahwa Kompolnas bukan bumper atau pihak yang menjadi penahan serangan terkait kasus tewasnya Brigadir J. Dalam cuplikan video tayangan Sapa Indonesia Malam Kompas TC, Kamaruddin menyinggung soal Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto yang dinilainya terlalu membela Polri karena pernah memberikan penjelasan yang membela pernyataan awal polisi terkait kejadian baku tembak kasus Brigadir J.
Dalam tayangan video YouTube pada 13 Juli 2022, Benny Mamoto menyebut tak ada yang janggal dalam kasus yang menewaskan Brigadir J itu. Dia yakin luka-luka di ...
Benny Mamoto juga turut terlibat melakukan penyelidikan dan penyidikan di luar negeri. Selain di Tanah Air, Benny Mamoto juga acap ditugaskan di luar negeri. Selama berkarier di kepolisian, Benny Mamoto telah mendapatkan sejumlah tanda jasa. Benny Mamoto salah satu yang menyampaikan soal autopsi ulang terhadap jasad Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J yang tewas di rumah dinas Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Jumat, 8 Juli 2022. Potongan video pernyataan Benny itu kembali beredar di media sosial baru-baru ini, salah satunya diTwitter. Tak sedikit pengguna media sosial menganggap pernyataan Benny di awal kasus itu tak mencerminkan tugas Kompolnas, yang seharusnya berperan memperbaiki kinerja Polri. Belakangan, pernyataan Benny terkait kasus polisi baku tembak di rumah dinas eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, yang disampaikannya Juli lalu menuai kritik.
Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto angkat bicara terkait pernyataanya yang menjadi sorotan karena menepis kejanggalan terkait kematian Brigadir.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Benny Mamoto angkat bicara terkait pernyataanya yang menjadi sorotan karena menepis kejanggalan terkait kematian Brigadir J. Terkait kasus Brigadir J, Benny menjelaskan Kompolnas sudah berusaha klarifikasi dan datang ke Kapolres Jakarta Selatan untuk mendapatkan penjelasan terkait penanganan kasus itu. Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto angkat bicara terkait pernyataanya yang menjadi sorotan karena menepis kejanggalan terkait kematian Brigadir J.